• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi
Filter
Reset Filter
Pasang
Jenis Penyakit
Harga
Brand
Rating
Urutkan
Termurah
Termahal
Terpopuler

Diverifikasi oleh

Tali pusar atau tali pusat yang dipotong saat bayi lahir bisa menimbulkan luka. Walau luka akan mengering, hal ini membutuhkan waktu. Karenanya, Bunda perlu tahu cara merawat tali pusar yang benar agar Si Kecil terhindar dari infeksi.

Di dalam kandungan, janin menerima asupan makanan dan oksigen melalui plasenta atau ari-ari yang melekat pada dinding rahim. Plasenta dapat terhubung langsung ke tubuh janin lewat sebuah saluran yang disebut tali pusar. Setelah bayi lahir, tali pusar beserta ari-arinya ini tidak lagi dibutuhkan sehingga perlu dipotong.

Proses pemotongan tali pusar dapat menyisakan puntung tali sepanjang 2-3 cm yang tetap melekat pada pusar Si Kecil. Sisa tali pusar ini bisa mengering dan terlepas dengan sendirinya sekitar 7-15 hari setelah bayi lahir, sehingga membentuk pusar.

Cara Merawat Tali Pusar dengan Benar

Sebelum tali pusat copot seluruhnya, kulit di sekitar pusar perlu dijaga untuk selalu bersih dan kering agar terhindar dari infeksi. Kulit yang bersih akan membantu tali pusar copot dan sembuh lebih mudah.

Untuk itu, berikut beberapa cara merawat tali pusar yang perlu Bunda perhatikan:

Jaga Area Tetap Kering

Bila Si Kecil menggunakan popok, pastikan bagian depan popok tidak menutupi tali pusar. Membiarkan tali pusar terpapar udara dapat membantu menjaganya tetap kering dan meminimalkan risiko timbulnya infeksi akibat berkontak dengan urin.

Jaga Kebersihan Pusat

cara-merawat-tali-pusar-jaga-kebersihan-okaydoc

Jika tali pusar kotor, Bunda cukup membersihkannya dengan menggunakan air saja - OkayDoc

Jangan sesekali menggunakan alkohol untuk membersihkan pusar. Meski alkohol dinilai bisa untuk membersihkan luka, namun sebaiknya hindari penggunaanya dalam perawatan tali pusar Si Mungil.

Sebaliknya, Bunda cukup membersihkannya dengan menggunakan air saja, terutama jika tali pusar kotor. Setelah itu, tidak lupa keringkan dengan kain lembut agar tali pusar tetap kering dan bebas iritasi.

Biarkan Tali Pusat Terlepas Secara Alami

Jangan sesekali mencoba atau menarik tali pusar Si Kecil. Membiarkan tali pusar terlepas secara alami merupakan salah satu cara merawat tali pusar yang benar. Jadi, Bunda perlu sabar menunggu sampai tali pusar lepas dengan sendirinya.

Perlu diketahui, selama tali pusar masih menempel di perut bayi, Bunda cukup membasuh Si Kecil menggunakan spons saja. Hindari merendam bayi dalam bak mandi agar area tali pusar lebih mudah dikeringkan.

Baca Juga: Begini Cara Membersihkan Pusar yang Tepat Agar Tidak Bau

Tanda-tanda Tali Pusar Mengalami Infeksi

cara-merawat-tali-pusar-tanda-infeksi-okaydoc

Tali pusar berwarna kekuningan atau berbau tidak sedap - OkayDoc

Meski jarang, infeksi pada tali pusar bisa saja terjadi. Oleh sebab itu, Bunda bisa mengantisipasinya dengan mengetahui tanda-tanda kondisi ini, antara lain:

  • Si Kecil menangis ketika tali pusar atau kulit area sekitarnya disentuh.
  • Kulit pada pangkal tali pusar berwarna kemerahan atau bengkak.
  • Tali pusar berwarna kekuningan atau berbau tidak sedap. Si Kecil mengalami demam, tampak lesu, dan menolak ketika disusui.
  • Tali pusar mengalami perdarahan secara terus-menerus. Jika perdarahan cukup banyak, segera periksakan Si Kecil ke dokter.

Cara merawat tali pusar sangat sederhana, mulai dari menjaganya tetap kering, memastikan kebersihan pusar, hingga membiarkannya terlepas secara alami.

Pastikan pula untuk memerhatikan jika ada terdapat gejala infeksi yang terjadi selama proses pemulihan tali pusar setelah dipotong. Bila Si Kecil mengalami tanda-tanda tersebut, Bunda bisa segera meminta pertolongan kepada dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Berikan Komentar
Artikel Terkait
Memuat...
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...