• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi
Filter
Reset Filter
Pasang
Jenis Penyakit
Harga
Brand
Rating
Urutkan
Termurah
Termahal
Terpopuler

Diverifikasi oleh

Urtikaria atau biasa disebut biduran adalah kondisi yang umum terjadi, termasuk pada bayi. Diperkirakan, lebih dari 20% orang pernah mengalaminya. Agar Bunda tak panik saat hal ini terjadi, pahami yuk fakta seputar biduran pada bayi ini.

Biduran ditandai dengan munculnya area bentol kemerahan yang umumnya terasa gatal. Ukuran dan bentuk bentol biasa bervariasi. Pada beberapa kasus, bentol bisa sangat banyak dan berdempetan, sehingga tampak sangat besar.

Apa Penyebab Biduran pada Bayi?

urtikaria-biduranpadabayi-okaydoc.jpg

Bentol kemerahan bisa menjadi tanda biduran pada bayi - OkayDoc

Biduran dapat terjadi sebagai respon akan pelepasan zat kimia bernama histamin oleh tubuh. Maka dari itu, kondisi ini sering disebut sebagai salah satu reaksi alergi.

Pelepasan histamin sendiri bisa disebabkan oleh banyak hal yang mungkin berbeda dari satu anak dengan lainnya. Meski begitu, terdapat beberapa kondisi umum yang bisa menjadi pemicunya. Upaya pencegahan terbaik agar si Kecil tidak mengalami biduran adalah menghindari penyebabnya.

Gigitan atau Sengatan Serangga

Beberapa anak alergi pada beberapa serangga seperti lebah ataupun semut api. Kontak dengan binatang tersebut, misalnya digigit, bisa saja menyebabkan si Mungil mengalami biduran.

Jenis Makanan

Beberapa jenis makanan dinilai lebih mungkin menyebabkan reaksi alergi. Sajian ini termasuk telur, susu, kacang-kacangan (kacang tanah, kacang kedelai, almond), beberapa jenis ikan, kerang, hingga gandum (terigu).

Tak hanya itu, bahan tambahan dan pengawet dalam makanan juga mungkin menyebabkan alergi. Maka dari itu, penting untuk memerhatikan apa yang terjadi setelah anak mengonsumsi jenis makanan tertentu.

Sedangkan, untuk bayi di bawah 6 bulan, perhatikanlah sajian yang Bunda disantap. Pasalnya, apa yang Bunda makan bisa terkandung dalam ASI, sumber makanan utama si Mungil.

sabunbayi-biduranpadabayi-okaydoc.jpg

Zat yang dapat menyebabkan alergi mungkin saja terdapat produk pembersih - OkayDoc

Paparan Alergen

Alergen adalah suatu zat yang dapat menyebabkan alergi. Misalnya, bulu hewan, serbuk sari, bahan pembuat perhiasan (logam) dan bahan pembersih (deterjen, sabun). Saat si Mungil bersentuhan dengan alergen tertentu, ia mungkin akan mengalami biduran.

Temperatur

Pada beberapa anak, suhu terlalu dingin atau panas hingga perubahan temperatur mendadak, misalnya dari dingin ke panas secara tiba-tiba, dapat menyebabkan mereka mengalami biduran.

Selain beragam kondisi di atas, beberapa jenis infeksi virus, obat-obatan tertentu (misal, antibiotik), hingga kadar hormon bisa juga menyebabkan biduran pada kulit.

Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Gatal Alergi yang Ampuh dan Tepat!

Bagaimana Cara Menangani Biduran?

Mandibayi-biduranpadabayi-okaydoc.jpg

Rutin memandikan bayi bisa cara menangani biduran - OkayDoc

Kondisi biduran bisa bertahan selama beberapa jam hingga hari. Meski begitu, keadaan ini tidak menular. Bunda bisa membantu proses pemulihan kondisi secara mandiri dengan beberapa pilihan langkah berikut:

  • Mandikan si Mungil agar tubuhnya bersih dari alergen yang mungkin menempel. Saat mandi, lebih baik gunakan air dingin dan sabun berbahan lembut untuk meredakan gejala.
  • Tempelkan kompres dingin pada si Kecil selama sekitar 20 menit. Suhu dingin bisa membantu meredakan gatal.
  • Coba oleskan losion calamine pada kulit bayi. Bantuan bola kapan bisa digunakan.
  • Kenakan pakaian longgar pada si Mungil, paling tidak pada area kulit yang mengalami biduran. Pakaian sempit mungkin memicu gatal.

Bila kondisi biduran tidak membaik dalam beberapa jam, coba hubungi dokter. Tanyakan pada dokter apakah Bunda sebaiknya memberikan obat antihistamin pada bayi.

Sesuai namanya, obat ini dapat melawan histamin yang menyebabkan biduran. Banyak di antaranya dijual bebas, seperti diphenhydramine oral (Benadryl). Obat ini biasanya perlu diberikan setiap 6 jam sekali selama seminggu.

biduranmeluas-biduranpadabayi-okaydoc.jpg

Biduran yang menyebar perlu segera dibawah ke dokter - OkayDoc

Bila kondisi tidak membaik dan Buah Hati Bunda justru menunjukkan tanda-tanda berikut, segeralah kembali menemui dokter secara langsung.

  • Area biduran semakin meluas, ataupun muncul pada lebih dari satu tempat, setelah berkontak dengan salah satu penyebab
  • Tampak sangat sakit. Misalnya, mengalami demam, menjadi sangat lesu, batuk, sulit menelan, mual hingga muntah.
  • Mengalami bengkak pada tangan, kaki, wajah, lidah ataupun sendi-sendi
  • Kondisi biduran tetap bertahan lebih dari satu minggu
  • Mengalami gangguan pernapasan, seperti mengi (suara napas berbunyi) atau sesak
  • Merasa tak nyaman atau sangat mengantuk walaupun sudah diberikan obat antihistamin sesuai rekomendasi dokter

Bunda perlu secepatnya membawa si Kecil ke dokter karena biduran bisa saja menyebabkan syok anafilaksis, reaksi alergi yang bisa berisiko fatal.

Untuk pemeriksaan, dokter akan menganalisis kondisi si Buah Hati lebih menyeluruh. Uji kepekaan pada berbagai pemicu seperti makanan dan obat, hingga pemeriksaan laboratorium darah mungkin dilakukan.

Bila obat antihistamin tidak cocok untuk si Kecil, obat alternatif seperti steroid (misal, prednisone) mungkin akan diberikan.

Baca Juga: Cara Mengobati Biduran Harus Berdasarkan Dua Hal Ini!

Biduran pada bayi bisa terjadi akibat beragam hal, mulai dari sentuhan dengan alergen hingga jenis makanan tertentu yang disantap, baik secara langsung ataupun lewat ASI.

Penting bagi Bunda untuk selalu memerhatikan kondisi yang si Kecil tunjukkan sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan hasil pun lebih optimal. Semangat Bunda!

Berikan Komentar
Artikel Terkait
Gangguan Kesehatan
Penyebab Alergi Kacang dan Kiat Mudah Mengatasinya
Annisa Trimirasti
18 Aug 2018
Memuat...
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...