• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi
Filter
Reset Filter
Pasang
Jenis Penyakit
Harga
Brand
Rating
Urutkan
Termurah
Termahal
Terpopuler

Diverifikasi oleh

Selaput dara robek selama ini sering dikaitkan dengan status keperawanan seorang wanita. Padahal, penyebab robeknya jaringan ini tidak selalu terjadi akibat penetrasi seksual.

Beberapa wanita memiliki selaput dara yang lentur, sehingga memungkinkan penetrasi seksual tanpa perdarahan atau cedera. Selaput dara juga dapat robek karena olahraga tertentu, maupun kecelakaan.

Maka dari itu, agar kesalahpahaman mengenai selaput dara dapat dihindari, mari memahami lebih lanjut mengenai bagian vagina yang satu ini.

Apa itu Selaput Dara?

Selaput dara tidak menutupi bukaan vagina secara keseluruhan - OkayDoc

Selaput dara adalah lapisan jaringan tipis yang mengelilingi bukaan vagina. Bentuk selaput ini berbeda-beda pada setiap wanita. Meski begitu, sebagian besar selaput dara berbentuk seperti bulan sabit, yang memungkinkan keluarnya darah menstruasi.

Perbedaan bentuk selaput dara ini umumnya dipengaruhi oleh usia. Pada bayi baru lahir, lapisan terluar dari selaput dara masih tebal dan memiliki banyak pembuluh darah.

Pada anak perempuan yang belum mengalami pubertas, selaput dara menjadi tipis dan lebih rapuh karena belum banyaknya produksi estrogen. Jaringan ini kembali menebal dan lebih elastis saat menginjak usia remaja.

Pada wanita hamil, selaput dara berubah menjadi sangat tebal dan mengandung banyak glikogen. Lalu pada saat menopause, selaput dara kembali menipis karena menurunnya produksi estrogen dalam tubuh.

Selaput Dara Robek dan Keperawanan

Selaput dara robek tidak selalu berhubungan dengan keperawanan seseorang - OkayDoc

Kesalahpahaman mengenai selaput dara masih banyak terjadi. Sebagian besar dari kamu mungkin berpikir bahwa selaput dara menutupi seluruh pintu masuk ke vagina. Padahal, hal tersebut tidak tepat.

Umumnya selaput dara sudah mempunyai lubang yang cukup besar sebagai jalan keluar darah menstruasi. Beberapa wanita bahkan lahir dengan jaringan selaput dara yang sangat kecil sehingga terlihat seperti tidak memilikinya.

Namun, pada beberapa kasus langka, terdapat juga selaput dara yang menutupi seluruh bukaan vagina atau lubang pada selaput ini sangatlah kecil. Justru, pada kondisi ini diperlukan prosedur pembedahan untuk membuat saluran keluar bagi darah menstruasi.

Selaput dara dapat melebar ketika kamu pertama kali melakukan aktivitas seksual dengan penetrasi pada vagina. Pada beberapa orang, penetrasi tersebut memang dapat menimbulkan perdarahan dan rasa nyeri, namun hal ini tidak selalu terjadi.

Pasalnya, jika saat berhubungan seksual, wanita merasa rileks dan melakukan lubrikasi (pelicin) dengan baik, maka perdarahan dan rasa nyeri bisa saja tidak muncul. Maka dari itu, kondisi selaput dara sebenarnya tidak selalu berhubungan dengan keperawanan.

Penyebab Lain Robeknya Selaput Dara

Tidak seperti anggapan banyak orang, melakukan split tidak menyebabkan selaput dara robek - OkayDoc

Selain melakukan hubungan seksual, selaput dara juga dapat robek karena beberapa hal lain, di antaranya:

  • Melakukan olahraga berat
  • Masuknya objek asing seperti tampon dan jari ke vagina
  • Prosedur operasi
  • Kecelakaan, seperti jatuh di atas objek yang tajam

Tidak seperti banyak anggapan orang, berkuda ataupun melakukan posisi split tidak menyebabkan robeknya selaput dara. Kedua kegiatan ini hanya memberikan tekanan pada area selangkangan, namun tidak sampai memengaruhi kondisi selaput dara.

BACA JUGA
  • Fakta Seputar Tes Keperawanan yang Perlu Kamu Ketahui
  • Pentingnya Pendidikan Seksual bagi Anak Sejak Dini

Setelah mengetahui lebih jauh mengenai selaput dara, diharapkan kesalahpahaman seputar jaringan ini dapat segera berakhir. Sudah saatnya selaput dara robek tidak lagi dijadikan tolok ukur keperawanan seorang wanita.

Sumber

Hymen: Facts and Conseptions. https://www.researchgate.net/publication/260578888_Hymen_Facts_and_conceptions. Accessed on November 6th, 2018.

Types of Hymens. https://youngwomenshealth.org/2013/07/10/hymens/. Accessed on November 6th, 2018.

Virginity. https://www.plannedparenthood.org/learn/teens/sex/virginity. Accessed on November 6th, 2018.

The Hymen. http://www.pamf.org/teen/health/femalehealth/hymen.html. Accessed on November 6th, 2018.

What Can Make The Hymen Break?. https://youngwomenshealth.org/2013/07/31/hymen_break/. Accessed on November 6th, 2018.

Berikan Komentar
Artikel Terkait
Gangguan Kesehatan
Arti Warna Darah Haid yang Perlu Kamu Ketahui
Annisa Trimirasti
05 Nov 2018
Pasangan
Intip Foreplay yang Disukai Wanita dan Jadikan Ia Ratu
Dedi Irawan
16 Sep 2017
Organ Reproduksi
Fakta Seputar Tes Keperawanan yang Perlu Kamu Ketahui
Rabbani Haddawi
31 Oct 2018
Gangguan Kesehatan
Gejala dan Jenis Penyakit Thalasemia yang Perlu Kamu Waspadai
Nina Hertiwi
27 Oct 2018
Gangguan Kesehatan
6 Kelainan pada Otot yang Perlu Kamu Waspadai
Vivi Hermin
30 Sep 2018
Memuat...
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...