• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi
Filter
Reset Filter
Pasang
Jenis Penyakit
Harga
Brand
Rating
Urutkan
Termurah
Termahal
Terpopuler

Diverifikasi oleh

Bayi baru lahir dapat terlihat memiliki pandangan yang tidak fokus, bahkan matanya terkadang tampak juling. Mata juling pada bayi ini termasuk umum terjadi, tapi tetap ada kondisi-kondisi tertentu yang perlu Bunda waspadai.

Mata bayi yang sesekali terlihat juling bisa dianggap wajar jika dialami oleh bayi yang baru lahir hingga ia menginjak usia 4 bulan. Seiring perkembangannya, bayi akan belajar untuk mengendalikan otot matanya agar bisa bergerak secara bersamaan. Namun bagaimana jika kondisi ini terus berlanjut?

Mata Juling pada Bayi Usia 4 Bulan ke Atas

mata-juling-pada-bayi-normal-sebelum-usia-4-bulan-okaydoc.jpg

Strabismus merupakan gangguan mata yang terjadi akibat koordinasi buruk antara otot-otot bola mata, saraf, dan pengendaliannya dari otak - OkayDoc

Ketika bayi telah menginjak usia lebih dari 4 bulan, tapi matanya masih sering terlihat juling atau tampak tidak bisa bergerak secara sinkron, Buah Hati kemungkinan memang mengalami mata juling atau strabismus.

Strabismus adalah kondisi dimana posisi bola mata terlihat tidak sejajar atau tidak dapat bekerja secara serentak. Misalnya, mata kiri melihat ke depan, namun mata kanan bergerak ke samping.

Gangguan mata ini terjadi akibat koordinasi yang buruk antara otot-otot bola mata, saraf, dan pengendaliannya dari otak. Kondisi ini dapat muncul sebagai bawaan lahir maupun terbentuk selama pertumbuhan fisik anak.

Baca Juga: Bunda, Ini Dia Cara Mengobati Sakit Mata pada Bayi Sesuai Penyebabnya

Beberapa bayi juga dapat mengalami juling palsu (pseudostrabismus), yaitu kondisi dimana mata Si Kecil nampak juling ke arah dalam, tapi sesungguhnya sejajar. Hal ini umumnya merupakan ilusi optik akibat pangkal hidung yang terlalu lebar.

Untuk menentukan apakah Buah Hati benar-benar mengalami mata juling atau tidak, Bunda butuh bantuan dari dokter mata.

Faktor Penyebab Mata Juling pada Bayi

mata-juling-pada-bayi-akibat-down-syndrome-okaydoc.jpg

Bayi yang memiliki Down syndrome lebih berisiko untuk mengalami mata juling - OkayDoc

Jika bayi mengalami mata juling, kondisi ini tentu tidak terjadi begitu saja. Beberapa hal di bawah ini mungkin bisa menjadi pemicunya:

  • Faktor keturunan. Apabila ada anggota keluarga yang mengidap mata juling, kondisi yang sama juga bisa terjadi pada Si Kecil.
  • Gangguan penglihatan. Jika salah satu mata Si Kecil memiliki kemampuan penglihatan yang jauh lebih rendah dari mata satunya, otak cenderung malas untuk menggunakan mata tersebut.
  • Penyakit tertentu, seperti Down syndrome dan lumpuh otak (cerebral palsy).
  • Kelahiran prematur atau memiliki berat lahir di bawah normal. Kedua kondisi ini dapat meningkatkan risiko kemunculan mata juling.

Bagaimana Cara Mengatasi Juling?

mata-juling-pada-bayi-kacamata-okaydoc.jpg

Kacamata dengan lensa khusus dapat membantu membuat pandangan mata kembali lurus - OkayDoc

Mata juling umumnya terdeteksi saat anak berusia 1-4 tahun. Bila kondisi ini baru terjadi ketika anak menginjak usia 6 tahun, keadaan anak sebaiknya diperiksakan secara saksama agar kemungkinan adanya gangguan kesehatan lain bisa dihapus.

Penanganan secepatnya dibutuhkan oleh penderita mata juling. Semakin dini ditangani, tingkat kesembuhannya juga akan semakin tinggi. Jadi, lakukan penanganan sebelum Si Kecil menginjak usia 8 tahun. Pasalnya, koneksi antara mata dan otak seharusnya sudah terbentuk sempurna pada usia tersebut.

Secara umum, dokter akan menganjurkan beberapa pilihan di bawah untuk menangani mata juling:

1. Kacamata

Pada beberapa kasus, mata juling dapat ditangani hanya dengan memakai kacamata dengan lensa khusus. Secara perlahan-lahan, lensa khusus akan membantu agar pandangan mata penderita kembali lurus.

2. Penutup Mata (Eye Patch)

Bila kondisi juling disebabkan oleh perbedaan kemampuan penglihatan yang terlalu signifikan, pemakaian penutup mata mungkin dianjurkan. Alat ini akan dipasang pada mata yang penglihatannya lebih baik selama beberapa jam dalam sehari, secara rutin.

Langkah ini akan memaksa mata yang penglihatannya lebih lemah untuk lebih aktif dalam melihat. Dengan ini, otot-otot pada mata tersebut lama-kelamaan akan terlatih dan menjadi lebih kuat.

3. Operasi

Jika kedua cara di atas tidak memberikan hasil yang memuaskan, dokter kemungkinan akan menyarankan operasi. Dalam perosedur ini, otot mata yang bermasalah akan diperbaiki agar bisa menggerakan bola mata dengan normal.

Baca Juga: Penyebab Mata Gatal dan Cara Cepat Menanganinya!

Mata juling pada bayi terbilang umum bila dialami oleh bayi yang baru lahir hingga usia 4 bulan, dan hanya muncul sesekali. Jika kondisi ini terjadi secara konstan dan tidak berubah meski Si Kecil sudah melewati usia tersebut, Bunda sebaiknya berkonsultasi dan membawanya ke dokter mata.

Diagnosis dan penanganan sedini mungkin dibutuhkan untuk menyelamatkan indra penglihatan Buah Hati. Jadi, jangan sampai Bunda membiarkannya berlarut-larut, ya!

Berikan Komentar
Artikel Terkait
Kesehatan Bayi
Ini Bahaya Mengguncang Bayi yang Harus Bunda Ketahui!
Diah Ayu Lestari
05 Aug 2018
Memuat...
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...