• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi
Filter
Reset Filter
Pasang
Jenis Penyakit
Harga
Brand
Rating
Urutkan
Termurah
Termahal
Terpopuler

Diverifikasi oleh

Terdapat beberapa bahan pangan yang bisa memicu lonjakan kadar gula darah dalam tubuhmu, khususnya makanan dengan indeks glikemik tinggi. Untuk itu, ketahui apa saja jenisnya agar kamu cermat dalam mengonsumsinya!

Indeks glikemik (IG) adalah angka yang digunakan untuk mengukur kecepatan suatu makanan dalam meningkatkan kadar gula darah. Hal ini penting untuk diketahui karena tidak semua orang dapat memproses lonjakan ini dengan cepat dan stabil. Misalnya, pada penderita prediabetes, diabetes, sindrom metabolik, dan lainnya.

Jadi, mari pahami seluk-beluk indeks glikemik dan jenis makanan yang tinggi IG di bawah ini!

Kapan Makanan Dianggap Tinggi Indeks Glikemik?

makanan-dengan-indeks-glikemik-tinggi-nasi-putih-okaydoc.jpg

Nasi putih merupakan makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi - OkayDoc

Indeks glikemik pada setiap makanan berbeda-beda. Namun ada 3 kategori nilai IG yang umumnya digunakan dalam mengelompokkan makanan:

  • Indeks glikemik rendah = kurang dari 55.
  • Indeks glikemik sedang = 56 sampai 69.
  • Indeks glikemik tinggi = di atas 70.

Baca Juga: Kandungan Pemanis yang Baik untuk Penderita Diabetes

Untuk memudahkanmu, mari catat beberapa nilai IG dari ragam makanan berikut karena mungkin saja kamu kerap mengonsumsinya:

  • Gula, contohnya glukosa (103-106), sukrosa (65-69), madu (61-64), dan fruktosa (15-19).
  • Nasi putih: 73-77
  • Bubur dari beras: 79-87
  • Roti putih: 75-77
  • Buah yang dimakan langsung, seperti semangka (76-80), nanas (59-67), dan pisang (51-54).
  • Olahan umbi, seperti ubi jalar rebus (63-69), kentang goreng (63-68), dan kentang rebus (78-82).
  • Sereal, seperti oatmeal instan (79-82) dan sereal jagung atau cornflake (81-87).
  • Camilan, seperti cokelat (40-43), popcorn (65-68), minuman bersoda (59-62), keripik kentang (51-57), es krim (51-54), dan keripik jagung (72).

makanan-dengan-indeks-glikemik-tinggi-roti-putih-okaydoc.jpg

Mengonsumsi roti putih dapat meningkatkan kadar gula yang lebih tinggi karena indeks glikemiknya yang tinggi - OkayDoc

Semakin besar angka indeks glikemik dari suatu makanan, kemampuannya dalam meningkatkan kadar gula darah akan semakin tinggi. Contohnya, kadar gula darahmu bisa naik dengan lebih cepat ketika kamu mengonsumsi roti putih jika dibandingkan dengan pisang.

Jika kamu bingung untuk mengetahui indeks glikemik dari menumu, kamu bisa memanfaatkan informasi dari beragam situs maupun aplikasi kesehatan yang dewasa ini telah tersedia. Tapi pastikan kamu mendapatkannya dari situs dan aplikasi yang benar-benar terpercaya, ya.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Indeks Glikemik

makanan-dengan-indeks-glikemik-tinggi-proses-memasak-okaydoc.jpg

Proses memasak dapat mempengaruhi indeks glikemik yang ada pada makanan - OkayDoc

Selain kandungan asli dari suatu makanan, indeks glikemik juga dapat dipengaruhi oleh beberapa hal berikut:

1. Cara Memasak

Proses memasak dapat meningkatkan atau menurunkan indeks glikemik dalam makanan tertentu. Misalnya, bubur yang ternyata memiliki indeks glikemik lebih tinggi daripada nasi putih.

Penambahan serat dan cairan asam (seperti lemon dan cuka) bisa saja menurunkan indeks glikemik pada sejumlah makanan. Sementara memasak terlalu lama berpotensi meningkatkan nilai indeks glikemik dari makanan tertentu, contohnya, pasta.

2. Tingkat Kematangan

Khusus pada buah, tingkat kematangannya juga menentukan indeks glikemik di dalamnya. Semakin matang suatu buah, indeks glikemiknya biasanya akan meningkat.

3. Konsumsi Beberapa Jenis Makanan secara Bersamaan

Sama seperti proses memasak, faktor ini dapat meningkatkan atau menurunkan indeks glikemik. Bila terus mengonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi, kadar gula darah dalam tubuhmu tentu akan meningkat.

Oleh karena itu, alangkah baiknya bila kamu bisa mengombinasikan jenis makanan dengan indeks glikemik tinggi dan rendah agar lebih seimbang.

Di samping faktor-faktor di atas, usia, proses pencernaan, dan jenis aktivitas fisik yang kamu lakukan juga dapat memengaruhi reaksi tubuhmu terhadap karbohidrat. Seperti yang kita ketahui, penyerapan karbohidrat akan berdampak pada kadar gula darah.

Baca Juga: Aturan Menu Makanan untuk Penderita Gula Darah Rendah

Agar kesehatan terus terjaga, kamu perlu menerapkan pola makan yang seimbang. Salah satu caranya adalah memerhatikan dan membatasi konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi. Jika perlu, kamu juga bisa mengonsultasikan pola makanan yang baik dengan dokter maupun ahli gizi yang terpercaya.

Berikan Komentar
Artikel Terkait
Herba
6 Manfaat Goji Berry, Si Merah dengan Potensi Melimpah!
Annisa Trimirasti
04 Jul 2018
Gangguan Kesehatan
Yakin Kamu Bebas dari Penyebab Diabetes Melitus?
Maya Ligina
24 Nov 2017
Diet
Pahami Bahaya Diet Ketogenik Sebelum Kamu Mencobanya
Lenny Tan
19 Apr 2018
Gangguan Kesehatan
Benarkah Ada Ciri-Ciri Diabetes Kering?
Arif Gunawan
08 Oct 2017
Memuat...
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...