• Penyakit
  • Obat
  • Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Konsultasi
  • Cari Rumah Sakit
  • Daftar
  • Masuk
  • Daftar
  • Masuk

Penyakit Celiac

Penyakit celiac adalah kondisi yang ditandai reaksi autoimun tubuh terhadap gluten. Gluten merupakan protein yang bisa ditemukan pada gandum serta tepung.

Pada tubuh penderita yang tidak sengaja mengonsumsi gluten, sistem imunnya akan menyerang usus halus dan merusak vili (struktur seperti jari-jari kecil yang melapisi dinding dalam usus halus).

Vili bertugas menyerap nutrisi dari makanan. Bila vili mengalami kerusakan, penderita akan berisiko mengalami malabsorbsi yang dapat berujung pada kekurangan gizi.

Apa Saja Gejala Penyakit Celiac?

Masing-masing penderita mengalami gejala yang berlainan. Terutama pada pengidap dewasa dan anak-anak.

Berikut tanda dan gejala yang bisa terjadi pada pengidap dewasa yang tidak sengaja mengonsumsi gluten:

  • Diare atau konstipasi.
  • Perut kembung.
  • Mual.
  • Dermatitis herpetiformis, yaitu ruam kulit (seperti melepuh) yang terasa gatal.
  • Anemia.
  • Sakit perut
  • Sakit kepala.
  • Lelah.
  • Nyeri otot atau tulang.
  • Penurunan berat badan.
  • Nyeri ulu hati.
  • Sariawan dalam mulut.
  • Kepadatan tulang yang menurun.

Diare atau konstipasi juga bisa dialami oleh penderita anak-anak dan biasanya disertai:

  • Perut yang kembung atau membengkak.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Penurunan berat badan.
  • Tinja berwarna pucat dan berbau busuk.

Segera periksakan diri Anda atau anak Anda ke dokter jika mengalami diare dan gangguan pencernaan, khususnya yang tidak kunjung membaik. Diagnosis yang akurat akan memberikan pengobatan yang tepat pula.

Apa yang Menyebabkan Penyakit Celiac?

Hingga saat ini, penyebab yang melatarbelakangi penyakit ini belum bisa dipastikan. Alasan kenapa sistem kekebalan tubuh penderita bereaksi negatif terhadap gluten dan menyerang vili pun tidak diketahui.

Para pakar menduga bahwa risiko penyakit ini dipengaruhi oleh genetik. Bila memiliki anggota keluarga yang mengidap penyakit celiac, risiko Anda akan bertambah. Kemungkinan Anda akan meningkat hingga 10 persen jika orang tua atau saudara kandung Anda mengidap penyakit yang sama.

Pernah mengidap infeksi virus, operasi, serta trauma emosional pun dianggap bisa memicu penyakit ini. Demikian pula dengan wanita pada pasca persalinan.

Penyakit celiac diduga lebih mungkin dialami oleh orang yang mengidap beberapa penyakit lain, seperti diabetes tipe 1, sindrom Down, penyakit Addison, sindrom turner, atau rheumatoid arthritis.

Langkah Diagnosis Penyakit Celiac

Pengidap akan mengalami kerusakan usus halus secara bertahap. Proses ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun dengan gejala yang berlainan sebelum seseorang menyadari bahwa dia mengidap penyakit ini.

Maka dari itu, dibutuhkan pemeriksaan medis secara lengkap agar diagnosis bisa dipastikan. Terdapat 2 jenis tes darah yang bisa dokter rekomendasikan, yaitu:

  • Tes serologi yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi tertentu yang menandakan adanya reaksi imun terhadap gluten.
  • Tes genetik guna menemukan antigen leukosit dan menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit ini.

Agar hasil diagnosis lebih akurat, pasien disarankan untuk menghentikan diet bebas gluten terlebih dahulu.

Untuk memastikan keakuratan dugaan penyakit celiac dari hasil tes darah, dokter akan melanjutkan pemeriksaan melalui endoskopi. Selang berkamera akan dimasukkan dari mulut pasien hingga ke usus guna mengambil sampel dari jaringan usus.

Bagaimana Cara Menangani Penyakit Celiac?

Sampai sekarang, belum ada obat-obatan yang bisa digunakan dalam menyembuhkan penyakit ini. Langkah utama penanganannya adalah dengan menghindari konsumsi semua bahan pangan yang mengandung gluten.

Contoh makanan yang mengandung gluten meliputi roti, kue, biskuit, pasta, sereal, dan banyak lagi. Minuman seperti bir pun bisa mengandung protein ini. Begitu juga dengan produk-produk lain, misalnya pasta gigi maupun obat-obatan.

Untuk penderita yang mengalami kekurangan gizi, dokter akan memberikan suplemen yang mengandung mineral serta vitamin. Jenis suplemen yang dianjurkan tentu saja yang bebas gluten.

Melalui konsultasi secara rutin ke dokter dan berkomitmen menjalani diet ketat yang bebas gluten, kondisi penderita diharapkan segera membaik dalam beberapa pekan.

Apa yang Terjadi jika Penyakit Celiac Tidak Ditangani?

Tanpa menjalani penanganan dengan tepat, pengidap berisiko mengalami berbagai komplikasi. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Malabsorsi dapat menyebabkan tubuh kekurangan gizi, penurunan kepadatan tulang, kekurangan kalsium, mandul, serta keguguran.
  • Munculnya kondisi intoleransi laktosa. Tidak hanya gluten, penderita dapat mengalami diare atau sakit perut setelah mengonsumsi produk susu yang mengandung laktosa, seperti susu, keju, dan banyak lagi.
  • Gangguan neurologi, seperti kejang.
  • Risiko kanker yang meningkat, termasuk limfoma usus dan kanker usus halus. Namun risiko komplikasi ini sangat jarang terjadi.
  • Kelahiran bayi dengan berat di bawah normal bila penyakit ini dialami oleh ibu hamil.
  • Pada anak-anak, dapat terjadi gangguan pertumbuhan dan tertundanya pubertas.

Dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, penderita niscaya dapat terbebas dari gejala penyakit ini. Kualitas hidupnya pun akan meningkat.

Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala gangguan pencernaan yang mencurigakan dan tidak kunjung membaik.

Komentar
Konsultasi
Memuat...