• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi
Filter
Reset Filter
Pasang
Jenis Penyakit
Harga
Brand
Rating
Urutkan
Termurah
Termahal
Terpopuler

Diverifikasi oleh

Batuk dan pilek bisa terjadi pada siapa saja, termasuk bayi mungil Bunda. Bila hal ini terjadi, bayi dapat menjadi lebih rewel hingga sulit makan. Oleh karena itu, Bunda wajib tahu cara mengobati batuk pada bayi yang tepat.

Agar pengobatan yang dilakukan berdampak efektif, Bunda perlu mengetahui jenis batuknya terlebih dahulu. Dengan ini, Bunda dapat lebih mudah mendeteksi penyebab awal dari batuk yang dialami oleh Si Kecil.

Bolehkah Memberikan Obat Batuk Pada Bayi?

obat batuk untuk bayi

Obat batuk sebaiknya tidak diberikan pada bayi - OkayDoc

Pemberian obat batuk yang dijual bebas tidak disarankan pada anak di bawah usia 3 tahun. Obat ini baru dinilai aman untuk diberikan pada anak yang berusia minimal 6 tahun. Anak usia 4-6 tahun boleh mengonsumsinya seizin dokter.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kamu perlu menghindari pemberian obat batuk atau pilek pada bayi. Pasalnya, belum ada penilitian yang membuktikan efektivitas dan efek samping obat tersebut pada bayi.

Jenis Batuk yang Dapat Melanda Bayi

cara-mengobati-batuk-pada-bayi-3.jpg

Batuk kering umumnya disebabkan oleh flu dan alergi - OkayDoc

Batuk merupakan cara tubuh untuk melindungi diri dari sesuatu yang mengganggu saluran pernapasan, seperti keberadaan benda asing hingga dahak berlebih. Batuk yang terjadi pada bayi umumnya disebabkan oleh kondisi yang meliputi flu, alergi, dan infeksi virus serta bakteri.

Agar bisa membedakan penyebabnya dengan mudah, Bunda dapat memerhatikan jenis batuk yang terjadi. Jika bayi mengalami batuk kering (tanpa disertai dahak), hal ini umumnya terjadi karena flu atau alergi.

Sedangkan batuk berdahak umumnya disebabkan oleh gangguan pada sistem pernapasan, yang disertai infeksi bakteri. Infeksi ini menyebabkan terbentuknya dahak berlebih pada saluran napas bayi.

cara-mengobati-batuk-pada-bayi-1.jpg

Batuk pada bayi juga dapat disebabkan karena infeksi pada paru-paru - OkayDoc

Infeksi lain yang dapat terjadi pada paru-paru Si Kecil adalah pneumonia. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. Jika terserang penyakit ini, bayi umumnya akan mengalami batuk berdahak, demam tinggi, nampak sangat lemas, hingga telihat kesulitan bernapas.

Infeksi bakteri juga dapat menjadi penyebab batuk rejan (pertusis). Penyakit ini merupakan kondisi yang berbahaya. Karena itu, penting bagi Bunda untuk mengenalinya dengan segera.

Pada penderita pertusis, batuk yang terjadi terdengar kencang dan berulang-ulang. Selain itu, saat batuk, lidah bayi menjulur keluar disertai dengan mata yang cenderung menonjol. Wajahnya juga bisa terlihat pucat.

Meski beberapa penyakit nampak memiliki gejala-gejala yang cukup khas, Bunda tetap butuh bantuan dokter untuk melakukan diagnosis secara pasti. Pasalnya, gejala penyakit pada tiap bayi bisa saja berbeda.

Jadi, Bagaimana Cara Mengobati Batuk Pada Bayi?

cara mengobati batuk pada bayi

Salah satu cara mengobati batuk pada bayi juga pilek adalah dengan menggunakan bola penghisap ingus - OkayDoc

Batuk pada bayi lebih baik diatasi dengan cara alami, seperti memperbanyak waktu istirahatnya. Selain itu, berikut beberapa langkah untuk meredakan batuk pada bayi yang bisa dicoba:

1. Tidur dengan Bantal Tambahan

Tidur dengan sedikit miring ke atas di mana kepala lebih tinggi dari bagian tubuh yang lain dapat membantu meredakan batuk. Pasalnya, posisi ini mencegah sekresi lendir pilek terjebak di tenggorokan, salah satu kondisi pemicu batuk.

Posisi ini membuat bayi bisa bernapas lebih mudah. Agar aman, kamu bisa meletakkan bantal atau lipatan handuk di bawah kasur tidur bayi.

2. Beri Air Garam

Obat tetes salin (air garam) yang tersedia di apotek, atau campuran air dan garam yang dibuat sendiri di rumah, bisa membantu melegakan napas bayi.

Air garam akan membantu mengeluarkan lendir yang tersumbat di hidung bayi sekaligus meredakan bengkak pada saluran pernapasannya. Lebih jelas, berikut tata cara pemberian air garam pada bayi:

  • Baringkan bayi telentang
  • Beri 2-3 tetes air garam di tiap lubang hidungnya
  • Biarkan sekitar 10 detik. Jaga kepala bayi untuk tidak bergerak terlalu banyak.
  • Tekan bola hisap (bulb syringe) dan masukkan ujungnya ke hidung bayi kemudian lepas tekanan. Lendir akan tersedot ke dalam bola.
  • Buang lendir dari bola hisap sebelum menggunakannya kembali pada lubang hidung berikutnya.

Bola hisap digunakan karena bayi belum bisa mendorong lendir keluar sendiri. Pemberian air garam sebaiknya hanya dilakukan sekitar 2 kali sehari karena bila terlalu sering bisa mengiritasi lapisan hidung.

bahan untuk mengobati batuk pada bayi

Madu bisa menjadi pilihan cara mengobati batuk pada bayi - OkayDoc

3. Berikan Sesendok Madu (Bayi Lebih dari 1 Tahun)

Hindari memberikan madu pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun. Pasalnya, madu bisa menyebabkan keracunan makanan pada bayi.

Bayi yang berusia di atas 1 tahun boleh mengonsumsi madu. Madu dinilai efektif untuk mengurangi frekuensi batuk sekaligus membuat Si Kecil tidur lebih nyenyak. Kamu bisa memberi madu sebanyak setengah sendok teh sebelum tidur.

Baca Juga: Trik dan Cara Mengatasi Flu Pada Bayi Agar Cepat Sembuh!

4. Pastikan Si Kecil Mendapatkan Cairan yang Cukup

Memperbanyak asupan cairan dapat meredakan batuk dan pilek pada bayi. Pasalnya, cairan bisa membantu melawan infeksi dan mengencerkan dahak.

Cairan di sini termasuk air, sup, juga ASI. Sup ayam bahkan turut membantu meredakan sakit tenggorokan. Tetapi, tetap perlu diingat bahwa bayi yang berusia di bawah 6 bulan hanya disarankan untuk minum ASI.

Jadi, coba perbanyak frekuensi menyusui. Bunda disarankan segera menyusuinya saat Si Kecil tampak lapar.

bayimakan.jpg

Sebagai cara mengobati batuk pada bayi, batasi produk susu - OkayDoc

5. Udara Lembap

Bernapas di udara lembap dapat membantu saluran pernapasan lebih rileks sehingga meredakan batuk.

Oleh karena itu, coba bawa bayi ke kamar mandi selama beberapa menit, jangan lupa untuk tutup pintu, dan biarkan bayi menghirup udara ruangan yang lebih lembap akibat uap aliran air hangat.

Berhati-hatilah agar bayi tidak terkena cipratan air panas dan jangan pernah tinggalkan bayi tanpa pengawasan. Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah memasang alat pelembap udara di kamar bayi.

6. Perhatikan Asupan Makan Bayi

Bayi di atas 6 bulan sudah boleh mengonsumsi makanan bersama dengan ASI. Jenis makanan ini perlu lebih diperhatikan saat ia sedang sakit.

Batuk dapat membuat bayi sulit menelan sehingga pastikan sajian yang diberikan bertekstur lembut, seperti puding atau kaldu ayam.

Selain itu, kamu disarankan mengurangi sedikit asupan produk susu (susu, keju, yoghurt). Pasalnya, produk susu dapat mengentalkan dahak pada bayi. Saran ini hanya untuk bayi di atas 6 bulan ya, bayi di bawah usia tersebut tetap perlu minum ASI.

Selain itu, coba lebih sering memeluk, mengusap dan menggendong-gendong bayi. Cara ini pun bisa membantunya merasa lebih nyaman.

Bila Batuk Disertai Demam, Apa yang Perlu Dilakukan?

meredakan demam bayi

Paracetamol dan ibuprofen bisa diberikan pada bayi demam - OkayDoc

Kamu boleh memberi obat pereda demam seperti paracetamol dan ibuprofen khusus untuk bayi. Paracetamol dapat diberikan pada bayi di atas 2 bulan dengan berat lebih dari 4kg dan ibuprofen pada bayi minimal 3 bulan dengan berat 5kg.

Perlu diingat bayi yang lahir prematur membutuhkan kewaspadaan khusus dalam konsumsi obat. Pastikan kamu mematuhi petunjuk pemakaian di kemasan obat. Bila ragu, lebih baik periksakan bayi ke dokter.

Kapan Bayi Perlu Langsung Diperiksakan ke Dokter?

cara mengobati bayi yang batuk

Bayi di bawah 3 bulan yang mengalami demam perlu segera dibawa ke dokter - OkayDoc

Bila terjadi satu atau lebih dari kondisi di bawah ini, segera bawa bayi ke dokter:

  • Batuk pada bayi di bawah 3 bulan
  • Kondisi disertai demam tinggi
  • Batuk tidak membaik setelah seminggu
  • Sulit bernapas
  • Dahak atau lendir pilek berwarna hijau, kuning atau disertai darah
  • Bayi bengek ataupun mendengkur
  • Batuk hingga muntah

Baca Juga: 9 Cara Menghilangkan Dahak pada Bayi Andalan Para Bunda

Cara mengobati batuk pada bayi sebaiknya dilakukan secara alami, seperti memberi makanan bertekstur lembut ataupun meningkatkan asupan cairan. Bila cara-cara tersebut tidak berhasil, segera periksakan bayi ke dokter. Bunda tentu tidak mau Si Mungil terus sakit, ‘kan?

Berikan Komentar
Artikel Terkait
Gangguan Kesehatan
Cari Tahu Arti di Balik Lidah Terasa Pahit
Maya Ligina
01 Jan 2018
Pengobatan
5 Cara Mengobati Flu secara Alami yang Mudah Dilakukan!
Annisa Trimirasti
19 Oct 2018
Memuat...
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...