• Penyakit
  • Obat
  • Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Konsultasi
  • Cari Rumah Sakit
  • Daftar
  • Masuk
  • Daftar
  • Masuk

Salicylic Acid

Apa itu Salicylic Acid?

Salicylic acid (asam salisilat) adalah suatu agen keratolitik atau sering disebut peeling agent yang digunakan dalam pengelupasan sel kulit mati.

Obat ini digunakan sebagai obat luar dan sering dikombinasikan dengan beberapa zat lain seperti benzoic acid, sulfur, camphor dan sebagainya tergantung pada tujuan pemakaiannya.

Obat lain yang juga digunakan dalam menangani masalah pada kulit adalah fluocinolone acetonide, namun tujuan penggunaan kedua obat ini berbeda. Sehingga perlu dikonsultasikan pada dokter masalah apa yang sebenarnya terjadi pada kulit Anda.

Informasi Obat Salicylic Acid

Kategori  Obat Bebas
Bentuk Obat Salep; Cairan Obat Luar; Gel
Nama Dagang Obat Salep Kulit 88; Erhalogy Pro Callus; Callusol; Salep Kulit Cap Kaki Tiga; Obat Kurap Cap Kaki Tiga; Afi Salep; Kalpanax; Salep 2-4; Antifungi DOEN; Obat Kurap Cap Kapak; Kutilos
Kandungan

3%; 4%; 6% dalam bentuk salep yang dikombinasi dengan benzoic acid, menthol atau sulfur

0,5%; 1%; 2%; 3%; 6% dalam bentuk cairan obat luar yang dikombinasi dengan lactic acid, benzoic acid, camphor atau povidone-iodine

2%; 6% dalam bentuk gel yang dikombinasi dengan lactic acid atau urea

Golongan Obat Agen Keratolitik
Kategori Kehamilan Kategori C (menurut FDA)
Kegunaan Digunakan sebagai obat luar untuk tujuan keratolitik, menangani jerawat dan masalah kulit lainnya yang terkait penebalan dan pengerasan lapisan kulit.

Kegunaan dan Dosis Salicylic Acid

kegunaan asam salisilat

Salah satu penggunaan salicylic acid adalah pada telapak kaki yang mengalami calluses atau kapalan - YesDoc

Obat ini digunakan dengan cara dioleskan pada bagian kulit yang membutuhkan seperti pada jerawat, kutil dan juga kapalan. Salah satu penyebab kutil adalah Human Papillomavirus (HPV), sementara penyebab kapalan adalah adanya tekanan atau gesekan berlebihan pada bagian kulit tertentu umumnya pada tumit.

Sebelum menggunakan obat ini, sebaiknya perlu ditanyakan terlebih dahulu pada dokter atau apoteker terkait cara menggunakan obat ini yang baik dan benar. Berikut adalah gambaran umum pemberian obat yang mungkin dilakukan dokter kepada Anda:

Hiperkeratosis

  • Hanya digunakan pada orang dewasa untuk mengatasi penebalan kulit berlebih.
  • Obat berbentuk salep, gel atau cairan obat luar.
  • Pada sediaan dengan kadar 1,8-3%, dosis untuk dewasa yaitu oleskan 1-4 kali sehari pada bagian kulit yang membutuhkan.
  • Konsultasikan penggunaan obat ini kepada dokter.
  • Dosis dan durasi pengobatan disesuaikan berdasarkan respon terapi dan pertimbangan dokter.
  • Hindari penggunaan obat ini pada bagian kulit yang mengalami radang atau luka.

Jerawat

  • Hanya digunakan pada orang dewasa.
  • Obat berbentuk salep, gel atau cairan obat luar.
  • Pada sediaan dengan kadar 0,5-2%, dosis untuk dewasa yaitu oleskan secara tipis 1-3 kali sehari pada bagian kulit yang membutuhkan.
  • Kurangi dosis menjadi 1 kali sehari bila terjadi pengelupasan kulit atau kulit menjadi kering.
  • Konsultasikan penggunaan obat ini kepada dokter.
  • Dosis dan durasi pengobatan disesuaikan berdasarkan respon terapi dan pertimbangan dokter.
  • Hindari penggunaan obat ini pada bagian kulit atau jerawat yang mengalami radang atau luka.

Kutil dan Kapalan

  • Hanya digunakan pada orang dewasa yang memiliki kutil atau kapalan.
  • Obat berbentuk salep, gel atau cairan obat luar.
  • Pada sediaan dengan kadar 5-17%, dosis untuk dewasa yaitu 1-2 kali sehari pada kutil atau kapalan, dioleskan secukupnya sampai menutupi kutil atau kapalan.
  • Durasi pengobatan untuk kutil dapat mencapai 12 minggu, untuk kapalan hingga 2 minggu.
  • Konsultasikan penggunaan obat ini kepada dokter.
  • Dosis dan durasi pengobatan disesuaikan berdasarkan respon terapi dan pertimbangan dokter.
  • Hindari penggunaan obat ini pada bagian kulit yang mengalami radang atau luka.

Psoriasis

  • Digunakan sebagai terapi adjuvan (pembantu) dalam mengatasi psoriasis.
  • Obat berbentuk salep, gel atau cairan obat luar.
  • Pada sediaan dengan kadar 2,5-3%, dosis untuk dewasa yaitu 3-4 kali sehari pada bagian kulit yang membutuhkan.
  • Konsultasikan penggunaan obat ini kepada dokter.
  • Dosis dan durasi pengobatan disesuaikan berdasarkan respon terapi dan pertimbangan dokter.
  • Hindari penggunaan obat ini pada bagian kulit yang mengalami radang atau luka.

Menggunakan Salicylic Acid dengan Benar

cara menggunakan salicylic acid dengan benar

Ketahui bagaimana cara penggunaan salicylic acid dengan baik dan benar – YesDoc

Obat ini digunakan dengan cara dioleskan pada kulit yang membutuhkan, sebelum menggunakannya pastikan kulit sudah bersih dan kering. Oleskan obat ini pada kulit, kemudian biarkan sampai kering selama kurang lebih 30 menit.

Bila obat terhapus sebelum kering, oleskan kembali pada daerah yang terhapus sebelumnya. Tanyakan pada dokter atau apoteker terkait bagaimana cara mengoleskannya dan perlakuan apa saja sebelum dan sesudah obat dioleskan, karena tiap pasien mungkin memiliki tingkat keparahan yang berbeda.

Agar tidak mengalami berbagai efek samping yang mengganggu, berikut rincian informasi terkait gunakan obat yang perlu Anda ketahui:

Kontraindikasi Salicylic Acid

Pasien dengan kondisi berikut sebaiknya tidak menggunakan obat ini:

  • Untuk tujuan pengobatan kutil dan kapalan, juga persiapan tindakan pengangkatan kutil dan kapalan, tidak boleh diberikan pada pasien dengan diabetes dan gangguan sirkulasi darah.
  • Penggunaan pada daerah kulit yang luas untuk jangka waktu yang lama.
  • Penggunaan untuk kutil di wajah atau kutil yang juga terdapat pertumbuhan rambut.
  • Penggunaan pada tanda lahir, mata, mulut, kulit pecah-pecah, luka, atau daerah anogenital (anus, penis/vagina).
  • Anak-anak.

Peringatan dan Perhatian Khusus Salicylic Acid

Kondisi di mana Anda membutuhkan kehati-hatian dan pengawasan dokter saat menggunakan obat ini:

  • Memiliki gangguan sirkulasi darah perifer.
  • Memiliki gangguan neuropati perifer yang signifikan.
  • Menderita gangguan fungsi ginjal atau hati.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Lanjut usia.

Penggunaan Salicylic Acid

Berikut rincian saran-saran penggunaan obat yang sebaiknya diperhatikan selama terapi:

  • Jangan menutup bagian kulit yang diolesi obat ini dengan perban atau semacamnya kecuali atas anjuran dokter.
  • Beritahukan efek samping yang sangat mengganggu pada dokter selama pengobatan.
  • Beritahukan pada dokter bila sedang hamil atau berencana akan hamil sebelum menggunakan obat ini.
  • Selalu beritahukan obat-obatan yang digunakan, alergi dan riwayat penyakit yang dimiliki pada dokter sebelum menggunakan obat ini.
  • Jangan mengoleskan obat pada daerah kulit secara luas, berlebihan atau dalam jangka waktu yang lama.
  • Bila akan menggunakan obat ini dengan obat topikal lainnya, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter atau apoteker.
  • Jika baru pertama kali menggunakan obat ini, cek terlebih dahulu apakah Anda memiliki alergi atau tidak pada obat ini dengan cara mengoleskannya pada kulit di tangan Anda, tunggu hingga 1-2 hari apakah kulit yang dioleskan sebelumnya mengalami reaksi alergi atau tidak. Bila tidak ada reaksi alergi maka obat dapat digunakan oleh Anda.

Berikut adalah cara menggunakan salicylic acid salep, gel atau cairan obat luar:

  • Gunakan obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter secara teratur.
  • Bersihkan dan keringkan kulit terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.
  • Tetap gunakan obat sesuai anjuran dokter. Baik dari segi dosis obat yang digunakan, hingga jangka waktu gunakan obat.
  • Lupa menggunakan obat: Segera gunakan begitu teringat!
  • Lupa menggunakan obat namun waktu gunakan obat berikutnya sudah dekat: Gunakan hanya satu dosis, jangan gandakan penggunaan obat karena dapat menimbulkan efek samping!
  • Asam salisilat dapat disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembab serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Keamanan Salicylic Acid pada Kehamilan

penggunaan asam salisilat pada ibu hamil

Penggunaan salicylic acid pada ibu hamil dan menyusui hanya atas pertimbangan dokter - YesDoc

Kategori C

  • Uji yang memadai dan terkendali pada hewan menunjukkan munculnya efek samping pada fetus.
  • Tidak terdapat uji yang memadai dan terkendali pada wanita hamil.
  • Penggunaannya harus melalui pertimbangan klinis yang ada dan serangkaian proses analisis perbandingan manfaat-risiko obat tersebut apabila digunakan oleh wanita hamil.

Contoh pertimbangan pemberian obat:

  • Kebutuhan obat dalam situasi yang mengancam jiwa ibu hamil.
  • Ibu hamil menderita penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat digunakan.

Mekanisme Kerja Salicylic Acid

Bagaimana obat ini bekerja dalam tubuhmu?

Salisilat

Mekanisme Kerja:

Asam salisilat bekerja dengan cara membuat sel epidermis lebih mudah terkelupas, mencegah pori-pori kulit tersumbat dan menyediakan ruang bagi sel kulit baru untuk tumbuh. Sel epidermis menjadi lebih mudah terkelupas akibat efek peningkatan hidrasi kulit dari salicylic acid.

Efek tersebut dapat menyebabkan sel tanduk pada epidermis mengembang dan menjadi lebih lembut sehingga bisa terkelupas. Pada konsentrasi tinggi, obat ini memiliki efek kaustik (memantulkan cahaya) sehingga kulit terlihat lebih mengilap. Obat ini juga memiliki efek antibakteri dan antijamur meskipun tergolong lemah.

Efek Setelah Menggunakan Salicylic Acid

efek samping asam salisilat

Efek samping yang paling sering muncul dari penggunaan salicylic acid adalah iritasi kulit - YesDoc

Selama menggunakan obat ini, efek lain yang tidak diinginkan mungkin saja terjadi. Efek ini disebut efek samping yang dapat muncul meskipun pada penggunaan obat yang benar.

Efek Samping Salicylic Acid

Berikut efek lain yang mungkin saja terjadi selama menggunakan obat ini:

  • Umum terjadi: Iritasi kulit, perih pada kulit, radang pada kulit, kulit kering, erosi kulit.
  • Jarang terjadi: Reaksi alergi, takipnea (napas menjadi cepat), pusing, sakit kepala, telinga berdengung.
  • Kemungkinan fatal: Syok anafilaksis.

Overdosis Salicylic Acid

Jika obat tidak digunakan sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter, Anda mungkin akan mengalami gejala overdosis.

  • Gejala overdosis: Gangguan pencernaan, takipnea, telinga berdengung
  • Penanganan overdosis: Penanganan bersifat mendukung fungsi normal organ vital seperti sistem pernapasan dan sistem peredaran darah serta menurunkan gejala yang muncul. Bersihkan kulit yang diolesi obat menggunakan sabun.

Interaksi Salicylic Acid Dengan Obat Lain

Walaupun obat ini sudah digunakan dengan dosis yang sesuai, namun toksisitas obat dapat meningkat jika digunakan bersamaan dengan obat lain.

Berikut daftar obat-obatan lain yang tidak boleh digunakan bersamaan obat ini:

  • Obat Retinoid Topikal (Isotretinoin, Tretinoin, Tazarotene)

Penggunaan bersama dapat menyebabkan kulit teriritasi dan kering.

Komentar
Konsultasi
Memuat...