• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi
Filter
Reset Filter
Pasang
Jenis Penyakit
Harga
Brand
Rating
Urutkan
Termurah
Termahal
Terpopuler

Diverifikasi oleh

KB implan dinilai sebagai metode kontrasepsi yang efektif, praktis, dan memiliki beragam keunggulan. Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya Bunda pertimbangkan sebelum memilihnya. Salah satunya adalah efek samping KB implan bagi kesehatan.

Metode KB ini melibatkan penggunaan hormon untuk mencegah kehamilan. Karena itu, Bunda perlu mempertimbangkan dampak yang mungkin timbul terhadap kondisi tubuh secara keseluruhan.

Bentuk KB Implan dan Cara Kerjanya

efek samping kb implan bentuk dan cara kerja okaydoc

KB implan berbentuk seperti batang seukuran korek api - OkayDoc

KB implan termasuk jenis kontrasepsi jangka panjang untuk wanita. Dikenal pula sebagai KB susuk, metode ini menggunakan sebuah tabung plastik fleksibel seukuran korek api yang dipasangkan pada lengan atas, tepat di bawah kulit.

Alat tersebut melepaskan hormon progestogen ke aliran darah secara stabil untuk mencegah pelepasan sel telur dari ovarium (ovulasi). Hormon ini juga akan mengentalkan lendir di leher rahim, serta menipiskan dinding rahim sehingga, meskipun telah dibuahi, sel telur tidak dapat tertanam pada rahim dan berkembang menjadi janin.

Pemasangan implan dapat dilakukan kapan saja selama Bunda tidak hamil. Tapi, waktu paling efektif untuk melakukannya adalah pada lima hari pertama siklus menstruasi. Bila melakukan pemasangan implan di luar waktu tersebut, Bunda membutuhkan metode KB lain sebagai antisipasi (misalnya kondom) setidaknya selama 7 hari setelahnya.

Siapa Saja yang Tidak Disarankan Menggunakan KB Implan?

efek samping kb implan sakit jantung okaydoc

Ada kondisi tertentu yang membuat seseorang tidak disarankan menggunakan KB implan - OkayDoc

Tak sedikit yang memilih KB implan karena dinilai efektif dan efisien. Persentase keberhasilannya bahkan melebihi 99% dan efektif digunakan hingga tiga tahun. Metode ini juga sesuai bagi wanita yang tidak dapat menggunakan kontrasepsi dengan hormon estrogen, seperti pil KB ataupun kesulitan dalam mengikuti jadwal konsumsinya.

Meski begitu, ada pula wanita dengan keadaan tertentu yang tidak disarankan untuk menggunakan KB implan. Dokter atau bidan mungkin akan menyarankan metode kontrasepsi lain bila Bunda memiliki kondisi berikut:

  • Pernah mengalami serangan jantung, stroke, atau gangguan penggumpalan darah yang serius
  • Alergi terhadap bahan yang terdapat pada implan
  • Memiliki tumor atau penyakit pada organ hati (lever)
  • Mengalami perdarahan vagina yang belum diketahui penyebabnya secara pasti
  • Mengalami gejala kanker payudara atau pernah menderitanya
  • Menggunakan obat-obatan yang dapat memengaruhi fungsi implan

Bunda juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter ataupun bidan apabila memiliki riwayat penyakit kantung empedu, depresi, diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, serta kejang atau epilepsi.

Baca Juga: Begini Cara Minum Pil KB agar Berfungsi Optimal

Berbagai Efek Samping KB Implan

efek samping kb implan gangguan kesehatan okaydoc

KB implan dapat memicu beberapa gangguan kesehatan - OkayDoc

Jenis KB ini memang memiliki beberapa efek samping, tapi bukan berarti semua wanita akan mengalaminya. Efek samping yang dapat muncul meliputi:

Timbul Rasa Nyeri

Penggunaan KB implan mungkin menyebabkan rasa nyeri pada beberapa bagian tubuh seperti punggung, perut, dan payudara. Bunda juga dapat merasakan pusing hingga sakit kepala.

Perlu Cermat dalam Menggunakan Obat-obatan

Hal ini perlu dilakukan karena terdapat beberapa jenis obat yang bisa berinteraksi dengan KB implan dan mengurangi efektivitasnya. Obat-obatan tersebut termasuk obat untuk HIV dan epilepsi, serta antibiotik tertentu seperti rifampicin.

Bila Bunda perlu mengonsumsi obat-obatan tersebut, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu sebelum menggunakan KB implan. Bunda mungkin perlu menggunakan jenis KB tambahan, seperti kondom untuk mengantisipasi berkurangnya efektivitas implan akibat pengaruh obat tersebut.

Meningkatkan Risiko Gangguan Kesehatan

KB implan dapat meningkatkan risiko pembentukan kista non-kanker pada ovarium (indung telur), resistansi insulin ringan, mual, perut terasa tidak nyaman, serta peradangan pada vagina. Selain itu, metode KB ini juga tidak dapat mencegah penyebaran penyakit menular seksual.

Bunda pun sebaiknya menghindari penggunaan jenis KB ini bila tidak menghendaki perubahan pada siklus menstruasi. Pasalnya, KB implan dapat menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur ataupun terhenti total.

Infeksi Pada Area Pemasangan Implan

Walaupun jarang, infeksi juga dapat terjadi pada area pemasangan implan. Kondisi ini biasanya ditangani dengan penggunaan antibiotik.

Bunda perlu memeriksakan diri apabila implan tidak terasa saat diraba atau tampak berubah bentuk. Adanya perubahan pada permukaan kulit atau nyeri di area pemasangan implan juga membutuhkan perhatian dokter.

Selain efek samping di atas, Bunda juga mungkin mengalami penurunan gairah seksual, perubahan suasana hati secara tiba-tiba, kecenderungan depresi, bertambahnya berat badan, serta timbulnya jerawat.

Kapan KB Implan Sebaiknya Dilepaskan?

efek samping kb implan melepas implan okaydoc

Implan dapat dilepaskan sewaktu-waktu - OkayDoc

Apabila Bunda masih ingin menunda kehamilan, implan perlu dilepaskan dan diganti dengan yang baru setelah tiga tahun. Namun, implan dapat dilepaskan lebih awal jika Bunda mengalami kondisi berikut:

  • Penyakit jantung atau stroke
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Migrain disertai aura (kilatan cahaya, bayangan, warna, dan sejenisnya yang muncul sebelum migrain)
  • Depresi
  • Penyakit kuning (jaundice)

Prosedur pengangkatan alat KB ini diawali dengan bius lokal di bawah area implan. Kemudian, dokter akan membuat sayatan kecil pada area kulit tersebut dan mendorong implan keluar melaluinya.

Saat ujung implan terlihat, dokter dapat mengambilnya dengan penjepit. Setelah itu, sayatan akan ditutup dan dibebat dengan perban. Prosedur ini biasanya hanya memakan waktu lima menit.

Baca Juga: Tips Memilih Program KB yang Tepat Sesuai Kebutuhan

Setiap jenis metode KB memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing, begitupun KB implan. Sebelum memilih jenis KB apa pun, pastikan Bunda telah memahami kondisi tubuh Bunda dan berkonsultasi dengan dokter atau bidan.

Hal ini bertujuan agar Bunda dapat memperoleh manfaat KB sekaligus meminimalisasi efek samping KB implan ataupun KB jenis lainnya. Dengan begitu, Bunda dapat menunda kehamilan dengan aman dan nyaman, hingga saatnya ingin memiliki momongan.

Berikan Komentar
Artikel Terkait
Dewasa
Amankah Mengonsumsi Pil KB untuk Ibu Menyusui?
Rabbani Haddawi
24 Oct 2018
Memuat...
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...