• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi
Filter
Reset Filter
Pasang
Jenis Penyakit
Harga
Brand
Rating
Urutkan
Termurah
Termahal
Terpopuler

Diverifikasi oleh

Vesikula seminalis merupakan salah satu organ reproduksi yang dimiliki pria. Kelenjar ini berlokasi di bawah kandung kemih dan di atas kelenjar prostat, atau lebih tepatnya, di dalam susunan tulang panggul.

Fungsi vesikula seminalis, ternyata berhubungan erat dengan status kesuburan seorang pria. Apa sajakah fungsinya dan bagaimana pengaruhnya terhadap kualitas sperma yang dihasilkan? Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Fungsi Vesikula Seminalis dalam Proses Reproduksi

fungsi-vesikula-seminalis-untuk-melindungi-sperma.jpg

Cairan yang dihasilkan vesikula seminalis membantu melindungi sperma agar dapat mencapai sel telur - OkayDoc

Fungsi utama dari vesikula seminalis adalah untuk menghasilkan cairan yang nantinya akan menjadi bahan baku utama dari semen. Semen merupakan cairan yang keluar dari organ reproduksi pria saat ejakulasi yang terdiri dari cairan dan sperma.

Cairan yang dikeluarkan oleh vesikula seminalis mengandung berbagai komponen yang dapat menjaga kualitas sperma yang dihasilkan. Maka dari itu, fungsi kelenjar ini memiliki peranan penting untuk kesuburan pria.

Tidak hanya menghasilkan cairan, kelenjar ini juga memiliki fungsi untuk menyimpannya. Cairan yang dihasilkan berperan untuk menghasilkan lingkungan yang ideal bagi sperma agar fungsi serta ketahanannya berjalan dengan baik.

Baca Juga : Masa Subur Pria, Benarkah Tidak Terpengaruh Usia?

Lingkungan ideal tersebut tercipta melalui peranan berbagai komponen yang terkandung dalam cairan vesikula seminalis. Komponen utamanya adalah fruktosa, cairan yang bersifat basa, protein, mineral, serta hormon prostaglandin.

Fruktosa mengandung gula yang digunakan sperma sebagai sumber energi. Sedangkan cairan dengan sifat basa ini berguna untuk menetralkan area sekitar vagina serta saluran kemih pria yang cenderung asam.

Protein bernama semenogelin berfungsi untuk membentuk lapisan pelindung sperma. Mineral berupa kalium dan fosfor membantu pergerakan sperma, lalu hormon prostaglandin berperan menurunkan respon imun wanita pada semen.

Gangguan pada Vesikula Seminalis

fungsi-vesikula-seminalis-gangguan.jpg

Jika fungsi vesikula seminalis terganggu, maka kualitas sperma yang dihasilkan pun akan menurun- OkayDoc

Gangguan yang terjadi pada vesikula seminalis dapat menyebabkan berkurangnya tingkat kesuburan pria . Terganggunya peran kelenjar ini dapat disebabkan oleh beragam hal, dari kelainan bawaan hingga gangguan fungsinya.

1. Kelainan Bawaan

Salah satu kelainan bawaan yang dapat menyebabkan kelainan pada kelenjar ini adalah fibrosis kistik. Penderita fibrosis kistik pada umumnya mengalami kelainan bentuk atau bahkan tidak memiliki vesikula seminalis.

2. Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri yang terjadi pada vesikula seminalis pada umumnya disebabkan oleh bakteri penyebab tuberkulosis (TBC) Mycobacterium tuberculosis. Infeksi TBC memang umumnya merupakan infeksi yang menyerang sistem pernapasan. Namun, tidak jarang infeksi ini mencapai ginjal dan kelenjar prostat kemudian menyebabkan kelainan.

Selain bakteri TBC, bakteri lain juga dapat menyebabkan infeksi di vesikula seminalis. Pada beberapa kasus, infeksi dapat membentuk kantung nanah yang disebut abses di kelenjar ini.

3. Gangguan Fungsi

Pengeluaran cairan yang dilakukan oleh vesikula seminalis diatur oleh sistem saraf. Maka dari itu, apabila terjadi kerusakan pada saraf yang mengatur kegiatan ini, maka fungsi kelenjar ini juga dapat terganggu. Kerusakan saraf bisa disebabkan oleh adanya cedera akibat benturan atau pertumbuhan tumor besar pada tulang panggul.

Gangguan pada vesikula seminalis sebenarnya jarang terjadi, namun, hal ini tetap harus diwaspadai. Jadi, jangan abai untuk selalu menjaga kesehatan organ reproduksi yang satu ini karena sangat penting untuk menjaga kualitas sperma.

Cara Menjaga Kesehatan Vesikula Seminalis

fungsi-vesikula-seminalis-jaga-dengan-olahraga.jpg

Jaga kesehatan organ yang satu ini dengan mengatur pola makan serta olahraga teratur - OkayDoc

Karena peranannya yang sangat penting dalam proses reproduksi, membuat kesehatan kelenjar ini patut dijaga. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah

1. Konsumsi Makanan Bergizi dan Jaga Berat Badan

Perbanyak konsumsi sayur dan buah untuk mendapatkan manfaat antioksidannya. Tambahkan juga protein dari daging yang tidak berlemak serta gandum utuh tinggi serat ke dalam asupan harianmu serta hindari sajian tinggi gula, makanan yang diproses, dan tinggi lemak.

Menjaga berat badan ideal juga penting dilakukan untuk menjaga kesehatan organ reproduksi. Berat badan berlebih dapat menyebabkan kuantitas serta kualitas sperma yang dihasilkan menurun.

2. Berhenti Merokok

Pengaruh negatif rokok terhadap kesehatan reproduksi tentu sudah tidak asing terdengar. Pada orang yang merokok, sperma yang dihasilkan pergerakannya tidak terlalu baik dan kuantitas yang dihasilkan pun lebih sedikit.

3. Jangan Mengabaikan Gejala

Gangguan pada vesikula seminalis dapat menyebabkan gejala seperti sakit di perut bagian bawah, mengeluarkan darah dan nyeri saat buang air kecil, serta berbagai masalah ejakulasi seperti nyeri, perdarahan, dan berkurangnya volume sperma.

Jika kamu mengalami beberapa hal di atas, maka kamu disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter agar gangguan yang terjadi tidak semakin parah dan dapat kembali menjalankan fungsinya seperti semula.

Baca Juga: Tahapan Cara Berhenti Merokok yang Sudah Terbukti

Sistem reproduksi pria memiliki beberapa organ yang saling membantu satu sama lain dalam menjalankan fungsinya. Vesikula seminalis, walaupun jarang terdengar, ternyata memiliki salah satu fungsi penting dalam reproduksi.

Tanpa organ ini, sperma yang dihasilkan akan kesulitan mencapai sel telur dengan selamat. Oleh karena itu, untuk kamu para pria, mulai sekarang rutinlah memeriksakan kesehatan organ reproduksimu.

Jangan lupa juga untuk selalu menjalankan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan olahraga yang teratur.

Berikan Komentar
Artikel Terkait
Memuat...
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...