• Penyakit
  • Obat
  • Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Konsultasi
  • Cari Rumah Sakit
  • Daftar
  • Masuk
  • Daftar
  • Masuk

Panduan Orang Tua Mencegah Obesitas pada Anak

Diverifikasi oleh dr. Graciela Audria

Obesitas pada anak menjadi polemik tersendiri di dalam masyarakat, terutama bagi orang tua. Bagaimana anak bisa mengalami obesitas atau kegemukan akan ditentukan oleh gaya hidup dan pola makan di kesehariannya. Benar saja jika dikatakan bahwa kegemukan bersifat genetik, tapi anak yang mengalami kegemukan tidak selalu diidentikkan dengan riwayat keluarga kandung yang mengalami kelebihan berat badan juga. Orang tua bisa mencegah anak mengalami kegemukan dengan cara mengajari pola makan yang sehat dan mengajaknya memperbanyak aktivitas fisik yang menyehatkan, misalnya rutin berolahraga di pagi atau sore hari.

Perlu diketahui bahwa anak-anak yang mengalami obesitas berkemungkinan besar untuk tetap mengalami obesitas pada usia dewasa. Kondisi ini tentu saja bukanlah sesuatu untuk dibanggakan sebagaimana penderita obesitas akan dihadapkan kepada meningkatnya risiko terserang penyakit pada usia yang lebih muda. 

Bagaimana Cara Orang Tua Menyikapi Anak yang Mengalami Obesitas?

mencegah obesitas pada anak sedini mungkin

Aktivitas olahraga di luar rumah adalah cara yang efektif mencegah obesitas pada anak

Orang tua adalah pihak pertama yang diharapkan dapat mendukung perkembangan anak menjadi lebih sehat. Dalam hal ini, orang tua harus senantiasa melakukan pendekatan yang bertujuan memberi dukungan kepada anak yang mengalami kegemukan sehingga dia bisa merasa percaya diri. Saat anak telah merasa nyaman, maka dengan sendirinya dia akan lebih membuka diri kepada percakapan dan berusaha menjaga kesehatan diri sendiri.

Luangkan waktu bersama anak untuk beraktivitas di luar ruangan bersama anak, seperti berenang atau sekadar jalan-jalan sore. Tidak apa-apa untuk membatasi waktu anak menghabiskan waktu menonton TV atau bermain video games karena terlalu banyak berdiam diri justru berisiko menjadikan anak menjadi kelebihan berat badan.
Pada masa-masa yang dijadwalkan, orang tua bisa berkonsultasi kepada dokter mengenai kondisi kesehatan anak secara umum. Dalam hal ini, dokter bisa merekomendasikan melakukan penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk mendapatkan gambaran berat badan anak.

Kalkulator Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk anak

Di rumah, orang tua bisa memanfaatkan alat penghitung IMT anak yang bisa didapatkan melalui aplikasi daring. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, orang tua bisa mengonsultasikan kondisi anak kepada dokter di klinik kesehatan atau rumah sakit. Pada dasarnya, hasil dari penghitungan IMT menjadi patokan bagi orang tua dalam menentukan angka keseimbangan IMT anak sekaligus melakukan penanganan obesitas pada anak.

Menangani Kondisi Anak Obesitas Dimulai dari Lingkungan Keluarga

mencegah obesitas pada anak dimulai dari lingkungan keluarga

Obesitas pada anak dapat dicegah dengan memberi pengetahuan tentang nutrisi kepada anak

Anak yang mengalami obesitas diakibatkan oleh tidak adanya pengawasan terhadap menu dan pola hidup anak. Berikan anak suatu pilihan menu yang baik bagi kesehatan mereka. Beberapa langkah yang orang tua bisa lakukan untuk mewujudkan hal ini, antara lain:

Meluangkan waktu bermain lebih banyak bersama-sama

Saat-saat bermain adalah hal yang krusial bagi anak karena pada waktu ini anak diberikan kebebasan untuk beraktivitas secara fisik. Kalori dan tenaga berlebihan yang didapatkan dari makan dan minum akan dibakar sambil dia bermain. Bentuk permainan yang disarankan adalah permainan di luar rumah, misalnya di taman. Di dalam rumah, batasi waktunya duduk di depan komputer terlalu lama.

Menjadikan diri sendiri sebagai contoh yang baik bagi anak

Salah satu cara mencegah obesitas pada anak dengan cara seperti ini. Anak Anda akan menirukan apa yang orang lebih dewasa lakukan. Sebagai orang tua, kita bisa mengajari mereka mengenai kebiasaan menjalani pola makan yang sehat. Misalnya, membiasakan mengonsumsi makan yang bergizi dan menghindari camilan gorengan yang mengandung lemak jenuh dan trans trans berlebihan.

Kelilingi anak dengan bahan-bahan makanan yang menyehatkan

Daripada membeli makanan siap saji, jauh lebih baik untuk memasak makanan sendiri. Dengan begitu, anak menjadi terbiasa untuk memilih bahan makanan sendiri yang lebih sehat. Sesekali, ajaklah anak untuk menentukan bahan makanan sehat untuk dihidangkan bersama anggota keluarga lainnya. Anak yang sedari kecil sudah terbiasa dengan lingkungan semacam ini, pada akhirnya akan menjadi lebih bertanggung jawab kepada kesehatannya sendiri di masa depan.
Melatih anak untuk lebih menghargai kesehatan diri sendiri dan keluarga akan membutuhkan kesabaran. Asalkan dilakukan secara berkelanjutan, aktivitas ini akan menjadi bagian dari rutinitas keluarga yang menyenangkan.

Obesitas pada Anak Berisiko kepada Kondisi-kondisi Ini

mencegah obesitas pada anak di kondisi-kondisi ini

Berat badan yang ideal pada anak menjadikan dirinya lebih aktif dan mampu berprestasi lebih maksimal

Dibandingkan dengan anak yang memiliki berat badan ideal, kelebihan berat badan menjadikan anak berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi pada usia yang lebih muda, seperti sleep apnea, diabetes tipe 2, gangguan persendian, dan gejala-gejala serangan jantung. Hal yang sama juga berlaku saat anak sudah beranjak dewasa. Risiko serangan penyakit turut menanti, misalnya sindrom metabolik, diabetes tipe 2, kanker, dan serangan jantung.

Selain itu, sekolah sebagai tempat menghabiskan waktu sehari-hari adalah lingkungan tempat anak bertemu dengan anak-anak lain dengan karakter dan sifat yang berbeda-beda. Postur tubuh yang dinilai mengalami kegemukan dikhawatirkan dapat mengganggu kepercayaan diri sehingga bisa menghambat dirinya untuk bergaul dengan teman-teman sebaya. Lebih jauh lagi, anak bisa mengalami depresi dan dijauhi teman-teman akibat ketidakmampuan mengembangkan diri di dalam pergaulan.

Mengantisipasi terjadinya obesitas pada anak harus dilakukan sejak dini. Sebagai tindakan pengawasan, orang tua bisa melakukan pemeriksaan kesehatan anak kepada dokter secara rutin. Namun sebelumnya, edukasi mengenai makanan yang bernutrisi adalah langkah yang perlu diutamakan di rumah.

 

Komentar
Artikel Terkait
Anak-anak
01 Jun 2018
4 Cara Mendukung Pertumbuhan Anak Secara Optimal
Venny Firstyani
Anak-anak
22 Jun 2018
Merawat Anak Penderita ADHD Tak Repot Lagi dengan Tips Ini
Diah Ayu Lestari
Anak-anak
25 Apr 2018
Mengasah Kreativitas Anak: Jangan Lupakan 8 Hal Ini
Veronica
Kebugaran
19 Jun 2018
Cegah Cedera dengan 6 Panduan Yoga untuk Pemula
Venny Firstyani
Olahraga Kehamilan
19 Sep 2017
Jenis Senam Hamil 1 Bulan dan Panduan Aman untuk Bunda
Asa Citra
Anak-anak
13 Oct 2017
Panduan Merawat Gigi Susu pada Anak
Asa Citra
Memuat...
Konsultasi
Memuat...