• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi

Rabun Dekat

Rabun dekat disebut juga dengan istilah hipermetropia atau hiperopia. Penyakit mata ini membuat penderita tidak mampu melihat objek atau benda pada jarak dekat dengan jelas. Sebaliknya, kualitas penglihatan penderita cenderung normal saat melihat jarak jauh.

Tingkat keparahan tiap penderita akan berbeda-beda. Kondisi yang parah ditandai dengan kemampuan seseorang yang yang hanya bisa melihat objek pada jarak yang sangat jauh.

Gejala Rabun Dekat

Gejala yang dialami tiap penderita pun bervariasi, tapi yang utama adalah pandangan yang kabur saat melihat benda-benda yang dekat. Apa saja indikasi lain yang umumnya dirasakan oleh penderita?

  • Harus memicingkan mata agar dapat melihat dengan jelas.
  • Mata terasa lelah atau muncul sakit kepala, terutama jika berusaha fokus pada sesuatu pada jarak dekat. Misalnya, membaca atau menatap layar komputer.
  • Mata terasa panas atau muncul rasa perih di sekitar mata.

Penyebab Rabun Dekat

Mata kita harus memfokuskan cahaya agar bisa melihat, lalu mengirimkan imej pada otak. Pada kondisi normal, kornea dan lensa mata akan memantulkan cahaya tepat ke retina.
Jika pantulan tersebut jatuh di belakang retina, pandangan jarak dekat Anda menjadi samar. Inilah yang dialami oleh penderita hipermetropia. Kondisi ini bisa disebabkan oleh ukuran mata yang lebih pendek dari normal.

Meski bisa dialami oleh siapa saja, kemunculan penyakit ini bisa dipengaruhi oleh pertambahan usia. Orang dewasa di atas 40 tahun berisiko lebih tinggi untuk mengalaminya.

Faktor keturunan juga kerap menjadi penyebabnya. Risiko hipermetropia pada seorang anak bisa meningkat bila orang tuanya mengalami gangguan yang sama.

Namun sebagian besar kondisi ini akan hilang seiring bertambahnya usia anak. Selama amsa pertumbuhannya, panjang bola mata anak masih bisa bertambah atau fleksibel.

Cara Mendiagnosis Rabun Dekat

Proses diagnosis penyakit mata ini sebaiknya dilakukan oleh dokter spesialis mata. Sebagai permulaan, dokter akan melakukan tes kualitas penglihatan menggunakan tabel huruf pada jarak-jarak yang berbeda.

Dokter kemudian memberikan obat tetes mata untuk membesarkan ukuran pupil atau anak mata. Langkah ini akan memudahkan pemeriksaan bagian belakang mata.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan meminta pasien untuk melihat objek tertentu melalui bebagai jenis lensa. Cara ini akan dilakukan hingga pasien mampu melihat objek dengan jelas.

Cara Mengobati Rabun Dekat

Untuk menangani gangguan mata ini, cara paling efektif adalah memakai kacamata dengan ukuran yang sesuai hasil pemeriksaan dari dokter mata. Lensa kontak juga bisa menjadi pilihan.

Sementara penderita anak-anak terkadang tidak membutuhkan penanganan khusus. Ini karena karena kondisi matanya kerap membaik seiring bertambahnya usia.

Penggunaan kacamata pada anak hanya dianjurkan bila kemampuan melihatnya benar-benar terganggu atau angka gangguan penglihatan yang jauh berbeda di antara kedua mata. Anak dengan mata juling juga dianjurkan mengenakannya.

Di samping kacamata dan lensa kontak, operasi LASIK bisa menjadi alternatif penanganan. Namun ingatlah bahwa prosedur ini menyimpan risiko komplikasi yang tidak sedikit. Contohnya, infeksi, mata kering, hingga koreksi yang tidak tepat.

Konsultasikanlah kondisi mata Anda dengan dokter spesialis mata. Dokter akan membantu Anda untuk memilih penanganan yang paling tepat.

Upaya untuk Mencegah Rabun Dekat

Gangguan mata ini termasuk penyakit yang tidak bisa dicegah. Meski begitu, terdapat sejumlah langkah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mata. Di antaranya meliputi:

  • Menjalani pemeriksaan mata secara rutin. Terutama bagi Anda yang berisiko tinggi mengalami gangguan pada mata, misalnya penderita diabetes.
  • Mengenali gejala-gejala rabun dekat dan menanganinya sedini mungkin.
  • Mengenakan kacamata atau lensa mata dengan ukuran yang tepat.
  • Melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet pada sinar matahari, contohnya memakai topi atau kacamata hitam saat bepergian.
  • Menggunakan pencahayaan dalam ruangan yang tepat. Misalnya, hindari menonton televisi di ruangan gelap.
Komentar
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...