• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi

Stroke

Stroke adalah kondisi yang diakibatkan oleh terganggunya aliran darah ke otak. Oksigen dan nutrisi yang ada dalam darah sangat dibutuhkan oleh saraf-saraf otak untuk bisa bekerja mengendalikan tubuh.

Tanpanya, bagian-bagian otak akan segera mati. Karena itu, serangan ini termasuk kondisi medis darurat yang harus ditangani secepatnya.

Apa Sajakah Gejala Stroke?

Indikasi serangan ini bisa beragam pada tiap orang. Mengetahui gejala umumnya sangatlah penting. Seseorang yang mengalami serangan bisa memperlihatkan gejala utama yang disingkat menjadi FAST.

F (Face)

Mintalah penderita untuk tersenyum dan salah satu sisi wajahnya akan terlihat lebih rendah dari sebelahnya.

A (Arms)

Penderita tidak bisa mengangkat kedua tangannya. Salah satu tangan akan terjatuh karena kelumpuhan atau kelemahan otot pada salah satu sisi tubuh.

S (Speech)

Penderita akan kesulitan bicara dengan jelas.

T (Time)

Jika ada gejala tersebut di atas, segera bawa penderita ke rumah sakit atau memanggil ambulans. Penanganan sesegera mungkin dibutuhkan untuk mencegah komplikasi kerusakan otak, cacat, dan bahkan kematian.

Di samping indikasi utama di atas, terdapat sejumlah gejala lain yang juga bisa menandakan stroke. Beberapa di antaranya adalah:

  • Gangguan pada keseimbangan dan koordinasi gerak tubuh.
  • Sakit kepala berat yang datang secara tiba-tiba.
  • Pandangan samar atau sama sekali tidak bisa melihat.
  • Sulit memahami perkataan orang lain.
  • Linglung.
  • Kesulitan menelan.
  • Pingsan.

3 Jenis Stroke

Penyebab utama stroke adalah terhentinya pasokan darah menuju otak. Serangan ini bisa dibagi dalam 3 golongan. Berikut penjelasan detailnya:

Transient Ischaemic Attack (TIA).

TIA atau stroke ringan memiliki gejala yang serupa dengan stroke biasa, namun durasinya berlangsung lebih cepat. Penderita akan pulih dalam waktu 24 jam.

Iskemik

Jenis ini terjadi akibat adanya penyempitan pembuluh darah atau gumpalan yang menghambat aliran darah ke otak.

Hemoragik

Serangan ini muncul karena terjadi robekan atau kebocoran pada pembuluh darah otak. Akibatnya, otak tidak mendapatkan suplai darah yang optimal.

Sekitar 80-90 persen kasus stroke termasuk dalam jenis iskemik. Meski begitu, jenis hemoragik yang lebih jarang terjadi memiliki risiko komplikasi yang lebih berbahaya.

Faktor Risiko dan Penyebab Stroke

Terdapat beberapa hal atau kebiasaan buruk yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami serangan ini. Di antaranya adalah:

  • Mengalami gangguan kesehatan lain, seperti kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, penyakit kardiovaskular.
  • Berat badan berlebih atau obesitas.
  • Berusia di atas 65 tahun.
  • Jenis kelamin. Pria lebih berisiko dibandingkan wanita.
  • Memiliki anggota keluarga yang mengalami stroke.
  • Tidak suka berolahraga dan kurang gerak.
  • Merokok atau sering terpapar asap rokok.
  • Konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan.
  • Kerap menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Stres.

Proses Diagnosis Stroke

Sebagai langkah permulaan, dokter akan mencari tahu bagian mana saja pada otak pasien yang telah terkena dampak dari serangan ini. Dokter juga akan menyingkirkan penyakit lain yang mungkin bisa menyebabkan gangguan pada otak.

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, serangkai pemeriksaan akan dijalani oleh pasien. Beberapa jenis pemeriksaan tersebut meliputi:

Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik

Dokter akan menanyakan gejala yang dialami oleh pasien. Baik pada yang bersangkutan maupun anggota keluarga.

Riwayat kesehatan pasien dan keluarga serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi juga akan ditanyakan. Dokter juga akan memeriksa tanda kerusakan saraf yang mungkin timbul.

Tes Darah

Untuk memastikan diagnosis dan menghapus kemungkinan penyakit lain, tes darah akan dianjurkan. Melalui tes ini, dokter akan mendeteksi:

- Seberapa cepat darah pasien menggumpal.

- Kadar gula darah.

- Nutrisi dan kadar senyawa kimia dalam darah.

- Ada atau tidaknya infeksi tertentu.

Pindai MRI atau CT scan

Sebuah alat akan digunakan untuk mendapatkan tampilan otak pasien secara terperinci. Jika ada kerusakan pada jaringan otak akibat stroke iskemik atau perdarahan, pindai MRI atau CT scan akan mendeteksinya.

USG Karotid

Prosedur ini menggunakan gelombang suara untuk menampilkan bagian dalam pembuluh arteri karotid pada leher. Langkah ini berfungsi mendeteksi adanya sumbatan di dalam pembuluh darah arteri karotid atau tidak.

Ekokardiogram

Dokter akan memakai alat yang memancarkan gelombang suara untuk menggambarkan kondisi dan struktur jantung secara rinci. Sekaligus untuk mencari faktor risiko stroke dari bagian jantung.

Cara Mengobati Stroke

Pengobatan yang cepat dan tepat akan menentukan tingkat kesembuhan. Langkah penanganan yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Untuk TIA

Meski gejala TIA tidak berlangsung lama dan dapat pulih dengan sendirinya, kondisi ini tetap membutuhkan penanganan di rumah sakit. Tujuannya adalah untuk mencegah kambuhnya serangan.

Obat-obatan yang diberikan umumnya adalah antiplatelet dan antikoagulan. Antiplatelet akan mencegah darah yang menggumpal. Sementara antikoagulan berfungsi mengurangi risiko penggumpalan protein.

Bila dibutuhkan, dokter akan menganjurkan endarterektomi. Pembedahan ini akan membersihkan penumpukan plak pada pembuluh arteri karotid leher.

Untuk Jenis Iskemik

Pengobatan jenis iskemik harus dilakukan secepat mungkin. Mengembalikan aliran darah ke otak adalah tujuan utamanya.

Bila pasien berhasil sampai ke rumah sakit dalam waktu 3 jam, dokter akan memberikan tissue plasminogen activator (TPA). Obat penghancur gumpalan ini akan diberikan melalui infus.

Namun kondisi pasien tetap menjadi pertimbangan utama. Dokter tidak bisa memberikan TPA jika pasien berisiko mengalami perdarahan pada otak.

Operasi juga mungkin akan menjadi alternatif. Berdasarkan jenis gumpalan darah yang terbentuk, ada 2 jenis prosedur yang mungkin digunakan.

Pertama, pembedahan untuk mengangkat atau menghancurkan gumpalan. Dan yang kedua adalah menggunakan kateter dan memasukkan obat-obatan pelunak gumpalan.

Namun kedua prosedur tersebut membutuhkan penelitian lebih lanjut. Terutama mengenai risikonya bagi pasien.

Untuk Jenis Hemoragik

Terdapat 2 tujuan utama dalam menangani jenis hemoragik. Tujuan pertama untuk menghentikan perdarahan dan yang kedua adalah mengurangi tekanan dalam otak.

Perdarahan akan dihentikan melalui pemberian obat penurun tekanan darah dan penghenti perdarahan. Obat pencegah kejang dan penurun tekanan dalam otak juga akan diberikan.

Khusus bagi pasien yang mengonsumsi obat antikoagulan, dokter akan memberikan infus berisi obat-obatan untuk menghambat fungsi antikoagulan terlebih dulu.

Pembedahan juga terkadang diperlukan. Melalui prosedur ini, dokter akan mengeluarkan darah dan memperbaiki pembuluh darah.

Setelah menjalani penanganan tersebut, pasien membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya. Karena itu, dibutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam menjalaninya.

Terapi fisik dan okupasi biasanya akan dijalani ketika kondisi pasien sudah cukup kuat untuk mengikutinya. Program rehabilitasi ini akan tetap dilanjutkan meski pasien sudah keluar dari rumah sakit.

Komplikasi Akibat Stroke

Tiap penderita akan mengalami kondisi yang berbeda-beda. Secara umum, ada sejumlah komplikasi yang bisa ditimbulkan oleh serangan ini. Kumpulan komplikasi tersebut meliputi:

Kehilangan fungsi otot motorik bagian-bagian tubuh tertentu.

Kesulitan menelan atau berbicara secara normal.

Gangguan fungsi otak, seperti kemampuan berpikir dan mengingat.

Gangguan emosional, contohnya depresi.

Rasa sakit atau kesemutan pada bagian-bagian tubuh yang terkena dampak stroke.

Menarik diri dari kehidupan sosial akibat kehilangan percaya diri karena keterbatasan kemampuan fisik.

Kesulitan dalam merawat diri sendiri.

Cara Mencegah Stroke

Ada berbagai langkah menyehatkan yang bisa diterapkan untuk menghindari serangan ini. Mulai dari pola makan yang lebih sehat hingga mengobati penyakit yang mempertinggi risikonya. Langkah apa saja yang bisa Anda terapkan?

  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang demi mendapatkan berat badan yang ideal.
  • Rutin berolahraga.
  • Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Jangan merokok.
  • Mengobati penyakit lain yang dialami, misalnya hipertensi, kolesterol tinggi, serta diabetes.
Komentar
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...