• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi
Filter
Reset Filter
Pasang
Jenis Penyakit
Harga
Brand
Rating
Urutkan
Termurah
Termahal
Terpopuler

Diverifikasi oleh

Selama ini, kolesterol seringkali mendapat reputasi buruk. Padahal, tidak semua jenis kolesterol itu berdampak negatif bagi tubuhmu. Kenyataannya, kamu tidak bisa hidup tanpa zat yang satu ini lho.

Kolesterol telah ada dalam tubuh sejak lahir. Substansi bertekstur lunak mirip lilin ini berkontribusi dalam berbagai sistem tubuh agar berfungsi optimal. Kolesterol memiliki peranan penting dalam pembentukan dan pemeliharaan sel-sel dalam tubuhmu.

Selain itu, zat ini pun membantu membuat vitamin D, cairan empedu, juga beberapa hormon seperti kortisol, testosteron dan estrogen.

Mengenal Ragam Jenis Kolesterol dalam Tubuhmu

Kolesterol-JenisKolesterol-OkayDoc.jpg

Ada dua tipe kolesterol utama yaitu LDL dan HDL - OkayDoc

Untuk menjalankan tugas-tugasnya tersebut, kolesterol beredar di pembuluh darah namun tidak larut dalamnya. Zat ini diproduksi oleh hati ataupun didapatkan dari sajian yang kamu santap, dan diangkut oleh pembawa yang disebut lipoprotein.

Lipoprotein adalah senyawa yang pada bagian dalam terbuat dari lemak dan pada bagian luarnya terbuat dari protein. Ada dua jenis utama kolesterol dalam tubuh yang diangkut oleh lipoprotein yaitu LDL (low density lipoprotein) dan HDL (high density lipoprotein).

Total kolesterol dihitung dari jumlah LDL ditambah HDL dan 20% kadar trigliserida. Agar tetap sehat, kamu membutuhkan ketiganya namun dalam jumlah sesuai. Lebih jelas, berikut uraian mengenai tiga zat tersebut.

Kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein)

LemakTrans-JenisKolesterol-OkayDoc.jpg

Lemak trans termastuk tipe kolesterol jahat LDL - OkayDoc

LDL tergolong ringan dari sisi berat karena mengandung lebih banyak kolesterol daripada protein. Kolesterol inilah yang bergerak dalam aliran darah menuju sel-sel tubuh.

Sayangnya, bila ia terlalu banyak dan teroksidasi, LDL bisa memicu inflamasi kemudian menyebabkan penumpukan lemak di dinding-dinding pembuluh darah, membuat plak.

Penumpukan ini bisa menyebabkan pembuluh darah menjadi sempit (aterosklerosis) dan meningkatkan risiko penyakit jantung juga stroke. Berkat hal inilah kolesterol LDL mendapat julukannya sebagai kolesterol jahat.

Maka dari itu, kamu perlu menjaga kadar kolesterol jenis ini tetap rendah. Kolesterol ini banyak terkandung dalam lemak jenuh dan trans. Lemak trans adalah lemak buatan yang banyak digunakan dalam produk kemasan untuk mempertahankan durasi waktu simpan dan kekayaan rasa.

Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein)

LemakSehat-JenisKolesterol-OkayDoc.jpg

Proses penuaan pada jaringan kulit dapat menyebabkan mata terlihat sembab - OkayDoc

Berbeda dengan LDL, kolesterol HDL disebut sebagai kolesterol baik. HDL mengandung kadar protein lebih banyak sehingga molekulnya lebih berat. Para pakar percaya kolesterol ini berperan sebagai pembersih.

Pasalnya, kolesterol HDL berfungsi untuk membawa kolesterol kembali ke hati dari sel dan pembuluh darah, di mana kolesterol tersebut akan dipecah dan dibuang dari tubuh.

Tingginya kadar HDL juga disebut mengurangi risiko serangan jantung maupun stroke. Sayangnya, kolesterol HDL tidak sepenuhnya menyingkirkan seluruh kolesterol LDL yang menumpuk, namun hanya sepertiga hingga seperempatnya saja.

Baca Juga: 6 Makanan Kolesterol Tinggi yang Wajib Kamu Hindari

Trigliserida

Trigliserida adalah tipe lemak paling umum yang ada dalam tubuhmu. Zat ini bertugas menyimpan energi (kalori) berlebih dari sajian yang kamu konsumsi.

Trigliserida bukanlah jenis kolesterol namun kadarnya tetap dihitung pada tes total kolesterol karena berpengaruh. Pasalnya, bila kadar trigliserida dan LDL tinggi serta kadar HDL rendah, penumpukan plak di pembuluh darah lebih mudah terjadi.

Berapa Kadar Total Kolesterol yang Disebut Sehat?

KolesterolTinggi-JenisKolesterol-OkayDoc.jpg

Kadar total kolesterol dinilai berbahaya saat lebih tinggi dari 240mg/dL atau lebih - OkayDoc

Kamu perlu melakukan tes yang dinamakan profil lipid untuk mengecek kadar kolesterol darah. Untuk melakukan tes ini, kamu perlu berpuasa (tidak makan dan hanya minum air) selama 9-12 jam sebelum sampel darahmu diambil untuk diuji di laboratorium.

Kadar total kolesterol dinyatakan dalam ukuran miligram (mg) per desiliter (dL) darah. Berikut adalah batas aman dan berbahaya kadar kolesterol darah:

  • Nilai ideal bila kurang dari 200mg/dL dengan kadar LDL setidaknya 160mg/dL atau kurang dan kadar HDL paling tidak 35mg/dL atau lebih.
  • Hati-hati, batas bahaya bila kadar total kolesterol adalah 200-239mg/dL
  • Berbahaya, kolesterol tinggi jika kadar total kolesterol adalah 240mg/dL atau lebih

Setiap orang sebaiknya melakukan uji ini sejak usia 20 tahun dan setiap 5 tahun setelahnya sebagai upaya pencegahan dini untuk beragam penyakit termasuk diabetes dan penyakit jantung.

Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Kolesterol Baik yang Aman Bagi Tubuh!

Ada dua jenis kolesterol utama dalam tubuh yaitu kolesterol jahat LDL dan kolesterol baik HDL. Keduanya dibutuhkan meski kadarnya perlu dijaga agar tubuh berfungsi optimal. Maka dari itu, yuk lakukan tes kolesterol darah secara berkala sebagai upaya menjaga kesehatan tubuhmu!

Berikan Komentar
Artikel Terkait
Diet
6 Makanan Kolesterol Tinggi yang Wajib Kamu Hindari
Lathiva Rosyida
03 May 2018
Herba
4 Makanan Enak yang Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Kevin Jonathan
07 Apr 2018
Diet
6 Makanan Kolesterol Tinggi yang Wajib Kamu Hindari
Lathiva Rosyida
03 May 2018
Pengobatan
4 Cara Alami Menurunkan Kolesterol dengan Sukses
Veronica
28 Apr 2018
Kebugaran
Yakin Kamu Punya Kadar Kolesterol Normal? Simak Ini Dulu!
Maya Ligina
16 Oct 2018
Memuat...
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...