• Penyakit
  • Obat
  • Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Konsultasi
  • Cari Rumah Sakit
  • Daftar
  • Masuk
  • Daftar
  • Masuk

Diare

Diare adalah kondisi dimana seseorang buang air besar (BAB) dengan bentuk tinja yang encer, secara berulang kali (lebih dari 3 kali sehari). Kondisi ini sangat umum terjadi dan biasanya tidak berdampak serius.

Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari hingga 1 minggu. Jika terus berlangsung selama lebih dari itu, BAB encer ini menjadi pertanda dari penyakit yang lebih serius.

Selama mengalami gangguan pencernaan ini, tubuh juga akan kehilangan banyak cairan. Inilah yang bisa meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi.

Gejala Diare Selain Tinja yang Encer

Di samping kotoran yang cair, Anda juga bisa mengalami sejumlah indikasi yang meliputi:

  • Kram dan nyeri pada perut.
  • Perut kembung.
  • Demam.
  • Dorongan kuat untuk buang air besar.
  • Mual.

Kondisi ini dapat membahayakan jika terus dibiarkan. Terutama pada penderita bayi dan anak-anak. Segera hubungi dokter atau ke rumah sakit bila anak Anda mengalami:

  • Diare yang lebih dari 6 kali atau muntah lebih dari 3 kali dalam waktu 24 jam.
  • Diare yang disertai muntah.
  • Tinja encer disertai darah atau berwarna hitam.
  • Sakit perut yang parah atau tidak kunjung reda.
  • Dehidrasi yang ditandai dengan merasa sangat haus, urine berwarna gelap, pusing, mulut, bibir, dan mata yang kering, serta jarang buang air kecil.

Apa yang Bisa Menyebabkan Diare?

Terdapat berbagai faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini. Di antaranya adalah:

  • Virus, seperti norovirus atau rotavirus.
  • Bakteri dan parasit. Makanan dan minuman yang terkontaminasi dapat menjadi jalan masuknya bakteri dan parasit ke tubuh kita.
  • Efek samping metode pengobatan tertentu, seperti kemoterapi, radioterapi, obat pencahar, serta antibiotik.
  • Alergi makanan atau minuman, termasuk intoleransi laktosa (yang umumnya ada dalam produk susu) dan fruktosa (misalnya, pada madu atau buah).
  • Pemanis buatan, seperti sorbitol dan mannitol yang bisa ditemukan dalam permen karet dan produk bebas gula lainnya.
  • Pembedahan. Beberapa orang akan mengalami diare setelah menjalani prosedur operasi pada perut.
  • Gangguan pencernaan lain, seperti penyakit crohn, penyakit celiac.

Proses Diagnosis Diare

Sebagian besar penderita tidak perlu ke dokter. Penyakit ini biasanya bisa sembuh dalam waktu kurang dari seminggu. Namun jika mengalaminya lebih dari 7 hari, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter.

Selain pemeriksaan fisik, dokter akan meminta pasien menjalani beberapa tes untuk mendeteksi penyebab di balik kotoran encer yang terjadi. Tes-tes tersebut kemungkinan meliputi:

  • Tes darah. Melalui prosedur ini, dokter akan mendeteksi infeksi atau peradangan yang mungkin terjadi.
  • Pengambilan sampel tinja untuk diperiksa apakah ada bakteri atau parasit yang menjadi pemicu.
  • Kolonoskopi atau sigmoidoskopi guna memeriksa lapisan dalam usus besar sekaligus biopsi (pengambilan sampel).

Upaya Pengobatan Diare

Pada umumnya, penderita akan pulih dengan sendirinya. Hal utama yang harus dilakukan adalah memastikan tercukupinya asupan cairan.

Minum air putih, jus, maupun sup bisa Anda lakukan. Jika dibutuhkan, konsumsi oralit pun bisa menjadi pilihan untuk menggantikan elektrolit dan garam yang hilang dari tubuh.

Perhatikan juga makanan Anda. Pilihlah makanan yang ringan dengan porsi kecil, tapi sering. Contohnya, nasi putih serta lauk atau sayur yang direbus dan dikukus. Hindari makanan pedas dan berlemak.

Bila kondisi Anda tidak kunjung membaik, dokter biasanya akan menganjurkan langkah-langkah pengobatan berikut:

  • Mengonsumsi obat, contohnya obat antidiare atau pereda sakit untuk mengurangi gejala. Antibiotik hanya akan diberikan jika kondisi ini disebabkan oleh bakteri dan parasit.
  • Mengubah pola pengobatan, jika penyebabnya adalah efek samping konsumsi obat.
  • Mengonsumsi probiotik, yaitu bakteri baik yang akan mengembalikan keseimbangan pada saluran pencernaan. Anda bisa mendapatkannya dalam bentuk kapsul maupun cair. Ada juga sejumlah produk yogurt yang dilengkapi dengan kandungan probiotik.

Apa Diare Bisa Dicegah?

Menjaga kebersihan adalah langkah terpenting dalam menghindari kondisi ini. Anda bisa menerapkan langkah-langkah sederhana, seperti:

  • Membiasakan cuci tangan secara rutin dengan air bersih yang mengalir dan sabun. Khususnya sebelum dan sesudah makan atau menyiapkan makanan. Begitu juga setelah buang air kecil maupun besar. Jika tidak tersedia air bersih, Anda bisa menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol.
  • Menghindari konsumsi makanan mentah atau setengah matang.
  • Memastikan kebersihan air minum. Bila terpaksa minum dari kemasan, pilihlah kemasan yang masih tersegel dengan baik.
  • Jangan jajan di sembarang tempat, misalnya pedagang kaki lima.
  • Memilih dan mengonsumsi buah yang bisa dikupas, seperti jeruk dan apel.
  • Potong kuku agar tetap pendek dan rapi. Jika Anda memiliki kuku yang panjang, pastikan kebersihannya tetap terjaga.
  • Memberikan vaksin rotavirus untuk anak-anak.
Komentar
Konsultasi
Memuat...