• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi
Filter
Reset Filter
Pasang
Jenis Penyakit
Harga
Brand
Rating
Urutkan
Termurah
Termahal
Terpopuler

Diverifikasi oleh

Keputihan adalah keluarnya cairan dari vagina. Meski sebagian besar keputihan tergolong normal, kondisi ini sering membuat kaum hawa merasa terganggu. Jadi, kamu perlu tahu cara mencegah keputihan agar kembali nyaman.

Pada kondisi normal, cairan bening pada vagina berfungsi melembapkan dan melindungi vagina dari iritasi maupun infeksi. Akan tetapi, kondisi keputihan tertentu juga patut diwaspadai karena bisa menandakan adanya infeksi atau kondisi kesehatan lainnya.

Kenali Ciri-ciri Keputihan yang Tidak Normal

cara mencegah keputihan ciri-ciri okaydoc

Biasanya keputihan normal juga tidak disertai gatal atau munculnya rasa nyeri pada vagina - OkayDoc

Keputihan yang normal berfungsi membawa sel-sel mati dan bakteri keluar dari mulut rahim (serviks) dan vagina. Dengan ini, vagina akan tetap bersih dan terhindar dari infeksi.

Jumlah, warna, serta konsistensi pada lendir keputihan bisa bervariasi. Hal ini juga tergantung pada siklus menstruasi yang dialami oleh seorang wanita.

Di mana konsistensi lendir cenderung lebih cair selama masa ovulasi. Sementara ketika kamu hamil, jumlah cairan vagina yang keluar bisa lebih banyak.

Lendir yang normal umumnya tampak bening atau berwarna putih, dan tidak memiliki bau. Keputihan normal juga tidak disertai gatal atau munculnya rasa nyeri pada vagina.

Baca Juga: Ini 7 Penyebab Vagina Bau yang Sering Disepelekan 

Bila mengalami keputihan dengan kondisi berbeda, kamu perlu lebih waspada dan segera memeriksakannya ke dokter. Pasalnya, keputihan yang tidak normal terkadang bisa menandakan adanya infeksi atau penyakit tertentu. Berikut tanda-tanda keputihan yang sebaiknya kamu cermati:

  • Perubahan pada warna cairan, seperti keabu-abuan, kuning, hingga hijau.
  • Konsistensi lendir yang berubah, misalnya berbuih atau menggumpal seperti keju.
  • Disertai bau tidak sedap atau menyegat, misalnya bau amis.
  • Muncul rasa gatal atau nyeri pada vagina dan area di sekitarnya.
  • Disertai perdarahan di luar masa menstruasi.
  • Jumlah keputihan yang lebih banyak dari biasanya.
  • Merasa sakit saat berkemih.
  • Nyeri pada panggul.

Proses Diagnosis pada Keputihan Abnormal

cara mencegah keputihan proses diagnosis okaydoc

Bagi wanita yang sudah menikah, mungkin dokter akan merekomendasikan prosedur pap smear - OkayDoc

Perubahan pada lendir dari vagina bisa disebabkan oleh banyak hal. Contohnya, infeksi akibat jamur pada vagina, penyakit menular seksual (seperti, klamidia, trichomoniasis, dan gonore), infeksi panggul pascaoperasi, diabetes, konsumsi pil KB, maupun kanker serviks.

Selain itu, penggunaan produk pembersih vagina yang mengandung parfum atau bubble bath juga berpotensi memicu iritasi pada vagina. Kondisi ini kemudian dapat memicu munculnya keputihan yang tidak normal.

Untuk mengetahui kondisi yang melatarbelakangi keputihan yang mencurigakan, kamu dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan ke dokter. Sebelum melakukan pemeriksaan fisik, dokter biasanya akan bertanya mengenai gejala-gejala yang kamu alami serta kebiasaanmu. Contoh detail gejala yang biasa ditanyakan meliputi:

  • Waktu kemunculan dan lama berlangsungnya keputihan.
  • Deskripsi keputihan yang dialami (seperti, tekstur, bau, atau warna).
  • Gejala penyerta, misalnya rasa gatal, nyeri, atau sensasi terbakar di sekitar vagina.
  • Riwayat hubungan seksual.

Kamu tidak perlu merasa malu ketika menjawab pertanyaan yang mungkin terasa sangat pribadi tersebut. Sebisa mungkin, jelaskan dengan rinci mengenai gejalamu agar dapat membantu proses diagnosis.

Setelah itu, dokter mungkin akan mengambil sejumlah cairan dari keputihan untuk diperiksa di laboratorium. Bagi yang wanita yang sudah menikah, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur pap smear.

Ketika penyebabnya sudah diketahui, dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai. Contohnya, pemberian antibiotik untuk infeksi akibat bakteri dan obat antijamur bila penyebabnya adalah infeksi jamur.

Cara Mencegah Keputihan yang Tidak Normal

cara mencegah keputihan okaydoc

Penggunaan panty liner yang mengandung parfum dianggap dapat memicu iritasi pada vagina - OkayDoc

Memiliki keputihan yang tidak normal dapat menganggu kesibukan dan bahkan mengurangi rasa percaya dirimu. Untuk menjaga kesehatan vagina sekaligus mencegah keputihan, kamu bisa melakukan langkah-langkah sederhana di bawah ini:

Basuh vagina dengan air dan sabun dengan kandungan senyawa yang ringan.

  • Hindari penggunaan cairan pembersih vagina, ataupun metode douching, karena justru berisiko merusak keseimbangan alami bakteri di dalam vagina.
  • Bila ingin memakai produk pembersih, pilihlah yang bebas parfum.
  • Basuh vagina dengan cara yang benar. Membasuh area kewanitaan perlu dilakukan dengan cara yang benar, yaitu dari depan ke belakang. Demikian pula ketika kamu menyeka vagina setelah buang air kecil.
  • Perhatikan bahan celana dalam. Kenakan celana dalam berbahan dasar alami dan bukan sintetis. Katun termasuk contoh bahan terbaik untuk celana dalam karena lebih mudah menyerap air dan keringat, sehingga dapat mencegah kelembapan berlebih.
  • Jangan mengenakan celana yang terlalu ketat, termasuk celana dalam.
  • Hindari penggunaan bahan kimia maupun yang mengandung parfum karena dapat memicu iritasi pada vagina.Contohnya, pelembut pakaian, deterjen, serta panty liner, tisu basah, maupun tisu toilet.
  • Jangan menyentuh area vagina terlalu sering. Meski terasa gatal, jangan menggaruk area vagina karena ini hanya akan memperburuk kondisinya.
  • Ketika sedang haid, kamu harus rajin mengganti pembalut. Langkah ini dapat menjauhkanmu dari kelembapan pada kemaluan.
  • Jangan memakai petroleum jelly atau minyak sebagai pelumas vagina karena bisa menjadi tempat bagi bakteri berkembang biak.
  • Setialah pada pasangan.
  • Melakukan hubungan seksual yang aman, misalnya memakai kondom, agar penularan penyakit seksual bisa dicegah.

Baca Juga: Cara Mengencangkan Vagina secara Mandiri maupun Medis!

Dengan mengetahui seperti apa keputihan yang tidak normal, tingkat kewaspadaanmu diharap dapat meningkat. Jangan malu atau ragu untuk berkonsultasi dan memeriksakan kondisimu ke dokter bila keputihanmu terasa janggal, misalnya disertai bau tidak sedap atau gatal.

Kamu juga dihimbau untuk menjaga kebersihan organ intim sebagai salah satu cara mencegah keputihan yang tidak normal sekaligus menjauhi infeksi pada vagina. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati, bukan?

Berikan Komentar
Artikel Terkait
Penyakit Seksual
10 Penyakit Menular Seksual yang Perlu Kamu Hindari!
Tsalis Annisa
16 Mar 2018
Pencegahan
Pahami Informasi Penting Terkait Vaksin Kanker Serviks
Ayu Winarni Lanjani
04 Oct 2017
Gangguan Kesehatan
Waspada 5 Penyakit Vagina dengan Gejala Sepele Ini!
Maya Ligina
23 Nov 2017
Pasangan
Tanda-Tanda Keputihan Berbahaya yang Sering Disepelekan
Dedi Irawan
14 Sep 2017
Penyakit Seksual
Penyebab Sakit Saat Berhubungan Intim pada Pria dan Wanita
Kevin Jonathan
31 Mar 2018
Gangguan Kesehatan
Waspadai Gejala Klamidia pada Pria maupun Wanita
Rabbani Haddawi
10 Oct 2018
Pengobatan
6 Cara Mengatasi Keputihan Sesuai Pangkal Penyebabnya
Veronica
28 Aug 2018
Memuat...
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...