• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi

Osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi dimana tulang menjadi keropos, rapuh, dan mudah patah. Kondisi ini terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun, dan umumnya baru diketahui ketika penderitanya mengalami patah tulang.

Penyakit ini bisa menyerang bagian tubuh manapun, namun lebih sering menyebabkan patah tulang pada tulang pergelangan tangan, tulang pinggul, serta tulang belakang. Osteoporosis biasanya menyerang orang-orang berusia berusia lanjut, khususnya wanita.

Apa Gejala Osteoporosis?

Pada tahap awal, kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala sama sekali. Gejala biasanya baru akan muncul ketika tulang keropos sudah memasuki tahap lanjut. Sejumlah tanda dan gejala tersebut bisa berupa:

  • Nyeri punggung, akibat kerusakan pada tulang belakang.
  • Tinggi badan yang berkurang seiring waktu.
  • Kuku yang lemah dan rapuh.
  • Mudah mengalami patah tulang.
  • Postur badan menjadi bungkuk.

Gejala-gejala yang muncul bisa makin parah jika kondisi ini sudah masuk ke tahap lanjut dan menyebabkan tulang makin keropos. Terlebih lagi bila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter ketika merasakan gejala yang janggal. Dengan diagnosis yang akurat, pengobatan pun bisa dijalani.

Apa Penyebab Osteoporosis?

Tulang yang sehat memiliki struktur berongga-rongga menyerupai sarang lebah. Osteoporosis menyebabkan jarak antar rongga itu melebar, sehingga tulang kehilangan kekuatan dan kepadatannya. Kondisi inilah yang menyebabkan tulang mudah patah. Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko gangguan tulang ini, antara lain:

Usia

Seiring bertambahnya usia, risiko terkena gangguan tulang ini akan ikut meningkat.

Jenis Kelamin

Wanita lebih berisiko terkena penyakit ini dibanding pria, terutama yang telah mengalami menopause.

Ras

Penyakit ini lebih berisiko dialami oleh orang dari ras Asia atau Kaukasia.

Postur Tubuh

Orang-orang bertubuh kecil memiliki potensi lebih tinggi terserang tulang keropos ini. Risiko tersebut diperkirakan muncul karena massa tulang mereka yang lebih kecil.

Faktor Keturunan

Seseorang lebih berisiko terkena penyakit ini bila memiliki anggota keluarga, terutama ayah dan ibu, yang pernah mengalami kondisi tulang yang sama.

Cara Mendiagnosis Osteoporosis

Secara umum, dokter akan mendiagnosis pasien dengan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik. Pada kasus tertentu, dokter mungkin akan meminta pasien menjalani tes darah untuk mengetahui penyebab di balik gangguan tulang ini.

Jika ada dugaan osteoporosis, dokter akan melakukan tes kepadatan tulang (Bone Mineral Density/BMD). Tes ini dilakukan dengan menggunakan X-ray untuk mengukur kepadatan tulang panggul, tulang belakang, dan tulang pergelangan tangan.

Melalui BMD, T-score pasien akan dihitung dengan satuan standar deviasi (SD). Berikut kriteria angka yang biasanya menjadi patokan:

  • T-score di atas -1 SD menyatakan kondisi kepadatan tulang yang normal.
  • T-score antara -1 dan -2,5 SD menggambarkan adanya penurunan pada kepadatan tulang.
  • T-score di bawah -2,5 SD adalah angka yang menyatakan pasien mengidap osteporosis.

Bila ingin memperkirakan angka risiko fraktur tulang yang Anda miliki, Anda bisa menggunakan FRAX. Program online ini diperutukkan bagi mereka yang berusia 40 hingga 90 tahun dalam menghitung risiko keretakan tulang untuk jangka waktu 10 tahun ke depan.

FRAX telah dikembangkan berdasarkan data dan kriteria yang dikumpulkan dari tiap negara. Anda bisa menggunakannya melalui laman FRAX ini.

Cara Mengobati Osteoporosis

Pilihan pengobatan terhadap tulang keropos akan disesuaikan dengan hasil tes BMD. Sejumlah faktor lain juga akan menjadi bahan pertimbangan, seperti jenis kelamin, usia, riwayat kesehatan, serta risiko patah tulang.

Pengobatan dilakukan dengan tujuan memperkuat tulang pasien. Di bawah ini adalah beberapa jenis penanganan yang mungkin dianjurkan:

Menggunakan Obat Bifosfonat

Contoh dari obat jenis ini terdiri dari alendronate, risedronate, ibandronate, dan zoledronic acid. Penggunaannya bisa menimbulkan efek samping seperti mual dan nyeri perut.

Agar terhindar dari efek samping yang berbahaya bagi tubuh, penggunaan bifosfonat harus dengan resep dokter agar dosisnya sesuai kebutuhan pasien.

Terapi Hormon

Pasien wanita, khususnya yang telah menopause, dianjurkan untuk menjalani terapi penggantian hormon estrogen yang produksinya sudah menurun. Selain meringankan gejala menopause, terapi ini bisa mempertahankan kepadatan tulang sekaligus menurunkan risiko patah tulang.

Meski demikian, penggunaan estrogen ini masih kontroversial karena dikatakan berpotensi meningkatkan risiko kanker rahim, kanker payudara, penggumpalan darah, serta penyakit jantung. Oleh sebab itu, diskusikan dulu risikonya dengan dokter sebelum menggunakannya.

Untuk menambah kepadatan tulang pada pasien pria, dokter mungkin akan memberikan terapi penambahan hormon testosteron.

Pengobatan Lain

Bila kedua pengobatan di atas tidak cocok bagi pasien, dokter akan menganjurkan penggunaan obat denosumab dan teriparatide. Kedua jenis obat ini diberikan melalui suntikan.

Denosumab bertujuan meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang. Sedangkan teriparatide berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tulang baru di area yang mengalami keropos.

Osteoporosis harus mendapatkan penanganan yang tepat. Sebab, kondisi ini bisa memicu sejumlah komplikasi, misalnya tulang belakang dan tulang panggul menjadi sangat lemah dan patah dengan mudah baik karena terjatuh maupun benturan.

Jika gangguan tulang ini dibiarkan tanpa penanganan dalam waktu yang lama, tubuh penderita perlahan-lahan akan bungkuk. Posturnya pun makin menyusut karena kerusakan yang terjadi pada tulang belakang.

Cara Mencegah Osteoporosis

Menjaga kesehatan tulang merupakan kunci utama untuk mencegah penyakit tulang ini. Beberapa langkah berikut bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan tulang:

  • Berolahraga secara teratur, minimal 2,5 jam setiap minggu. Olahraga yang disarankan adalah aerobik, angkat beban, berjalan, atau bersepeda.
  • Mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin D, minimal 10 mikrogram. Vitamin ini juga bisa didapat dari paparan sinar matahari di pagi hari.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D, misalnya susu, daging merah, minyak ikan, serta kuning telur.
  • Menerapkan pola hidup sehat, misalnya menghindari rokok dan alkohol. Tidak hanya osteporosis, keduanya bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit lain.
  • Menjaga agar berat badan agar berada pada angka ideal. Berat badan di bawah angka ideal dapat mempertinggi risiko osteoporisis, sementara beban berat badan yang berlebih bisa meningkatkan risiko terjadinya patah tulang.

Menjaga kesehatan sangat penting bila Anda ingin tetap bugar di masa tua. Pemeriksaan kesehatan secara berkala yang dilakukan oleh dokter juga termasuk krusial untuk dijalani.

Selain untuk memelihara kondisi fisik, pemeriksaan kesehatan dapat pula membantu Anda dalam mendeteksi gangguan medis secara dini agar pengobatan juga bisa segera dilakukan.

Komentar
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...