• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi

Serangan Jantung

Serangan jantung adalah kondisi yang disebabkan oleh tersumbat aliran darah yang mengandung oksigen ke pembuluh darah jantung dan ototnya. Dalam dunia medis, serangan ini disebut juga acute coronary syndrom (ACS).

Ini termasuk kondisi medis darurat yang membutuhkan penanganan medis secepatnya. Pada kasus terparah, keterlambatan penanganan bisa mengakibatkan kematian.

Seperti Apa Gejala Serangan Jantung?

Sebagian penderita mengalami gejala sebagai peringatan awal. Namun ada juga yang tidak. Apa saja gejala-gejala yang umumnya muncul?

  • Sesak napas.
  • Detak jantung tidak beraturan atau cepat.
  • Sensasi seperti ditekan, sesak, diremas, atau nyeri pada area dada maupun lengan.
  • Sensasi ini kemudian menyebar ke rahang, leher, dan punggung.
  • Berkeringat dingin.

Terkadang ada juga penderita yang mengalami gejala tambahan. Contohnya:

  • Sangat lemas.
  • Perut kembung.
  • Gangguan pencernaan.
  • Pusing.
  • Mual atau muntah.

Periksakan kondisi Anda ke rumah sakit jika mengalami gejala-gejala tersebut. Makin banyak indikasi yang Anda rasakan, maka potensi kondisi darurat ini akan makin tinggi.

Apa Penyebab Serangan Jantung?

Penyebabnya yang paling umum adalah aterosklerosis, yaitu penumpukan plak dalam pembuluh darah menuju jantung. Kondisi ini mengakibatkan penyumbatan sehingga darah tidak bisa memasuki jantung.

Di samping itu, terdapat berbagai gangguan kesehatan lain yang bisa mengakibatkan serangan jantung. Contohnya, penggumpalan darah dalam pembuluh darah maupun robeknya dinding pembuluh darah.

Anda juga sebaiknya mewaspadai sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Jenis kelamin. Pria lebih mungkin mengalaminya.
  • Faktor keturunan. Memiliki anggota keluarga yang mengalami penyakit jantung, hipertensi, diabetes, atau obesitas, dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami serangan pada jantung.
  • Usia. Seiring bertambahnya usia, risiko serangan jantung makin tinggi. terutama bagi mereka yang berusia di atas 65 tahun.
  • Mengalami obesitas akibat menjalani pola hidup yang kurang sehat.
  • Menderita kolesterol tinggi.
  • Terbiasa mengonsumsi minuman beralkohol dalam jangka panjang.
  • Merokok.
  • Stres.
  • Tidak berolahraga.

Proses Diagnosis Serangan Jantung

Pertama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pasien. Pola hidup yang dijalani juga akan ditanyakan.

Informasi mengenai riwayat keluarga dan pribadi pun akan menjadi bahan pertimbangan dokter. Dokter akan menyarankan serangkai tes yang lebih mendetail. Tes-tes tersebut umumnya berbeda-beda, tergantung pada kondisi dan penyebab yang dialami.

EKG (elekrokardiogram) merupakan tes yang umumnya dijalani oleh pasien. Melalui tes ini, dokter akan mengetahui aktivitas elektrik pada jantung pasien.

Ada atau tidaknya kerusakan pada otot jantung kemudian akan diperiksa. Pemeriksaan ini dilakukan melalui tes darah.

Untuk mendeteksi pembuluh darah mana yang mengalami penyumbatan atau gangguan lainnya, kateterisasi jantung akan dilakukan. Dokter akan memasukkan kateter dengan kamera di ujungnya ke pembuluh darah.

Lalu tinta berwarna akan dialirkan ke pembuluh darah. Cara ini akan memudahkan dokter untuk mengetahui apakah ada hambatan pada area tertentu akibat penyumbatan.

Cara Mengobati Serangan Jantung

Dokter akan memberikan penanganan dengan metode berlainan pada tiap pasien. Bisa melalui obat-obatan atau pembedahan.

Jenis obat yang akan diberikan juga bermacam-macam. Berikut obat yang umumnya diresepkan:

  • Nitrogliserin dan oksigen.
  • Obat pengencer darah, seperti antiplatelet dan antikoagulan.
  • Obat untuk menghancurkan penggumpalan.
  • Obat pereda rasa sakit.
  • Obat untuk menjaga tekanan darah.

Selain obat, pasien juga berkemungkinan membutuhkan operasi. 2 prosedur yang biasanya akan dijalani adalah:

Angioplasti dan Pemasangan Stent

Membersihkan penumpukan plak di pembuluh darah dengan memasukkan balon. Balon tersebut akan melebarkan rongga pembuluh sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.

Tabung khusus atau stent kemudian dimasukkan ke arteri. Stent akan menjaga agar rongga pembuluh arteri tetap terbuka setelah angioplasti.

Bedah Bypass

Mengalihkan aliran darah dan menghindari area yang tersumbat.

Risiko Komplikasi Akibat Serangan Jantung

Salah satu gejala kondisi medis yang darurat ini, yaitu detak jantung yang tidak teratur, dapat menyebabkan aritmia. Jika bertambah parah, aritmia bisa mengancam keselamatan penderita karena jaringan jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

Gagal jantung pun bisa mengancam pasien. Ini terjadi ketika banyak jaringan jantung rusak parah dan otot tidak mampu lagi memompa darah.

Komplikasi selanjutnya adalah robeknya organ jantung dan gangguan katup. Robekan pada jantung akan menciptakan lubang, sementara kerusakan katup bisa menyebabkan kebocoran. Kedua kompilikasi ini akan berakibat fatal.

Cara Mencegah Serangan Jantung

Mencegah kondisi mematikan ini seharusnya dimulai dari sekarang dan berkelanjutan. Berikut cara-caranya:

Cegah dengan Konsumsi Obat-obatan

Ikuti saran dan peringatan dari dokter. Ini akan membantu Anda mencegah kekambuhan.

Pastikan Anda mengonsumsi obat-obatan sesuai resep dan dosis dari dokter. Langkah ini akan melancarkan fungsi jantung Anda.

Hindari Melalui Pola Hidup yang Lebih Sehat

Memperbaiki pola hidup menjadi lebih sehat dan seimbang adalah upaya pendukung sekaligus pencegahan yang tepat. Jangan merokok dan teraturlah berolahraga.

Anda juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bernutrisi agar berat badan terjaga pada angka ideal. Membatasi konsumsi minuman beralkohol pun akan turut menghindarkan Anda dari berbagai penyakit.

Apabila mengalami kondisi kesehatan lainnya, seperti diabetes atau hipertensi, perhatikanlah agar tidak bertambah buruk. Kedua penyakit ini bisa mempertinggi risiko serangan jantung.

Jangan lupa juga untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala. Ini akan membantu Anda untuk memantau kondisi fisik secara keseluruhan.

Komentar
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...