• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi
Filter
Reset Filter
Pasang
Jenis Penyakit
Harga
Brand
Rating
Urutkan
Termurah
Termahal
Terpopuler

Diverifikasi oleh

Komunikasi non-verbal adalah proses pertukaran informasi menggunakan tingkah laku. Manusia memiliki sensor non-verbal yang sangat kuat sehingga sedikit gerakan dapat membuat informasi atau emosi tersampaikan.

Komunikasi ini dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan cara informasi tersebut disampaikan. Misalnya, komunikasi non verbal menggunakan kontak mata akan dikelompokkan berbeda dengan gerakan sentuhan sebagai sarana komunikasi.

Walaupun dalam kelompok yang berbeda, jenis-jenis komunikasi non-verbal ini bekerja berdampingan satu sama lain dalam upaya menyampaikan suatu informasi dengan baik. Semakin lengkap, berikut adalah beberapa penjelasannya.

1. Kinesika

jenis-komunikasi-non-verbal-1.jpg

Mengacungkan ibu jari merupakan salah satu komunikasi non-verbal yang paling umum dilakukan - OkayDoc

Kinesika berasal dari kata kinesis yang berarti pergerakan. Jadi, komunikasi non-verbal dalam kelompok ini dilakukan menggunakan gerakan seperti isyarat tubuh (gesture), gerak kepala dan sikap badan, kontak mata serta ekspresi wajah.

Contoh sederhana komunikasi dengan isyarat tubuh adalah ketika kamu mengangkat ibu jari untuk menyatakan persetujuan atau menggerakkan tangan sesuai dengan ritme bicaramu.

Sedangkan komunikasi non verbal menggunakan gerakan kepala dan sikap badan yang biasa kita lakukan misalnya dengan mengangguk ketika setuju atau menaruh tangan di pinggang ketika berdiri untuk menunjukkan ketegasan.

Kontak mata sebagai alat komunikasi berfungsi untuk menyampaikan informasi hingga menjaga interaksi dengan lawan bicara.

Contoh sederhananya adalah ketika kita melakukan kontak mata dengan lawan bicara, kita menginformasikan bahwa kita sedang mendengarkan apa yang ia ucapkan.

Wajah adalah bagian tubuh paling ekspresif yang dimiliki manusia. Ekspresi wajah dapat menunjukkan perasaan marah, senang, sedih, takut dan emosi-emosi lainnya secara akurat.

2. Haptic

jenis-komunikasi-non-verbal-2.jpg

Sentuhan dapat memberikan isyarat tertentu kepada lawan bicara - OkayDoc

Haptic adalah komunikasi non-verbal menggunakan sentuhan. Sentuhan yang dilakukan saat sedang berinteraksi dapat menujukkan keramahan, ajakan, atau justru sebagai tanda bahaya.

Sentuhan dalam interaksi sehari-hari dapat digunakan dalam berbagai situasi. Misalnya dalam lingkungan sosial, berjabat tangan serta menepuk lengan dan bahu saat berinteraksi dapat memberikan informasi tertentu kepada lawan bicara.

Baca Juga : 5 Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri Ini Patut Kamu Coba

3. Vocal

jenis-komunikasi-non-verbal-4.jpg

Perbedaan nada suara dapat memberikan perbedaan makna - OkayDoc

Pada jenis ini, kata vocal bukan merujuk kepada kata-kata yang diucapkan namun lebih kepada aspek non-verbal dari proses bicara. Aspek tersebut biasa disebut dengan paralanguage.

Nada, kecepatan, hingga volume bicara termasuk di dalamnya. Aspek non-verbal ini memberikan konteks pada kata yang diucapkan.

Misalnya, volume suara yang tinggi biasanya digunakan untuk menyampaikan hal yang emosional. Dalam konteks yang berbeda, volume kecil yang dikombinasikan dengan ekspresi wajah tertentu juga dapat menunjukkan maksud secara efisien.

4. Proxemik

jenis-komunikasi-non-verbal-3.jpg

Komunikasi jarak paling dekat biasa dilakukan dengan keluarga,sahabat,dan pasangan - OkayDoc

Komunikasi non-verbal jenis ini mengacu pada jarak dan tempat saat melakukan interaksi. Jarak dan tempat interaksi dilakukan dibagi menjadi 4 zona, yaitu zona publik, sosial, personal, dan intim.

Semakin jauh atau dekat jarak antara kita dengan lawan bicara, maka interaksi yang berlangsung pun akan berbeda.

Pada zona publik di mana komunikasi dilakukan pada jarak sekitar 4 meter, interaksi yang terjadi biasanya formal dan tidak personal.

Sedangkan interaksi pada jarak kurang dari 1 meter pada zona intim biasanya hanya dilakukan dengan keluarga, teman terdekat atau pasangan.

5. Chronemics

jenis-komunikasi-non-verbal-5.jpg

Semakin menarik suatu percakapan, waktu akan terasa makin cepat - OkayDoc

Waktu dapat memengaruhi bagaimana komunikasi terjadi dan hal ini dimasukkan ke dalam komunikasi non-verbal jenis chronemics.

Misalnya, komunikasi yang dilakukan saat pagi hari butuh perhatian lebih agar informasi dapat disampaikan dengan baik karena umumnya kita belum sepenuhnya siap menghadapi hari.

Sebaliknya, saat kita melakukan interaksi atau komunikasi, suasana hati dan ketertarikan dapat memengaruhi bagaimana kita merasakan waktu.

Contohnya, ketika kita sedang berada dalam suatu forum yang membosankan, maka waktu akan terasa berjalan lebih lambat sedangkan apabila kegiatan yang dilakukan menyenangkan, waktu akan terasa lebih cepat terlewati.

Baca Juga : Ragam Manfaat Senyum, Usir Keriput Hingga Stres!

Komunikasi non-verbal merupakan aspek penting dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam membesarkan Buah Hati, aspek non-verbal seperti sentuhan dan pelukan sangat penting dilakukan sebagai penyampaian rasa sayang antara orang tua dan anak.

Contoh lain di mana aspek non-verbal sangat dibutuhkan adalah ketika memilih pasangan atau dalam merasakan bahaya. Maka diharapkan dengan mengetahui jenis komunikasi non-verbal, kita dapat menyampaikan dan memahami informasi dengan lebih baik.

Berikan Komentar
Artikel Terkait
Psikologi
Coba Jawab 24 Pertanyaan Tes Psikopat Ini Kalau Berani
Veronica
21 Sep 2018
Psikologi
3 Tujuan Tes Psikologi Kejiwaan yang Perlu Diketahui
Raditya Wardana
03 Jul 2017
Psikologi
6 Cara Mengatasi Kesepian agar Hidup Lebih Berwarna
Diah Ayu Lestari
24 Jul 2018
Memuat...
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...