• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi
Filter
Reset Filter
Pasang
Jenis Penyakit
Harga
Brand
Rating
Urutkan
Termurah
Termahal
Terpopuler

Diverifikasi oleh

Gangguan tidur adalah kondisi yang menjadikan seseorang tidak dapat tidur secara efektif. Sebagai akibatnya, tubuh dan pikiran menjadi sulit beristirahat dan energi tidak bisa pulih secara optimal untuk kembali beraktivitas.

Kurang tidur bisa menyebabkan ragam masalah mulai dari perubahan suasana hati, menurunnya konsentrasi, daya ingat hingga terserang penyakit seperti diabetes melitus.

Sebenarnya, gangguan tidur sangat beragam. Diperkirakan, ada 80 tipe kondisi gangguan tidur. Meski begitu, beberapa di antaranya lebih mungkin terjadi dibanding yang lainnya.

4 Jenis Gangguan Tidur yang Paling Sering Terjadi

gangguan tidur yang sering menderita

Mengorok dapat menjadi salah satu gejala sleep apnea - OkayDoc

Berikut adalah 4 kondisi paling umum di balik terganggunya tidur malammu:

Mendengkur dan Sleep Apnea (Apnea Tidur)

Mendengkur dapat terjadi saat aliran udara yang melewati hidung dan mulut terhambat. Kondisi ini bisa menurunkan kualitas tidurmu dan pasangan. Tak hanya itu, mendengkur dalam jangka panjang ternyata bisa menjadi salah satu gejala sleep apnea.

Sleep apnea merupakan gangguan bernapas selama tidur. Penderita dapat mengalami henti napas berulang selama beberapa detik atau lebih. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan oksigen sehingga pasien dapat terbangun di malam hari.

Seseorang yang kelebihan berat badan, kerap mengonsumsi alkohol dan merokok, berjenis kelamin pria, berusia di atas 65 tahun ataupun menderita sejumlah penyakit tertentu seperti stroke juga tumor pada otak, lebih berisiko mengalami sleep apnea.

Insomnia

Insomnia adalah kondisi di mana seseorang sulit untuk tidur atau tetap tidur. Penderita juga mungkin kerap terbangun di malam hari. Kondisi ini dapat berlangsung sementara, datang dan pergi, sesekali, hingga bersifat kronis.

Insomnia dapat disebabkan oleh beragam hal mulai dari stres, kebiasaan tidur (misalnya minum kopi di malam hari atau tidur dengan lampu menyala), gangguan kejiwaan, hingga penyakit tertentu yang kerap kambuh di malam hari seperti asma serta arthritis.

Tak hanya itu, berusia tua (di atas 65 tahun), kehamilan, serta jam kerja shift juga dapat memicu insomnia. Penderita umumnya menjadi sulit berkonsentrasi, mudah lelah, mengantuk, serta cepat marah di siang hari akibat kurang tidur.

gangguan tidur insomnia

Narkolepsi adalah kondisi di mana seseorang bisa jatuh tertidur kapan saja - OkayDoc

Narkolepsi

Narkolepsi adalah serangan kantuk mendadak yang tak tertahankan pada siang hari. Kondisi ini terjadi karena gangguan pada sistem saraf yang mengendalikan proses tidur dan bangun.

Penderita dapat jatuh tertidur saat sedang melakukan aktivitas apapun. Sebelum tertidur, penderita juga mungkin mengalami kelemasan pada otot. Penyakit saraf seperti multiple sclerosis dinilai memiliki hubungan yang erat dengan kondisi ini.

Restless Leg Syndrome (RLS)

RLS adalah salah satu gangguan sistem saraf di mana seseorang mengalami dorongan atau rangsangan yang tidak dapat dikendalikan untuk menggerakan tungkainya. Kondisi ini umum terjadi di malam hari sehingga penderita sulit jatuh tertidur.

Penyebab RLS belum diketahui meski faktor genetik dinilai berperan dalam kondisi ini. Tak hanya itu, rendahnya kadar zat besi pada otak, penyakit Parkinson, dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) juga disebut berpengaruh pada kondisi ini.

Baca Juga: 5 Cara Tidur Nyenyak Ini Bantu Tidur Lebih Berkualitas

Jenis Gangguan Tidur Lain yang Mungkin Terjadi

jenis gangguan tidur

Mengompol ternyata juga termasuk gangguan yang terjadi saat tidur - OkayDoc

Masih banyak gangguan kesehatan lain yang bisa menyebabkan tidur nyenyakmu terganggu, berikut di antaranya:

Parasomnia

Parasomnia adalah gangguan yang menyebabkan penderita melakukan gerakan ataupun berperilaku tak wajar selama tidur. Beragam kondisi berikut dapat terjadi saat seseorang menderita parasomnia :

  • Mengompol
  • Berjalan saat tidur
  • Mengigau, mengerang
  • Bermimpi buruk
  • Membenturkan kepala
  • Menggertakkan gigi

Tak hanya itu, penderita juga mungkin bertindak sesuai mimpi mereka. Kondisi ini berbahaya karena bisa menyebabkan penderita atau orang di sekitarnya cedera.

Pasalnya, penderita mungkin saja melakukan kekerasan seperti menendang, memukul, meninju ataupun melakukan serangan lain yang berbahaya. Terlebih, penderita parasomnia umumnya tidak mengingat apa yang telah mereka lakukan saat terbangun.

gangguan tidur ketindihan

Ketindihan atau sleep paralysis umumnya tidak berbahaya - OkayDoc

Sleep Paralysis

Gangguan ini sering juga disebut “ketindihan” yaitu kondisi di mana seseorang tidak mampu berbicara atau bergerak (lumpuh) selama beberapa detik atau menit saat terbangun. Kondisi kerap disertai dengan perasaan teror, halusinasi, dan sesak napas.

Meski tampak mengerikan, sleep paralysis umumnya tidak berbahaya. Pasalnya, sekitar 50% orang di dunia pernah mengalami gangguan tidur ini. Stres dan kurang tidur adalah beberapa pemicu kondisi ini.

Gangguan Irama Sirkadian

Gangguan irama sirkadian terjadi saat jam biologis tidak selaras dengan siklus gelap terang matahari. Tanda utama kondisi ini adalah terganggunya pola tidur, baik sesekali ataupun secara terus-menerus.

Gangguan irama sirkadian dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari jam kerja yang berubah-ubah seperti sistem shift, kebiasaan tidur telat (di atas jam 2 pagi), juga jet lag.

Kondisi di mana seseorang tidak dapat membedakan siklus siang dan dalam seperti berada di dalam ruang tertutup (misalnya, penjara), juga memungkinan gangguan ini terjadi.

Membantu Mengatasi Gangguan Tidur

mengatasi gangguan tidur

Kamu bisa tidur menyamping untuk meredakan salah satu gangguan saat tidur, seperti mendengkur - OkayDoc

Penanganan kondisi akan disesuaikan dengan penyebabnya. Bila gangguan tidur ini menyusahkan kehidupan sehari-harimu, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter guna mendapatkan penanganan yang sesuai.

Selain itu, kamu juga bisa memperbaiki kondisi di atas secara mandiri dengan melakukan beberapa perubahan gaya hidup sebagai berikut:

  • Menerapkan pola makan sehat dan seimbang. Kamu sebaiknya mengurangi asupan gula serta memperbanyak konsumsi sayuran.
  • Tidur menyamping untuk memperkecil risiko mengorok.
  • Melakukan relaksasi sebelum tidur, seperti bermeditasi, menulis, melakukan peregangan, ataupun minum susu hangat.
  • Membuat dan mematuhi jadwal tidur di mana kamu bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap harinya termasuk saat akhir pekan.
  • Menghindari penggunaan gawai (smartphone, tablet) menjelang waktu tidur.
  • Menghindari konsumsi minuman berkafein seperti kopi, teh, atau minuman bersoda pada sore dan malam hari.
  • Cobalah kurangi atau berhenti dari kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Membuat ruang tidur senyaman mungkin, yaitu sejuk, gelap dan tidak berisik.
  • Rajin berolahraga untuk membantu mengatasi stres.

Baca Juga: Kenali 5 Penyebab Sering Mimpi Buruk Agar Tidur Lebih Pulas

Ada banyak sekali jenis gangguan tidur. Beberapa di antaranya mungkin pernah kamu alami seperti mendengkur, insomnia, mengompol saat tidur, juga sleep paralysis. Bila gangguan ini terjadi, coba segera perbaiki gaya hidupmu.

Namun, bila gangguan terus terjadi bahkan menghambat aktivitas harianmu, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Ingat, penanganan sedini mungkin mampu memberikan hasil terbaik!

Berikan Komentar
Artikel Terkait
Kebugaran
Awas, Akibat Kurang Tidur Membuatmu Tampak Tua dan Pelupa!
Annisa Trimirasti
09 Nov 2017
Memuat...
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...