• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi
Filter
Reset Filter
Pasang
Jenis Penyakit
Harga
Brand
Rating
Urutkan
Termurah
Termahal
Terpopuler

Diverifikasi oleh

Gatal pada kemaluan umumnya dapat disebabkan penyakit menular seksual, stress, ataupun gangguan pada kulit. Meski dapat menjadi gejala kanker vulva, tetapi umumnya kondisi ini bukan mengindikasikan situasi parah.

Umumnya gatal pada kemaluan wanita dapat reda dengan sendirinya. Namun Anda tetap harus memeriksakannya ke dokter jika gatal pada kemaluan tidak kunjung reda atau diduga ada penyakit lain yang melatarbelakangi.

Kenali beberapa penyebab yang dapat memicu gatal pada kemaluan wanita di bawah ini agar dapat menanganinya dengan tepat.

Infeksi Jamur

gatal-pada-kemaluan-isi1-OkayDoc.jpg

Pertumbuhan jamur yang berlebihan pada vagina bisa menyebabkan infeksi - OkayDoc

Jamur secara normal ada dalam vagina dan tidak menyebabkan gangguan. Tetapi dalam situasi tertentu kadar jamur berlebih dapat menyebabkan infeksi. Kondisi yang dapat terjadi pada 3 dari 4 wanita ini sering dialami setelah seseorang mengonsumsi antibiotik. Antibiotik ini tak hanya menghancurkan bakteri buruk, tapi juga bakteri baik. Padahal bakteri baik diperlukan untuk menjaga keseimbangan lingkungan dalam vagina.

Vaginosis Bakteri

gatal-pada-kemaluan-isi2-OkayDoc.jpg

Keberadaan bakteri yang tidak seimbang bisa pula memicu infeksi pada vagina - OkayDoc

Vaginosis bakteri dipicu oleh ketidakseimbangan bakteri baik dan bakteri buruk dalam vagina. Meski tidak selalu menimbulkan gejala tertentu, jika terjadi gejala, maka akan timbul gatal pada kemaluan, juga cairan berwarna putih atau kelabu dengan aroma menyengat.

Iritasi

gatal-pada-kemaluan-isi3-OkayDoc.jpg

Keberadaan bakteri yang tidak seimbang bisa pula memicu infeksi pada vagina - OkayDoc

Gatal pada kemaluan dapat disebabkan paparan bahan kimia yang menyebabkan iritasi ataupun reaksi alergi. Bahan kimia yang dimaksud antara lain adalah sabun, pembersih vagina, kondom, krim, salep, deterjen, tisu toilet beraroma, dan pelembut pakaian.

Penyakit Menular Seksual

gatal-pada-kemaluan-isi4-OkayDoc.jpg

gatal di kemaluan bisa menjadi pertanda dari adanya penyakit menular seksual - OkayDoc

Selain gatal pada kemaluan, gejala penyakit menular seksual dapat diindikasikan dengan cairan vagina berwarna hijau ataupun kuning. Penyakit ini antara lain klamidia, gonore, herpes genital, kutil kelamin, dan trikomoniasis yang dapat menular melalui hubungan seksual tanpa proteksi.

Baca Juga : Ini Dia Gejala Kutil Kelamin yang Bisa Membunuhmu

Menopause

gatal-pada-kemaluan-isi5-OkayDoc.jpg

Gatal pada vagina bisa juga akibat vagina yang kering karena penipisan mukosa - OkayDoc

Berkurangnya kadar estrogen pada masa menopause dapat menyebabkan atropi vagina, yaitu penipisan mukosa yang menyebabkan vagina kering sehingga terasa gatal.

Stres

gatal-pada-kemaluan-isi6-OkayDoc.jpg

Tidak hanya gangguan fisik, stres dapat berpetan pula pada munculnya gatal di kemaluan - OkayDoc

Stres menyebabkan penurunan kekebalan tubuh sehingga seseorang lebih mudah terserang infeksi yang menyebabkan gatal pada kemaluan. 

Kanker Vulva

gatal-pada-kemaluan-isi7-OkayDoc.jpg

Meski jarang, kanker vulva bisa ditandai dengan rasa sakit dan gatal pada kemaluan wanita - OkayDoc

Vulva adalah bagian luar dari organ kelamin wanita. Kanker vulva tidak selalu didahului gejala tertentu. Tetapi pada kasus yang jarang, kanker ini diindikasikan dengan rasa sakit dan gatal pada kemaluan, ataupun perdarahan abnormal. Jika dideteksi lebih awal, dokter dapat mengambil langkah untuk menangani kanker vulva.

Sebab lain, pengidap inkontinensia urin ataupun diabetes juga dapat menyebabkan gatal pada kemaluan.

Untuk mendiagnosa penyebab gatal pada kemaluan, dokter akan melakukan pemeriksaan panggul, mungkin menggunakan spekulum untuk melihat bagian dalam vagina. Dokter bisa juga akan mengumpulkan sampel jaringan vulva atau sampel cairan untuk dianalisa. Jika diperlukan, dokter juga dapat meminta tes urine atau pemeriksaan darah.

Gatal pada kemaluan dapat ditangani dengan obat pil, salep, krim. Sedangkan penyakit menular seksual umumnya ditangani dengan antivirus, antibiotik, ataupun antiparasit.

Sementara gatal karena menopause ditangani dengan tablet atau krim estrogen. Krim atau lotion steroid dapat digunakan untuk meredakan peradangan. Batasi penggunaannya sesuai dengan anjuran dokter agar tidak justru menyebabkan iritasi.

Agar Gatal pada Kemaluan Tidak Berkembang 

agar-gatal-pada-kemaluan-tidak-berkembang-OkayDoc.jpg

Jaga kebersihan dan kesehatan organ intimmu agar gatal tidak berkembang - OkayDoc

Kabar baiknya, ada cara yang dapat dilakukan untuk mencegah gatal pada kemaluan agar tidak berkembang. Di bawah ini adalah cara mengatasi gatal pada kemaluan wanita.

  • Hindarkan vagina dari produk berbahan kimia seperti pembersih vagina karena justru dapat mengganggu keseimbangan asam di dalamnya.
  • Setelah buang air kecil, basuh kemaluan dari depan ke belakang dan bukan sebaliknya agar bakteri dari anus tidak berpindah ke vagina.
  • Hindari menggunakan produk beraroma yang bersentuhan dengan vagina seperti sabun, pembalut, ataupun panty liners.
  • Gunakan deterjen tanpa pewangi untuk mencuci celana dalam.
  • Ganti baju, terutama celana dalam setidaknya sehari sekali.
  • Lebih baik kenakan celana dalam yang tidak ketat dan terbuat dari serat alami.
  • Gunakan kondom jika Anda tidak yakin pasangan Anda bebas dari penyakit menular.
  • Hindari terlalu lama dalam pakaian basah dan keringkan tubuh serta area kemaluan segera setelah mandi atau berenang.
  • Hindari menggunakan pereda gatal yang dijual bebas karena justru dapat menyebabkan gatal bertambah parah.
  • Hindari luka pada area kemaluan dengan terlalu sering menggaruk atau mencukur bulu kemaluan.
  • Hentikan pemakaian pelumas untuk berhubungan seksual yang Anda gunakan jika justru memperparah gatal.
  • Mengonsumsi makanan sehat yang seimbang dapat menjaga keberadaan bakteri baik pada vagina.

Baca Juga : Vagina Bau? Begini Cara Merawat Miss V dengan Benar

Penting untuk memeriksakan diri ke dokter saat gatal pada kemaluan wanita yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika kondisi ini disertai gejala lain seperti: keluar cairan yang tidak normal dari vagina, susah buang air kecil, organ kelamin bengkak atau kemerahan, rasa sakit pada area kemaluan, sakit saat berhubungan seksual, ataupun terdapat luka melepuh pada vulva. 

Berikan Komentar
Artikel Terkait
Penyakit Seksual
Ciri-ciri Penyakit Kelamin yang Wajib Diketahui Sebelum Kamu Menyesal
Dedi Irawan
07 Dec 2017
Gangguan Kesehatan
Tanpa Repot, Begini Cara Agar Terbebas Dari Kutu Kelamin Wanita!
Dedi Irawan
07 Dec 2017
Pasangan
Setelah Berhubungan Seksual, Lakukan Ini agar tetap Higienis
Vivi Hermin
09 Sep 2018
Penyakit Seksual
10 Penyakit Menular Seksual yang Perlu Kamu Hindari!
Tsalis Annisa
16 Mar 2018
Memuat...
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...