• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi
Filter
Reset Filter
Pasang
Jenis Penyakit
Harga
Brand
Rating
Urutkan
Termurah
Termahal
Terpopuler

Diverifikasi oleh

Sebagian besar penyakit kulit mungkin tergolong ringan. Namun, kelainan pada kulit yang bersifat langka bisa saja berdampak serius hingga membahayakan jiwa.

Kelainan kulit tersebut dapat bervariasi dari segi gejala, tingkat keparahan, maupun penyebab. Beberapa bisa disebabkan oleh kondisi tertentu meski beberapa yang lain tidak diketahui penyebabnya.

Karena tidak diketahui penyebabnya, pengobatan pun belum ditemukan. Agar lebih awas, kenali yuk berbagai kelainan kulit yang tidak dapat disembuhkan tersebut.

Epidermolisis Bulosa (EB)

kelainan pada kulit eb okaydoc

Anak yang menderita Epidermolisis Bulosa memiliki kulit yang sangat rapuh - OkayDoc

Dikenal pula sebagai butterfly skin, Epidermolisis Bulosa (EB) merupakan serangkaian kelainan langka yang menyebabkan kulit menjadi rapuh dan mudah melepuh. Luka lepuh umumnya timbul sebagai respons akibat cedera ringan, seperti panas, gesekan, ataupun goresan.

Kondisi langka ini biasanya bersifat genetik. Gen penyakit dapat diturunkan dari salah satu orang tua, kedua orang tua, atau sebagai bentuk mutasi baru yang kemudian bisa diturunkan kepada anak.

Beberapa gejala yang umum dialami penderita EB di antaranya:

  • Kulit rapuh yang mudah melepuh, khususnya di tangan dan kaki
  • Penebalan kulit di telapak tangan dan telapak kaki
  • Kulit tampak tipis
  • Kuku yang tampak menebal, atau pembentukannya tidak sempurna
  • Kulit kepala melepuh, timbul jaringan parut ataupun rambut rontok
  • Tampak luka lepuh di mulut dan kerongkongan
  • Muncul benjolan atau jerawat kecil berwarna putih pada kulit
  • Kulit terasa gatal dan nyeri
  • Timbul masalah gigi, misalnya gigi yang rapuh akibat email gigi tidak terbentuk sempurna
  • Sulit menelan

EB tidak dapat disembuhkan ataupun dicegah, meski kasus EB ringan bisa membaik seiring pertambahan usia. Penanganan yang diberikan kepada penderita lebih difokuskan untuk mengobati luka lepuh dan mencegah terbentuknya luka baru.

Gejala EB umumnya muncul sejak bayi ataupun usia anak. Maka dari itu, sebagai orang tua, kamu dapat berupaya mencegah infeksi dengan cara berikut:

  • Menangani dan menyentuh anak dengan lembut dan perlahan.
  • Menjaga kulit anak tetap lembap
  • Memakaikan anak pakaian berbahan lembut
  • Menjaga suhu rumah tetap sejuk
  • Mencegah anak menggaruk-garuk kulit, misalnya dengan rutin memotong kukunya
  • Berhati-hati saat mengganti popok. Kamu sebaiknya tidak menggunakan tisu basah untuk mencegah iritasi

Baca Juga: Kenali Fungsi Kulit Dan Cara Tepat Menjaga Kesehatannya

Harlequin Ichthyosis (HI)

kelainan pada kulit hi okaydoc

Harlequin Ichthyosis menyebabkan penebalan lapisan keratin kulit - OkayDoc

Harlequin Ichthyosis (HI) merupakan kelainan genetik yang menyebabkan penebalan lapisan keratin pada kulit bayi. Keratin adalah sejenis protein penyusun lapisan kulit yang terdapat pada rambut dan kuku. Pada penderita HI, pembentukan keratin pada kulit terjadi secara berlebihan, atau dikenal sebagai hiperkeratosis.

HI adalah kondisi genetik yang diturunkan secara resesif (lemah) dan hanya terjadi bila anak mewarisi kromosom yang rusak dari kedua orang tuanya. Anak yang hanya memiliki satu kromosom rusak akan menjadi carrier (pembawa). Oleh karena itu, kemungkinan seorang anak mengalami HI dari kedua orang tua pembawa hanya sekitar 25%.

Selain kulit menyerupai sisik yang dipisahkan dengan retakan akibat penebalan keratin, bayi yang lahir dengan kelainan ini juga mungkin mengalami gejala berikut:

  • Mata tampak seperti gumpalan berwarna merah darah karena kelopak mata tertutup oleh lempengan keras jaringan tanduk.
  • Mulut tampak terbuka lebar akibat tegangan pada kulit.
  • Telinga tidak tampak, atau terlihat seperti lipatan kecil.
  • Hidung hanya tampak seperti dua lubang kecil.
  • Bayi mengalami dehidrasi karena panas tubuh tidak dapat keluar akibat jaringan tanduk yang mengeras, serta menguapnya air dari celah antarlempengan kulit.
  • Bayi kesulitan bernapas karena lempengan kulit membatasi pergerakan dada.
  • Tangan dan kaki tidak dapat menekuk akibat tekanan dari lempengan kulit. Bayi juga bisa memiliki lebih dari lima jari.

Setelah beberapa minggu, lempengan tebal pada kulit bayi tersebut akan mengelupas. Pada periode ini, bayi perlu mengonsumsi antibiotik untuk mencegah infeksi.

Usai mengelupas, kulit bayi akan memerah, mengering, dan dapat dilapisi oleh kulit bersisik. Menangani kondisi ini, orang tua disarankan untuk memberikan pelembap kulit yang disarankan dokter. Waktu pemberian paling efektif adalah setelah mandi, yaitu saat kulit masih lembap.

Rosacea

kelainan pada kulit rosacea okaydoc

Rosacea dapat menimbulkan gejala menyerupai jerawat - OkayDoc

Seringkali keliru dianggap jerawat, rosacea adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya warna kemerahan di wajah dan pembuluh darah yang tampak melebar. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, tapi lebih banyak dialami oleh wanita paruh baya dengan kulit cerah.

Penyebab rosacea belum sepenuhnya diketahui. Namun, kombinasi faktor genetik dan lingkungan diyakini turut berperan. Riwayat keluarga, suhu ekstrem, cahaya matahari, kosmetik, bakteri, tungau, serta obat-obatan tertentu yang dapat melebarkan pembuluh darah disinyalir menjadi pemicu kondisi ini.

Selain kulit kemerahan, gejala lain seperti di bawah ini juga mungkin dialami penderita rosacea:

  • Masalah pada mata, seperti mata kering, bengkak, iritasi, ataupun kelopak mata memerah.
  • Munculnya benjolan menyerupai jerawat yang dapat mengeluarkan nanah. Kulitmu juga bisa terasa hangat dan lunak.
  • Terjadi penebalan kulit hidung sehingga hidung tampak membesar. Meski begitu, kondisi ini jarang terjadi.

Durasi penanganan kondisi ini akan bergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Untuk meringankan gejala selama proses penyembuhan tersebut, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan sebagai berikut:

  • Obat gel untuk mengurangi kemerahan yang bekerja dengan mempersempit pembuluh darah. Efek obat ini hanya sementara, sehingga perlu dikonsumsi secara teratur dalam beberapa jam.
  • Antibiotik oral untuk mengurangi bakteri dan melawan peradangan.
  • Obat untuk mengatasi benjolan yang menyerupai jerawat.

Baca Juga: 8 Penyakit Kulit Pada Bayi dan Tips Cepat Meredakannya!

Meskipun contoh kelainan pada kulit di atas tergolong langka, bukan berarti kondisi tersebut mustahil terjadi padamu. Mengenalinya sejak dini akan membantumu lebih cepat tanggap saat gejala muncul sehingga mendapatkan penanganan yang tepat.

Berikan Komentar
Artikel Terkait
Memuat...
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...