• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi

Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah salah satu penyakit kronis atau jangka panjang. Sel-sel beta pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin sesuai jumlah yang dibutuhkan atau sel-sel tubuh penderita tidak bereaksi terhadap insulin.

Pada kondisi normal, organ pankreas akan memproduksi hormon insulin dalam jumlah sesuai kebutuhan tubuh. Hormon ini akan membantu tubuh memanfaatkan glukosa dari makanan dan mengubahnya menjadi energi.

Diabetes ini lebih umum terjadi dibandingkan dengan diabetes tipe 1. Sebagian besar diabetes yang diderita oleh orang dewasa termasuk tipe 2.

Penyebab Diabetes Tipe 2

Tubuh yang resisten terhadap insulin atau ketidakmampuan pankreas dalam memproduksi insulin yang dibutuhkan tubuh merupakan penyebab diabetes tipe ini. Masalahnya, penyebab pasti dari kedua gangguan tersebut belum diketahui hingga sekarang.

Para pakar menduga ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami diabetes tipe 2 ini. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Obesitas yang menjadi faktor utama yang berpotensi mempertinggi risiko diabetes tipe 2.
  • Pengaruh pertambahan usia. Risiko diabetes ini akan meningkat seiring bertambahnya usia seseorang, khususnya setelah melewati usia 45 tahun.
  • Penumpukan lemak pada perut. Makin banyak lemak yang terkumpul di perut, risiko Anda akan makin tinggi.
  • Kurang gerak. Malas berolahraga dapat meningkatkan risiko Anda.
  • Memiliki anggota keluarga yang menderita diabetes dengan tipe yang sama.
  • Mengidap prediabetes, yaitu kondisi dimana kadar gula darah lebih tinggi dari normal, namun belum sampai pada angka yang tergolong diabetes.
  • Mengalami diabetes gestasional. Bila seorang wanita pernah menderita diabetes ini saat hamil, kemungkinannya untuk mengalami diabetes tipe 2 akan lebih besar.

Apa Saja Gejala Diabetes Tipe 2?

Pada umumnya, gejala diabetes ini serupa dengan diabetes tipe lainnya. Indikasi utamanya adalah sering haus, buang air kecil, dan lapar. Biasanya disertai dengan:

  • Mulut kering.
  • Berat badan yang menurun.
  • Mengalami kelelahan.
  • Lemas.
  • Penglihatan yang kabur.
  • Luka sembuh lebih lama atau sering terkena infeksi.
  • Gatal di sekitar penis atau vagina.
  • Kerap Sakit kepala.
  • Beberapa bagian kulit berwarna agak kehitaman, terutama pada ketiak dan leher.

Periksakanlah diri Anda ke dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut. Diabetes tipe ini sebaiknya segera ditangani agar terhindar dari komplikasi yang bisa berujung serius.

Proses Diagnosis Diabetes Tipe 2

Jika dicurigai menderita diabetes jenis ini, dokter akan melakukan 2 jenis pemeriksaan berikut pada pasien:

  • Tes urine. Dokter akan meminta sampel urine pasien agar kadar glukosanya bisa diteliti. Urine yang normal seharusnya tidak mengandung glukosa.
  • Tes darah. Kadar gula darah dalam tubuh pasien akan diukur melalui sampel darah. Prosedur ini bisa melalui tes Hb1Ac serta tes gula darah puasa dan sewaktu.

Cara Mengobati Diabetes Tipe 2

Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan segaja jenis diabetes. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mengendalikan kadar gula darah penderita agar bisa senormal mungkin. Contohnya dengan:

Mengubah Gaya Hidup

Menerapkan pola makan yang sehat serta berolahraga secara rutin akan membantu penderita untuk menjaga agar berat badannya tidak naik. Dengan itu, kadar gula darah pun akan terkendali dan tidak meningkat pesat.

Terkadang ada sebagian penderita yang bisa menjaga kadar glukosanya pada angka normal dengan cara ini. Sehingga tidak membutuhkan penanganan lain.

Langkah ini juga bisa sekaligus dipakai sebagai upaya untuk mencegah diabetes jenis ini.

Pemberian Obat Diabetes dan Terapi Insulin

Diabetes termasuk penyakit kronis yang dapat memburuk seiring waktu. Penggunaan obat-obatan umumnya harus dilakukan oleh sebagian besar penderita sepanjang hidupnya.

Pengobatan bisa dilakukan dengan obat minum atau suntikan insulin. Contoh obat-obatan diabetes yang biasanya diberikan adalah metformin, glimepiride, serta gliquidone.

Komplikasi Akibat Diabetes Tipe 2

Penanganan yang benar dan sesegera mungkin sangat penting untuk penderita diabetes tipe ini. Bila dibiarkan, penderita dapat terkena berbagai komplikasi kesehatan yang meliputi:

  • Penyakit jantung, seperti angina, serangan jantung, serta stroke.
  • Kerusakan pada saraf. Kadar gula berlebihan merusak pembuluh darah halus pada saraf. Gangguan ini dapat berujung pada kerusakan saraf tepi, luka-luka pada kaki yang tidak kunjung sembuh, kerusakan pada retina mata, diare, sembelit, disfungsi ereksi, serta vagina yang kering.
  • Kerusakan ginjal.
  • Infeksi bakteri atau jamur, terutama pada kulit.
  • Keguguran dan kematian janin dalam kandungan.
Komentar
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...