• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi

Gagal Jantung

Gagal jantung adalah kondisi ketika otot jantung tidak dapat memompa darah sebagaimana seharusnya. Gagal jantung sering juga disebut gagal jantung kongestif.

Beberapa faktor risiko gagal jantung antara lain tekanan darah tinggi atau penyempitan pembuluh darah arteri pada jantung. Hal ini yang kemudian dapat membuat jantung semakin lemah untuk memompa darah.

Penting untuk melakukan penanganan yang tepat pada penderita gagal jantung. Mulai dengan memperbaiki pola hidup menjadi lebih sehat contohnya dengan menghindari kebiasaan merokok, menjaga berat badan ideal, dan mengendalikan stres dengan lebih baik.

Sebelum terjadi gagal jantung, Anda dapat mencegah kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya, antara lain diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner.

Penyebab Gagal Jantung

Gagal jantung tidak jarang terjadi karena gangguan kesehatan lain yang mempengaruhi kondisi jantung. Selain otot jantung yang melemah, gagal jantung juga bisa disebabkan otot jantung mengeras.

Ada berbagai macam penyebab gangguan otot jantung sehingga terjadi gagal jantung, seperti :

  • Penyakit jantung koroner atau coronary artery disease (CAD). Pada penyakit ini terjadi penyempitan pada pembuluh darah arteri yang seharusnya memberi suplai darah ke otot jantung. Hal ini membuat otot jantung kekurangan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkannya.
  • Kardiomipati. Terjadi kerusakan otot jantung yang dapat disebabkan infeksi, konsumsi alkohol berlebihan atau penyalahgunaan obat-obatan.
  • Kondisi yang membuat jantung bekerja berlebihan. Beberapa penyakit seperti tekanan darah tinggi, gangguan katup jantung, gangguan ginjal, gangguan fungsi tiroid, serta penyakit jantung bawaan dapat memicu gagal jantung. Demikian juga, ketika penyakit-penyakit ini muncul secara bersamaan.
  • Serangan jantung. Hal ini terjadi ketika pembuluh darah arteri koroner sudah benar-benar tersumbat, sehingga aliran darah ke otot jantung terhenti. Serangan jantung dapat merusak otot jantung, dan meninggalkan jaringan parut yang membuat jantung tidak lagi bekerja optimal.

Mengenali Gejala Gagal Jantung

Gagal jantung bisa terjadi secara perlahan dalam jangka panjang (kronis), ataupun tiba-tiba (akut).

Beberapa gejala yang biasa ditunjukkan pada gagal jantung :

  • Kerap merasa lelah dan lemah.
  • Sesak napas ketika melakukan aktivitas atau berbaring.
  • Kemampuan berolahraga semakin menurun.
  • Detak jantung tidak beraturan.
  • Penumpukan cairan pada rongga perut (ascites).
  • Bengkak (edema) di tungkai bawah, sekitar pergelangan kaki dan kaki.
  • Batuk terus menerus dengan dahak berwarna putih atau kemerahan.
  • Sering buang air kecil pada malam hari.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Kenaikan berat badan karena penumpukan cairan tubuh.
  • Mual dan nafsu makan yang menurun.
  • Sesak napas yang tiba-tiba.
  • Nyeri dada juga dapat timbul jika gagal jantung dipicu oleh serangan jantung.

Jenis dan Tingkatan Gagal Jantung

Gagal jantung terdiri dari dua jenis yaitu :

  • Gangguan fungsi sistolik. Kondisi ini terjadi akibat otot jantung tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk berkontraksi, sehingga tubuh tidak mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen.
  • Gangguan fungsi diastolik. Terjadi ketika otot jantung berkontraksi dengan normal, namun bilik jantung tidak dapat mengembang atau relaksasi sebagaimana seharusnya. Sehingga terlalu sedikit darah yang masuk ke jantung.

Selain itu, gagal jantung juga memiliki tingkat keparahan yang terbagi dalam empat tingkat menurut New York Heart Association (NYHA) :

  • Tingkat I. Penderita tidak memiliki batasan untuk beraktivitas. Aktivitas sehari-hari tidak menyebabkan munculnya keluhan sesak napas, berdebar-debar, maupun kelelahan.
  • Tingkat II. Terdapat sedikit batasan dalam beraktivitas. Aktivitas sehari-hari dapat menyebabkan munculnya keluhan sesak napas, berdebar-debar, maupun kelelahan. Tetapi keluhan akan menghilang dengan beristirahat.
  • Tingkat III. Batasan dalam beraktivitas semakin nampak. Aktivitas ringan sekalipun dapat menyebabkan munculnya keluhan sesak napas, berdebar-debar, maupun kelelahan. Tetapi keluhan akan menghilang dengan beristirahat.
  • Tingkat IV. Gagal jantung tingkat akhir ini akan membuat penderita sulit untuk beraktivitas. Keluhan bahkan dapat tetap muncul pada saat beristirahat.

Cara Mendiagnosis Gagal Jantung

Untuk memastikan diagnosa gagal jantung, kemungkinan dokter akan memberi rekomendasi pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis jantung atau kardiolog.

Sebagai langkah pertama, akan dilakukan pemeriksaan fisik termasuk mendengarkan irama detak jantung dengan stetoskop. Jika dicurigai ada gangguan dari pemeriksaan awal, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan yang dapat mengetahui kondisi jantung.

Beberapa jenis tes jantung antara lain :

  • Echokardiografi. Dengan menggunakan gelombang suara, dokter dapat mengetahui struktur dan fungsi kontraksi jantung, serta mencari kelainan yang ada.
  • Elektrokardiografi (EKG). Alat ini dapat merekam irama jantung. Misalnya, ketika jantung terlalu cepat atau tidak teratur.
  • Rontgen Thorax. Dengan tes pencitraan tubuh bagian rongga dada ini, dokter dapat melihat gambaran jika ada pembengkakan dari jantung.
  • Tes darah. Dengan tes darah, maka dapat diketahui jika ada penyakit lain yang menyebabkan kondisi gagal jantung.
  • Tes Ketahanan Jantung (Stress Test). Tes ini digunakan untuk mengetahui seberapa baik kinerja jantung dalam kondisi stres atau tekanan yang berbeda.
  • CT Scan. Melalui pemeriksaan ini dapat terlihat gambaran jantung secara lebih terperinci.
  • Kateterisasi Jantung. Dokter akan memasukkan tabung kecil dalam pembuluh darah melalui paha atas, lengan atau pergelangan tangan. Prosedur ini mampu menunjukkan jika terjadi sumbatan pada pembuluh darah jantung.

Cara Mengobati Gagal Jantung

Penanganan gagal jantung terutama untuk mencegah kondisi tersebut memburuk, meringankan gejala sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Saat ini sudah ada beragam pilihan untuk mengobati gagal jantung. Umumnya pengobatan akan disertai dengan perubahan pola hidup lebih sehat serta monitor jantung secara teratur.

Obat yang diberikan oleh dokter untuk gagal jantung dapat terdiri dari satu jenis atau kombinasi dari beberapa jenis obat, sesuai dengan kondisi fisik pasien, tingkat keparahan, dan penyebab dasar kegagalan jantung. Obat yang mungkin diberikan antara lain :

  • ACE inhibitors.
  • Angiotensin II receptor blockers.
  • Beta-blocker.
  • Diuretik.
  • Antagonis aldosteron.
  • Digoksin.
  • Inotropik.

Ada kemungkinan gejala gagal jantung memburuk, sehingga perlu dilakukan rawat inap di rumah sakit. Jika terjadi demikian, dokter dapat memberikan obat tambahan serta oksigen tambahan untuk membantu pasien bernapas.

Apabila kondisi gagal jantung semakin parah, beberapa pilihan tindakan lain yang dapat dilakukan sesuai dengan kondisi fisik pasien dan penyebab dasarnya. Contohnya operasi bypass jantung, perbaikan katup jantung, pemasangan implan alat kardioverter-defibrilator, hingga transplantasi jantung.

Komentar
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...