• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi

Gangguan Kecemasan Umum

Berbeda dengan cemas yang sesekali dirasakan, gangguan kecemasan umum muncul secara tidak terkendali, serta sering tanpa alasan yang masuk akal. Pengidap seolah-olah merasakan firasat buruk mengenai sesuatu hingga tidak sanggup menenangkan diri, padahal sebenarnya tidak ada yang perlu dicemaskan.

Masalah kejiwaan yang juga dikenal dengan istilah gangguan kecemasan menyeluruh ini bisa dialami beberapa kali dalam sehari dan terus berlanjut dalam hitungan bulan. Namun pengidap akan kesulitan menjelaskan detail kecemasan yang dirasakannya ketika ditanya.

Apa Saja Gejala Gangguan Kecemasan Umum?

Penderita umumnya mengkhawatirkan berbagai hal sekaligus atau bahkan tidak tahu apa yang menjadi sumber kecemasannya. Kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, setidaknya 6 bulan, dengan gejala-gejala yang biasa berupa:

  • Kelelahan.
  • Gangguan tidur, misalnya sulit tidur atau tidak bisa tidur nyenyak.
  • Mual.
  • Uring-uringan.
  • Sukar berkonsentrasi.
  • Gemetaran.
  • Otot yang tegang.
  • Tidak bisa relaks.
  • Gugup atau mudah kaget.
  • Takut dan tidak bisa mengambil keputusan.
  • Jantung berdebar-debar.
  • Sakit perut atau diare yang berulang kali terjadi.
  • Telapak tangan berkeringat.
  • Gangguan sistem saraf, seperti mati rasa atau kesemutan pada beberapa bagian tubuh.

Apabila rasa cemas Anda berkelanjutan dan diiringi oleh gejala-gejala di atas sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, periksakanlah diri Anda ke dokter, terutama dokter ahli jiwa (SpKJ). Diagnosis yang tepat dan penanganan yang akurat akan mengantar Anda pada kesembuhan.

Apa Penyebab Gangguan Kecemasan Umum?

Penyebab gangguan ini belum diketahui secara pasti. Kombinasi dari faktor lingkungan dan kondisi fisik dianggap bisa berpengaruh pada kemungkinan munculnya gangguan mental ini. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Jenis kelamin. Wanita memiliki risiko hingga 2 kali lebih tinggi untuk mengalami gangguan ini dibandingkan dengan pria.
  • Faktor keturunan, misalnya memiliki orang tua atau saudara kandung yang juga mengidap penyakit serupa.
  • Pernah mengalami kejadian buruk atau trauma, seperti kekerasan pada masa kanak-kanak.
  • Mempunyai kebiasaan yang dapat memperburuk tingkat kecemasan, misalnya konsumsi kafein atau merokok secara berlebihan dan kontinyu.
  • Pernah atau sedang stres, contohnya kesulitan finansial.
  • Adanya gangguan pada keseimbangan kimiawi otak.
  • Memiliki kepribadian yang rentan mengalami kecemasan, seperti penakut atau pemalu.

Cara Mendiagnosis Gangguan Kecemasan Umum

Sama seperti proses diagnosis penyakit pada umumnya, dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan (termasuk obat-obatan yang dikonsumsi). Demikian pula dengan pemeriksaan fisik, seperti detak jantung, suhu tubuh, koordinasi gerakan, dan lain-lain.

Kondisi kecemasan yang dirasakan tiap hari dan sudah berlangsung setidaknya 6 bulan, umumnya bisa menjadi indikasi seseorang yang mengalami gangguan mental ini. Bantuan dari dokter spesialis jiwa atau psikiater mungkin juga akan dibutuhkan dalam menentukan diagnosis yang tepat

Cara Mengobati Gangguan Kecemasan Umum

Gangguan mental ini sebaiknya segera ditangani karena dapat berdampak buruk pada pekerjaan maupun hubungan sosial pasien. Terdapat 2 metode utama yang dinilai efektif untuk mengatasinya, yaitu psikoterapi dan terapi obat-obatan.

Psikoterapi

Terapi relaksasi dan terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT) merupakan 2 jenis terapi yang umumnya dianjurkan.

Sesuai namanya, terapi relaksasi akan membantu pasien untuk menenangkan diri. Proses ini dilakukan dengan meminta pasien untuk membayangkan bahwa dirinya berada dalam situasi santai agar bisa relaks.

Sementara dalam CBT, pasien akan diajari untuk mengenali permasalahan di balik kecemasannya. Selanjutnya pasien akan belajar secara bertahap dalam mengubah pola pikir maupun perilaku dalam menghadapi kecemasan yang muncul.

Terapi Obat-obatan

Untuk mengatasi gejala fisik, seperti sakit perut atau ketegangan otot, dokter umumnya akan memberikan obat anticemas, yang biasanya berasal dari golongan benzodiazepine.

Obat anticemas hanya boleh digunakan untuk jangka pendek. Bila digunakan terus-menerus, obat ini berpotensi menimbulkan ketergantungan.

Sebagai terapi pengobatan jangka panjang, pasien akan diberi obat-obatan antidepresan, umumnya dari golongan SSRI (selective serotonine reuptake inhibitor). Dibutuhkan waktu beberapa minggu hingga efeknya bisa dirasakan oleh pasien.

Sangat disarankan bagi pasien untuk memeriksakan kondisi secara rutin guna mengantisipasi efek samping obat yang mungkin muncul.

Apa Gangguan Kecemasan Umum Bisa Dicegah?

Karena penyebab pastinya tidak diketahui, belum ada cara pencegahan yang akurat untuk gangguan ini. Meski begitu, beberapa langkah berikut mungkin bisa diterapkan guna meminimalkan dampak buruk dari kecemasan yang dirasakan:

  • Jangan membiarkan masalah berlarut-larut. Selesaikanlah perlahan-lahan hingga tuntas agar pikiran tidak kalut.
  • Menghindari pemakaian substansi yang bisa memancing kecanduan, misalnya kafein, nikotin, minuman keras, maupun obat-obatan terlarang.
  • Mengatur prioritas dalam hidup agar bisa diatasi satu per satu.
  • Mencatat semua kejadian atau permasalahan yang memicu munculnya kecemasan. Catatan ini mungkin bisa membantu dokter untuk mendeteksi penyebab sekaligus metode penanganan yang tepat untuk Anda.

Jika merasa kecemasan Anda sudah berlebihan, jangan membiarkannya hingga bertambah berat dan segera periksakan diri ke dokter atau psikiater. Dengan penanganan yang tepat, Anda bisa mengalami perbaikan dari gangguan kejiwaan ini.

Komentar
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...