• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi

Tinea Capitis

Tinea capitis adalah jenis kurap yang muncul pada kulit kepala, bulu mata, serta alis. Infeksi akibat jamur ini akan berdampak pada kerusakan folikel dan batang rambut.

Anak-anak merupakan kalangan yang paling rentan mengalami kurap ini. Penularannya juga sangat mudah. Kontak langsung dengan kulit penderita merupakan cara penularan utamanya.

Saling meminjamkan barang pribadi juga bisa menyebarkan jamur penyebabnya. Contohnya, melalui sisir, handuk, topi, maupun sarung bantal.

Apa Saja Gejala Tinea Capitis?

Bercak-bercak yang gatal pada kulit kepala merupakan gejala paling umum dari infeksi jamur ini. Bercak ini akan terus meluas bila tidak ditangani.

Helai-helai rambut di bagian tersebut akan patah di dekat akarnya. Karena itu, bercak terlihat seperti pitak dengan titik-titik hitam.

Bulatan bersisik juga bisa muncul. Bagian ini biasanya akan memerah, bengkak, dan sakit jika disentuh.

Rambut penderita pun akan berubah rapuh dan mudah patah. Demam juga bisa muncul meski jarang.

Segera periksakan diri Anda atau anak Anda jika mengalami gejala-gejala di atas. Kondisi ini perlu segera ditangani agar pengobatan bisa dilakukan sehingga penularan tidak terus terjadi.

Penularan dan Penyebab Tinea Capitis

Kurap pada kulit kepala disebabkan oleh adanya infeksi akibat jamur dermatofit. Area kepala yang pengap, lembap, dan kotor turut bisa memicu pertumbuhan jamur.

Penyebaran jamur bisa terjadi akibat kontak langsung dari kulit ke kulit. Misalnya tidak sengaja menyentuh kulit penderita yang mengalami infeksi jamur, lalu memegang kulit sendiri.

Di samping kontak langsung, saling meminjamkan benda-benda pribadi pun dapat menjadi sarana penularan. Contohnya, sisir, seprai, sarung bantal, handuk, atau topi.

Kurap juga bisa menular dari hewan sebagai pembawa (carrier) jamur. Melalui jamur yang terdapat pada kulit dan bulu hewan, seperti kucing, anjing, dan banyak lagi.

Cara Mendiagnosis Tinea Capitis

Memeriksa bercak bersisik dan gatal pada kulit kepala adalah cara utama dalam mendeteksi kurap pada kepala ini. Umumnya, cara ini sudah cukup sebagai langkah diagnosis.

Bila diperlukan, dokter akan mengambil sampel dari kulit kepala yang terinfeksi untuk diperiksa di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini akan membantu dokter memastikan diagnosis dan mendeteksi jenis jamur penyebabnya. Namun langkah ini biasanya memakan waktu yang lama, yaitu sekitar 3 minggu.

Cara Mengobati Tinea Capitis

Dokter akan meresepkan obat-obatan antijamur untuk mengatasi kurap jenis ini. Kombinasi obat minum dan sampo untuk membebaskan pasien dari jamur.

Obat minum umumnya harus dikonsumsi selama kira-kira 6 minggu. Sementara sampo akan dianjurkan untuk mencegah terjadinya penyebaran jamur.

Harap diingat bahwa sampo tidak akan membunuh jamur. Obat minumlah yang berperan dalam memberantas jamur. Oleh karena itu, kedua obat ini sebaiknya digunakan bersamaan.

Infeksi jamur ini perlu diobati secepatnya karena berisiko menimbulkan komplikasi jika dibiarkan bertambah parah. Kerion merupakan komplikasi yang mungkin timbul.

Kerion adalah koreng yang terbentuk dari nanah yang mengering. Koreng ini dapat memicu pitak yang permanen.

Lakukan Hal-hal Ini untuk Mencegah Tinea Capitis

Kurap di kulit kepala dapat dicegah dengan menjaga kebersihan, terutama rambut dan kulit kepala. Jangan biarkan kulit dan rambut kepala tetap basah, misalnya akibat keringat, karena jamur lebih mudah berkembang di area yang lembap.

Hindari pula saling pinjam pakaian, handuk, sikat, sisir, sepatu, dan barang-barang pribadi. Langkah ini tidak hanya akan mencegah kurap, tapi juga berbagai penyakit kulit lain.

Pastikan juga kebersihan hewan piaraan Anda. Jangan biarkan anak Anda memegang hewan liar atau yang dijual di toko hewan karena kebersihannya belum tentu terjamin.

Kurap termasuk penyakit yang jarang membahayakan jiwa penderitanya. Namun kondisi ini tentu akan mengganggu kenyamanan karena gejala gatal yang disebabkannya.

Alangkah baiknya bila penanganan dilakukan dengan cepat dan tepat. Dengan ini, penyebarannya pun dapat dicegah.

Komentar
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...