• Penyakit
  • Obat
  • Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Konsultasi
  • Cari Rumah Sakit
  • Daftar
  • Masuk
  • Daftar
  • Masuk

Ibuprofen

Pengertian

Ibuprofen adalah salah satu obat anti-inflamasi non steroid yang bekerja memengaruhi enzim siklooksigenase sehingga pembentukan prostaglandin terhambat. Ibuprofen banyak digunakan sebagai obat penurun demam (antipiretik) dan antinyeri. Ibuprofen di pasaran tersedia dalam bentuk sediaan tablet, suspensi oral, kapsul, tablet kunyah, serbuk dan larutan injeksi.

Konsumsi ibuprofen jangka panjang atau dalam dosis besar dapat menimbulkan beragam efek samping. Untuk mengurangi terjadinya efek samping, ibuprofen sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau susu.

Bentuk Sediaan Ibuprofen

Tablet; Suspensi oral; Kapsul; Tablet Kunyah; Serbuk; Larutan Injeksi

Kekuatan Sediaan Ibuprofen

50 mg; 100 mg; 200 mg; 300 mg; 400 mg; 600 mg; 800 mg; 10 mg/mL; 20 mg/mL; 40 mg/mL; 100 mg/mL

Nama Dagang Ibuprofen

  • Aknil; Alaxan; Anafen; Anafen Forte; Arbupon; Arfen; Arthrifen; Arthrifen Forte; Arthrifen Plus; Axofen; Bigestan; Bimacyl; Bintang Toedjoe Puyer 16; Bodrex Extra; Brufen; Brufen Forte; Bufect; Bufect Forte; Bufen; Bufenol; Dofen Forte; Dolofen F; Etafen; Ethifen; Ehtifen Forte; Farsifen; Farsifen Plus; Febryn; Fenatic; Fenida; Fenkid; Fenris; Flurofen; Hufagripp Tmp
  • Ibol; Ibrosic; Ibufen; Ibufenz; Ibufenz Forte; Ibukal; Ibuprofen; Ifen; Inolin; Insic; Inufen; Iprox; Iremax; Lexaprofen; Liflamal; Mecoprofen; Medicol Advance Rx; Mimsone; Mixagrip Rhema; Mofen; Moris; Moris Forte; Neo Linucid; Neo Rheumacyl; Neo Rheumacyl Forte; Neo Rheumacyl Neuro; Neuralgin; Neuralgin Headache; Neuralgin Obat Sakit Kepala; Nofena; Nofena Kids; Novaxifen; OKB Galin
  • Oraprofen; Oraprofen Forte; Oskadon Extra; Ostarin; Ostarin Forte; Pamol Migra; Pamol Plus; Paramex Nyeri Otot; Procold Obat Sakit Kepala; Profen; Profen Forte; Profenal; Prointi; Proris; Proris Flavoritz; Proris Forte; Prosic; Prosinal; Provinas; Pyremol Cap 38
  • Ratnacap; Remasal Pro; Remastop; Remix Cap 38; Rhelafen; Rhelafen Forte; Salfenal; Salfenal Forte; Spedifen; Sudrex Joint & Muscle Pain; Tamaprofen; Tiafen; Tifalsic; Tikaren; Trobuges; Ultradolore; Xepafen; Xepafen Forte; Yariven; Zentarin

Kategori Ibuprofen

kegunaan ibuprofen

Nyeri saat haid (dismenore) dapat ditangani dengan mengonsumsi ibuprofen - OkayDoc

  • Obat Bebas Terbatas
  • Obat Keras (Sediaan Injeksi dan Ibuprofen Dosis Besar)

Klasifikasi Obat secara Farmakologi Ibuprofen

Anti-inflamasi non steroid (AINS)

Mekanisme kerja:

  • Ibuprofen bekerja sebagai penghambat nonselektif dari enzim siklooksigenase (cyclooxygenase) atau disingkat COX. Enzim siklooksigenase terlibat dalam pembentukan prostaglandin dan tromboksan.
  • Prostaglandin merupakan molekul yang terlibat dalam proses inflamasi dan reaksi demam sedangkan tromboksan merupakan molekul yang terlibat dalam proses agregasi platelet.

Kelas Obat Ibuprofen

Antipiretik; Anti-inflamasi; Antinyeri; Analgesik Non-Opioid

Indikasi Ibuprofen

  • Dismenore
  • Osteoartritis (OA)
  • Artritis Reumatoid (Rheumatoid Arthritis)
  • Nyeri
  • Demam
  • Artritis Reumatoid Juvenile (Juvenile Rheumatoid Arthritis)
  • Patent Ductus Arteriosus

Kegunaan Ibuprofen

  • Ibuprofen digunakan untuk menangani nyeri ringan sampai sedang seperti arthritis, nyeri pinggang, sakit kepala, migraine, nyeri otot atau sakit gigi serta mampu meredakan demam pada anak.

Rincian Dosis Ibuprofen

Dismenore

Tablet; Kapsul atau Serbuk

Dewasa

Dosis: 200-400 mg setiap 4-6 jam

Dosis maksimum: 3200 mg per hari (obat yang diresepkan dokter) dan 1200 mg per hari (untuk obat bebas)

Osteoartritis (OA)

Tablet; Kapsul atau Serbuk

Dewasa

Dosis: 400-800 mg, 3-4 kali per hari

Dosis maksimum: 3200 mg per hari

Artritis Reumatoid (Rheumatoid Arthritis)

Tablet; Kapsul atau Serbuk

Dewasa

Dosis: 400-800 mg, 3-4 kali per hari

Dosis maksimum: 3200 mg per hari

Nyeri

Larutan Injeksi Intravena

Anak-anak (< 12 tahun)

Dosis: 10 mg/kg setiap 4-6 jam sekali

Dosis maksimum: Dosis tunggal 400 mg; 40 mg/kg atau 2400 mg per hari

Anak-anak (12-17 tahun)

Dosis: 400 mg setiap 4-6 jam sekali

Dosis maksimum: 2400 mg per hari

Dewasa

Dosis: 400-800 mg setiap 6 jam sekali

Dosis maksimum: 3200 mg per hari

Suspensi Oral

Anak-anak (< 2 tahun)

Dosis: 10 mg/kg setiap 6-8 jam sekali

Dosis maksimum: 40 mg/kg/hari

Anak-anak (2-11 tahun)

Dosis: 5-10 mg/kg setiap 6-8 jam sekali

Dosis maksimum: 40 mg/kg/hari atau empat dosis per hari

Tablet Kunyah

Anak-anak (2-11 tahun)

Dosis: 5-10 mg/kg setiap 6-8 jam sekali

Dosis maksimum: 40 mg/kg/hari atau empat dosis per hari

Tablet dan Kapsul

Anak-anak (≥ 12 tahun)

Dosis awal: 200 mg setiap 4-6 jam

Dapat ditingkatkan hingga 400 mg setiap 4-6 jam

Dosis maksimum: 1200 mg per hari

Dewasa

Dosis: 200-400 mg setiap 4-6 jam sehari

Dosis maksimum: 3200 mg per hari (obat yang diresepkan dokter) dan 1200 mg per hari (obat bebas)

kegunaan ibuprofen

Ibuprofen dapat digunakan untuk menangani demam - OkayDoc

Demam

Larutan Injeksi Intravena

Anak-anak (≤ 12 tahun)

Dosis: 10 mg/kg setiap 4-6 jam sehari

Dosis maksimum: 400 mg (dosis tunggal); 40 mg/kg atau 2400 mg per hari

Dewasa

Dosis awal: 400 mg

Dosis selanjutnya: 100; 200 atau 400 mg setiap 4-6 jam

Dosis maksimum: 3200 mg per hari

Suspensi Oral

Anak-anak (6 bulan-2 tahun)

Dosis: 5 mg/kg setiap 6-8 jam untuk demam hingga 39,2 °C

Dosis: 10 mg/kg setiap 6-8 jam untuk demam lebih dari 39,2 °C

Dosis maksimum: 40 mg/kg/hari

Anak-anak (2-11 tahun)

Dosis: 5-10 mg/kg setiap 6-8 jam per hari

Dosis maksimum: 40 mg/kg/hari atau 4 dosis per hari

Tablet Kunyah

Anak-anak (2-11 tahun)

Dosis: 5-10 mg/kg setiap 6-8 jam

Dosis maksimum: 40 mg/kg/hari atau 4 dosis per hari

Tablet; Kapsul

Anak-anak (> 12 tahun)

Dosis awal: 200 mg setiap 4-6 hari

Dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg setiap 4-6 jam

Dosis maksimum: 1200 mg per hari

Dewasa

Dosis awal: 20 mg setiap 4-6 jam

Dapat ditingkatkan hingga 400 mg setiap 4-6 jam

Dosis maksimum: 1200 mg per hari

Artritis Reumatoid Juvenile (Juvenile Rheumatoid Arthritis)

Suspensi Oral

Anak-anak (> 6 bulan)

Dosis: 30-40 mg/kg per hari yang terbagi ke dalam 3-4 dosis

Gejala yang lebih ringan dapat digunakan dosis 20 mg/kg per hari

Dosis maksimum: 40 mg/kg per hari

Patent Ductus Arteriosus

Larutan Injeksi Intravena

Bayi dengan usia ≤ 32 minggu dengan berat badan 500-1500 gram

Diberikan 3 dosis berbeda dengan selang 24 jam yang diberikan melalui infus selama 15 menit.

Dosis awal: 10 mg/kg

Dua dosis berikutnya: 5 mg/kg

Perhatikan fungsi ginjal dari bayi, hentikan penggunaan obat apabila terjadi anuria atau oliguria.

Penggunaan Ibuprofen

  • Seperti obat-obat anti-inflamasi non-steroid (AINS) lain, ibuprofen memberikan efek samping terhadap saluran pencernaan.
  • Konsumsi ibuprofen bersamaan dengan makanan atau susu untuk mengurangi efek sampingnya terhadap sistem pencernaan.
  • Gunakan dosis efektif paling rendah dalam menangani nyeri dan demam yang Anda alami.
  • Hindari penggunaan ibuprofen jika Anda memiliki riwayat asma atau reaksi alergi terhadap penggunaan obat-obat AINS yang lain.
  • Ibuprofen dapat memberikan efek 1-2 jam setelah dikonsumsi.
  • Hindari konsumsi ibuprofen bersamaan dengan alkohol.

Efek Samping Ibuprofen

Sering terjadi

Nyeri di bagian perut, diare atau konstipasi, mulas, mual, muntah, bersendawa dan perut kembung; urin yang pekat dan penurunan jumlah urin; gatal-gatal, kulit pucat, ruam dan lesi pada kulit.

Nyeri dada, napas yang berderak, sesak napas; pembengkakan di wajah, jari, tangan, kaki dan sendi serta pendarahan yang tidak biasa.

Jarang terjadi

Kram perut, gangguan hematologi, syok anafilaksis; depresi dan bingung; neuritis optik, neuropati optik dan edema.

Sangat jarang terjadi

Gusi berdarah, sakit tenggorokan, kulit melepuh dan mengelupas; feses atau urin yang berdarah, sering buang air kecil, rasa terbakar di dada atau perut, meriang dan konstipasi; batuk dan bersuara serak.

Kesulitan menelan dan mulut kering; detak jantung yang tidak beraturan; rambut rontok; tekanan darah meningkat dan kehilangan nafsu makan; mimisan, mengi, titik-titik merah pada kulit dan kejang.

Keamanan Ibuprofen pada Kehamilan

Kategori C

  • Uji yang memadai dan terkendali pada hewan menunjukkan munculnya efek samping pada fetus.
  • Tidak terdapat uji yang memadai dan terkendali pada wanita hamil.
  • Penggunaannya harus melalui pertimbangan klinis yang ada dan serangkaian proses analisis perbandingan manfaat-risiko obat tersebut apabila dikonsumsi oleh wanita hamil.

Peringatan dan Perhatian Khusus Ibuprofen

diskusikan penggunaan ibuprofen jika Anda menderita asma

Penderita asma perlu mendiskusikan durasi dan dosis ibuprofen yang akan dikonsumsi kepada tim medis - OkayDoc

  • Konsultasikan penggunaan ibuprofen pada penderita penyakit kardiovaskular, gangguan hati, gangguan ginjal, gangguan pendarahan, hipertensi, gangguan pencernaan seperti tukak lambung; asma; retensi cairan atau penyakit jaringan seperti sindrom Marfan, lupus, dan sindrom Sjogren’s.
  • Konsumsi ibuprofen pada ibu hamil di usia kehamilan trimester ketiga dapat membahayakan janin.
  • Ibuprofen terdistribusi ke dalam ASI, penggunaannya pada ibu menyusui harus dikonsultasikan dengan dokter.
  • Konsultasikan penggunaan ibuprofen pada pasien usia lanjut dan bayi dengan usia di bawah 6 bulan.

Overdosis Ibuprofen

Gejala

  • Mual; muntah; nyeri epigastrik; diare; tinnitus; sakit kepala; pendarahan saluran pencernaan.
  • Pada kejadian yang lebih parah dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan ditandai dengan gejala vertigo, sakit kepala, depresi sistem pernapasan, kesulitan bernapas; mengantuk; kejang; hipotensi; hiperkalemia dan asidosis metabolik.

Penanganan

  • Monitoring fungsi vital kesadaran, tekanan darah, pernapasan dan detak jantung. Larikan segera ke rumah sakit terdekat apabila tanda-tanda efek samping yang fatal terjadi.
  • Berikan asupan oksigen yang cukup.
  • Penanganan awal dapat dilakukan dengan pemberian karbon aktif.
  • Jika terjadi kejang otot, berikan diazepam atau lorazepam injeksi.
  • Jika terjadi asma berikan obat-obat bronkodilator.

Interaksi Obat (Ibuprofen)

Aspirin; Warfarin; Kortikosteroid dan obat-obat selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI)

Meningkatkan risiko terjadinya pendarahan pada saluran pencernaan pada pengggunaannya bersama ibuprofen.

Obat-obat penghambat enzim Angiotensin-converting (Angiotensin-converting enzyme inhibitor)

Ibuprofen menurunkan efek antihipertensi dari obat-obat tersebut.

Litium; Metotreksat

Ibuprofen dapat meningkatkan toksisitas litium dan metotreksat di dalam tubuh.

Siklosporin; Takrolimus

Ibuprofen meningkatkan efek nefrotoksisitas dari siklosporin dan takrolimus.

Antasida

Antasida mengurangi penyerapan ibuprofen di dalam sistem tubuh.

Komentar
Konsultasi
Memuat...