• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi
Filter
Reset Filter
Pasang
Jenis Penyakit
Harga
Brand
Rating
Urutkan
Termurah
Termahal
Terpopuler

Diverifikasi oleh

Pasien yang akan menjalani operasi besar atau korban kecelakaan yang kehilangan banyak darah, akan membutuhkan tambahan darah. Karena itu, prosedur transfusi darah dilakukan sebagai upaya menyelamatkan nyawa pasien. Bagaimanakah prosesnya?

Darah untuk transfusi didapatkan dari pendonor. Umumnya, pengambilan darah dari pendonor cukup aman dan hanya menimbulkan sedikit nyeri. Namun perlu diingat bahwa prosedur ini harus dilakukan oleh tenaga medis profesional untuk memastikan keamanannya. Untuk lebih jelasnya, simak seluk-beluknya di bawah ini!

Kenapa Transfusi Darah Dibutuhkan?

kenapa transfusi darah dibutuhkan?

Pasien yang menjalani operasi besar termasuk kalangan yang umumnya membutuhkan transfusi darah - OkayDoc

Selain menggantikan sel-sel darah merah yang hilang dari tubuh korban, prosedur medis ini bisa pula digunakan untuk memberikan bagian-bagian lain dari darah, misalnya sel darah merah, plasma, atau platelet.

Terdapat berbagai alasan dan kondisi yang menyebabkan seseorang memerlukan prosedur ini. Mulai dari perdarahan serius, gangguan kesehatan tertentu, (seperti anemia berat atau talasemia), maupun metode pengobatan kanker, seperti kemoterapi atau transplantasi sel punca (stem cell).

Apa yang Perlu Dilakukan Sebelum Menjalani Prosedur Ini?

transfusi-darah-pengambilan-sampel-darah-okaydoc.jpg

Petugas laboratorium akan mengabil sampel darah pasien untuk diperiksa golongan darah dan rhesusnya sebelum melakukan transfusi - OkayDoc

Untuk memastikan prosedur transfusi darah dapat berjalan dengan aman, beberapa hal berikut perlu kamu perhatikan:

  • Patuhi petunjuk dari tenaga medis profesional. Jika dokter atau perawat memintamu untuk berpuasa (tidak makan atau minum) sebelum transfusi dilakukan, ikutilah instruksi tersebut.
  • Jika pernah mengalami gatal-gatal, demam, atau pembengkakan ketika menyumbangkan darah, jangan lupa untuk memberitahukannya pada dokter. Kondisi ini kemungkinan dapat dicegah dengan obat-obatan pencegah reaksi alergi.
  • Ketahui golongan darahmu beserta rhesusnya. Dokter, perawat, atau petugas laboratorium akan mengambil sampel darah pasien untuk diperiksa. Golongan darah manusia terdiri dari A, B, AB, atau O. Sementara rhesus darah memiliki 2 jenis, yakni Rh positif dan Rh negatif. Pengecekan mendetail ini sangat penting untuk memastikan stok darah yang cocok dengan pasien.
  • Transfusi darah umumnya berlangsung selama 1-4 jam. Kamu bisa menanyakan mengenai apa yang boleh kamu lakukan selama durasi tersebut, misalnya membaca, main ponsel, atau menonton televisi.

Baca Juga: Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan

Seperti Apakah Prosedurnya?

prosedur transfusi darah

Darah akan masuk ke tubuh pasien melalui selang dan jarum, proses ini sejenis dengan infus - OkayDoc

Setelah golongan darah dan rhesus pasien diketahui dan semua peralatan sudah siap, prosedur berikut akan dilakukan:

  • Disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing, pasien boleh duduk atau berbaring.
  • Dokter atau perawat akan menusukkan jarum ke tangan atau lengan pasien. Jarum tersebut terhubung dengan selang yang tersambung ke kantong darah yang akan digunakan.
  • Darah kemudian akan berpindah dari dalam kantong, melewati selang, dan ke dalam tubuh pasien.

Selama menjalani proses ini, pasien diminta untuk tidak terlalu banyak bergerak agar tidak mengganggu aliran darah. Meski begitu, pasien boleh berbincang dengan teman atau kerabat. Aktivitas ringan lain juga boleh dilakukan selama tidak mengganggu, misalnya membaca buku atau main ponsel.

Tenaga medis akan terus memantau proses transfusi dan kondisi pasien, termasuk tekanan darah, suhu tubuh, maupun detak jantung. Terkadang pasien bisa mengalami ruam, demam ringan, atau menggigil ketika menjalani proses ini.

transfusi-darah-memar-okaydoc.jpg

Beberapa hari setelah transfusi, memar terkadang bisa muncul pada bagian yang ditusuk jarum - OkayDoc

Kamu tidak perlu cemas dan laporkanlah kondisimu pada perawat atau dokter agar kecepatan tranfusi bisa dikurangi. Paracetamol bisa pula diberikan untuk mengatasinya. Sebagian pasien mungkin akan mengalami memar disertai nyeri selama beberapa hari pada bagian yang ditusuk jarum.

Durasi proses ini akan bergantung dari volume darah yang diperlukan dan kondisi pasien. Umumnya, dibutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk menghabiskan satu kantong darah. Jika tidak ada keluhan dari pasien dan kondisinya stabil setelah transfusi selesai, pasien diperbolehkan pulang.

Meski demikian, segera hubungi dan konsultasikan ke dokter bila kamu mengalami sesak napas atau nyeri dada dan punggung dalam 24 jam setelah menjalani transfusi.

Apakah Terdapat Risiko di Balik Transfusi Darah?

resiko transfusi darah

Darah dari pendonor harus melalui serangkaian pemeriksaan agar aman digunakan untuk pasien yang membutuhkan - OkayDoc

Proses transfusi termasuk prosedur yang sangat aman. Setelah diterima dari pendonor, darah akan menjalani serangkaian pemeriksaan mendetail untuk mendeteksi:

  • Golongan darah dan rhesusnya.
  • Beragam penyakit yang menular melalui darah, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV.

Bila ada penyakit yang terdeteksi, darah tersebut akan dimusnahkan. Darah yang telah lolos tes tidak akan disimpan dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, Palang Merah Indonesia (PMI) kerap mengadakan acara donor darah secara berkala.

Orang yang mendonorkan darah juga tidak akan diterima secara sembarangan. Pendonor akan menjalani pemeriksaan kesehatan mendasar terlebih dulu ketika hendak menyumbangkan darah.

Meski demikian, pada kasus yang jarang, beberapa kondisi kesehatan berikut bisa terjadi akibat proses tranfusi:

1. Kelebihan Zat Besi

Kondisi ini dapat muncul bila seseorang menerima transfusi darah dalam jumlah besar. Penumpukan zat besi yang berlebihan dalam darah berpotensi merusak organ-organ vital pasien, termasuk jantung dan hati.

2. Kerusakan pada Paru-paru

Hingga saat ini, penyebab kerusakan paru-paru akibat transfusi darah belum diketahui secara pasti. Kondisi ini biasanya terjadi pada kira-kira 6 jam proses transfusi berlangsung. Kesulitan bernapas merupakan gejala utamanya.

risiko transfusi darah

Sakit dada merupakan salah satu tanda bila terjadi kerusakan paru-paru akibat transfusi darah - OkayDoc

3. Reaksi Hemolitik Akut dan Lambat

Kondisi serius ini bisa ditandai dengan mual, demam, menggigil, sakit dada, nyeri punggung, dan air seni berwarna gelap.

Bila reaksi ini terjadi secara akut (tiba-tiba) ketika transfusi berlangsung, proses pemberian darah akan dihentikan secepatnya. Namun reaksi ini terkadang baru muncul di atas 24 jam bahkan setelah beberapa hari, sehingga sulit disadari sampai jumlah sel-sel darah merah hanya tersisa sedikit dalam tubuh.

Gejala-gejala di atas muncul ketika darah yang masuk memiliki golongan darah yang berbeda atau tidak kompatibel dengan darah pasien. Sebagai akibatnya, sistem kekebalan tubuh akan menyerang sel-sel darah tersebut dan mengeluarkan substansi yang akan merusak ginjal.

4. Graft-Versus-Host Disease (GVHD)

Sel-sel darah putih dalam darah yang masuk bisa saja menyerang jaringan tubuh pasien. Orang dengan sistem imun yang lemah merupakan kalangan yang berisiko mengalami kondisi serius ini.

Demam, diare, dan munculnya ruam pada kulit disertai deskuamasi (pengelupasan kulit) adalah ciri-ciri dari GVHD. Umumnya, kondisi ini muncul dalam waktu 1 bulan setelah pasien menerima transfusi darah.

Baca Juga: Ini Syarat Donor Darah dan Tips Melakukannya agar Sukses

Menerima transfusi darah bisa menyelamatkan nyawa seseorang yang membutuhkannya. Proses ini juga terbilang sangat aman selama dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Walau begitu, proses transfusi ternyata tetap menyimpan segelintir risiko yang perlu menjadi pertimbangan. Berkonsultasi dengan dokter merupakan jalan terbaik sebelum kamu menjalani proses ini.

Berikan Komentar
Artikel Terkait
Kebugaran
8 Tips Ini Bantu Penderita Hepatitis B Bisa Tetap Sehat
Diah Ayu Lestari
03 Apr 2018
Kesehatan Bayi
Jadwal Imunisasi Bayi Bawah 1 Tahun yang Perlu Dilengkapi!
Riani Sjarief
15 Jun 2018
Gangguan Kesehatan
Mengenali Ciri-ciri Kelenjar Getah Bening yang Bermasalah
Dedi Irawan
05 Oct 2018
Gangguan Kesehatan
Lebih Berisiko, Ini 3 Gejala HIV Pada Wanita
Annisa Trimirasti
20 Oct 2017
Memuat...
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...