• Kategori
    • Hidup Sehat
    • Kecantikan
    • Ibu dan Bayi
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Intim
  • Penyakit
  • Obat
  • Konsultasi
Filter
Reset Filter
Pasang
Jenis Penyakit
Harga
Brand
Rating
Urutkan
Termurah
Termahal
Terpopuler

Diverifikasi oleh

Kamu pasti pernah mendengar ungkapan bahwa semua yang berlebihan itu tidak baik, kan? Ini juga berlaku dalam hal makan. Bahaya terlalu banyak makan tidak hanya akan memengaruhi fisikmu, tapi juga jiwamu!

Terlalu banyak makan pada satu waktu, yang terjadi berulang kali, dikenal juga dengan istilah binge eating disorder (BED). Gangguan makan ini membuat penderita tak mampu mengendalikan porsi makannya.

Bila terus terjadi, gangguan ini tentu dapat membahayakan jiwa penderitanya. Jadi, apa saja komplikasinya dan bagaimana cara mengatasinya?

Bahaya Akibat Makan Terlalu Banyak

Obesitas merupakan salah satu risiko akibat makan terlalu banyak - OkayDoc

Ketika sesekali makan kebanyakan, kamu mungkin hanya akan berakhir dengan perut yang terasa penuh atau masalah pencernaan lain. Namun menderita binge eating disorder bisa mengantarmu ke berbagai komplikasi serius.

Apa sajakah masalah yang dapat terjadi pada fisik maupun mentalmu ketika kamu makan terlalu banyak?

1. Obesitas

Makan berlebihan tentu bisa menyebabkan kenaikan berat badan, bahkan obesitas. Kondisi ini tergolong masalah kesehatan serius, yang kemudian berujung pada meningkatnya risiko diabetes tipe 2 hingga penyakit jantung.

Pada lebih dari 50 persen kasus binge eating disorder, penderitanya mengalami obesitas. Risiko obesitas akan semakin besar jika penderita juga tidak berolahraga untuk membakar kalori yang masuk ke tubuhnya.

2. Gangguan pada Jantung

Bertambahnya berat badan akan membebani jantung. Sebagai akibatnya, jantung akan sulit bekerja dengan normal untuk memompa darah dan mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.

Depresi merupakan salah satu masalah yang dikaitkan dengan binge eating disorder - OkayDoc

3. Diabetes Tipe 2

Selain penyakit jantung, penderita gangguan makan berlebihan juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes tipe 2. Ketika kamu makan kebanyakan, akan terjadi lonjakan pada kadar gula darah dalam tubuhmu.

Binge eating disorder akan menyebabkan tubuh kesulitan mengendalikan kadar gula darah. Padahal, selain perlu obat-obatan rutin, penderita diabetes tipe 2 juga butuh memperbaiki gaya hidup terutama pola makan.

4. Gangguan Emosi Hingga Depresi

Sebagian besar binge eating disorder dapat dipicu oleh tekanan yang dirasakan oleh penderita. Misalnya, rasa marah, sedih, stres hingga sering dikaitkan dengan depresi.

Ganguan kejiwaan tersebut membuat penderita melampiaskannya dengan makan secara tidak terkendali. Penderita cenderung tidak menyadari perbuatannya sehingga sulit berhenti.

Namun masalah kejiwaan juga bisa menjadi komplikasi dari gangguan pola makan ini. Tidak jarang penderita merasa malu, bersalah, bahkan berujung pada depresi karenanya.

Cara Mengatasi Kebiasaan Makan Terlalu Banyak

Beberapa jenis obat yang diresepkan oleh dokter, dapat membantu mengatasi kebiasaan makan terlalu banyak - OkayDoc

Jika merasa bahwa kamu mengalami gangguan makan berlebihan, seperti binge eating disorder, kamu sebaiknya menghubungi dan meminta bantuan dari dokter spesialis kedokteran jiwa.

Terdapat 2 langkah penanganan utama yang umumnya dianjurkan oleh dokter. Berikut penjelasannya:

1. Psikoterapi

Salah satu contohnya adalah terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/ CBT). Penderita akan diajari dan dilatih untuk mengenal pemicu gangguan makannya, lalu menyikapinya dengan cara yang lebih positif.

Dengan terapi ini, penderita juga diharapkan dapat mengatasi ketidakmampuannya dalam mengendalikan pola makan.

2. Obat-obatan

Sesuai evaluasi hasil pemeriksaan dan pertimbangan dokter, pengobatan seperti dengan antidepresan mungkin bisa membantu penderita.

Selain dengan terapi dan obat-obatan, tim dokter yang juga terdiri dari spesialis gizi akan membantu pasien untuk mengatur pola makannya. Langkah ini akan menolong penderita mengembalikan berat badannya ke batas normal.

Penanganan binge eating disorder butuh waktu yang tidak sedikit, sehingga penderita harus sabar dan berkomitmen untuk menjalaninya. Dukungan dari keluarga dan orang terdekat pun diperlukan agar penderita tak patah semangat.

BACA JUGA
  • Sering Makan Tidak Teratur? Begini Dampaknya Pada Tubuh!

Mengingat dampaknya pada kesehatan tubuh dan jiwa, bahaya makan terlalu banyak yang berulang kali terjadi atau binge eating disorder tidak boleh diremehkan. Mulai dari obesitas, penyakit jantung, diabetes, bahkan depresi.

Oleh sebab itu, segera konsultasikan dan periksakan dirimu ke dokter apabila kamu merasa mengalaminya. Jangan menunggu sampai kondisimu semakin parah!

Sumber

Kamu pasti pernah mendengar ungkapan bahwa semua yang berlebihan itu tidak baik, kan? Ini juga berlaku dalam hal makan. Bahaya terlalu banyak makan tidak hanya akan memengaruhi fisikmu, tapi juga jiwamu!

Terlalu banyak makan pada satu waktu, yang terjadi berulang kali, dikenal juga dengan istilah binge eating disorder (BED). Gangguan makan ini membuat penderita tak mampu mengendalikan porsi makannya.

Bila terus terjadi, gangguan ini tentu dapat membahayakan jiwa penderitanya. Jadi, apa saja komplikasinya dan bagaimana cara mengatasinya?

Bahaya Akibat Makan Terlalu Banyak

[[CAPTIONSTART]]Obesitas merupakan salah satu risiko akibat makan terlalu banyak - OkayDoc[[CAPTIONEND]]

Ketika sesekali makan kebanyakan, kamu mungkin hanya akan berakhir dengan perut yang terasa penuh atau masalah pencernaan lain. Namun menderita binge eating disorder bisa mengantarmu ke berbagai komplikasi serius.

Apa sajakah masalah yang dapat terjadi pada fisik maupun mentalmu ketika kamu makan terlalu banyak?

1. Obesitas

Makan berlebihan tentu bisa menyebabkan kenaikan berat badan, bahkan obesitas. Kondisi ini tergolong masalah kesehatan serius, yang kemudian berujung pada meningkatnya risiko diabetes tipe 2 hingga penyakit jantung.

Pada lebih dari 50 persen kasus binge eating disorder, penderitanya mengalami obesitas. Risiko obesitas akan semakin besar jika penderita juga tidak berolahraga untuk membakar kalori yang masuk ke tubuhnya.

2. Gangguan pada Jantung

Bertambahnya berat badan akan membebani jantung. Sebagai akibatnya, jantung akan sulit bekerja dengan normal untuk memompa darah dan mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.

[[CAPTIONSTART]]Depresi merupakan salah satu masalah yang dikaitkan dengan binge eating disorder - OkayDoc[[CAPTIONEND]]

3. Diabetes Tipe 2

Selain penyakit jantung, penderita gangguan makan berlebihan juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes tipe 2. Ketika kamu makan kebanyakan, akan terjadi lonjakan pada kadar gula darah dalam tubuhmu.

Binge eating disorder akan menyebabkan tubuh kesulitan mengendalikan kadar gula darah. Padahal, selain perlu obat-obatan rutin, penderita diabetes tipe 2 juga butuh memperbaiki gaya hidup terutama pola makan.

4. Gangguan Emosi Hingga Depresi

Sebagian besar binge eating disorder dapat dipicu oleh tekanan yang dirasakan oleh penderita. Misalnya, rasa marah, sedih, stres hingga sering dikaitkan dengan depresi.

Ganguan kejiwaan tersebut membuat penderita melampiaskannya dengan makan secara tidak terkendali. Penderita cenderung tidak menyadari perbuatannya sehingga sulit berhenti.

Namun masalah kejiwaan juga bisa menjadi komplikasi dari gangguan pola makan ini. Tidak jarang penderita merasa malu, bersalah, bahkan berujung pada depresi karenanya.

Cara Mengatasi Kebiasaan Makan Terlalu Banyak

[[CAPTIONSTART]]Beberapa jenis obat yang diresepkan oleh dokter, dapat membantu mengatasi kebiasaan makan terlalu banyak - OkayDoc[[CAPTIONEND]]

Jika merasa bahwa kamu mengalami gangguan makan berlebihan, seperti binge eating disorder, kamu sebaiknya menghubungi dan meminta bantuan dari dokter spesialis kedokteran jiwa.

Terdapat 2 langkah penanganan utama yang umumnya dianjurkan oleh dokter. Berikut penjelasannya:

1. Psikoterapi

Salah satu contohnya adalah terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/ CBT). Penderita akan diajari dan dilatih untuk mengenal pemicu gangguan makannya, lalu menyikapinya dengan cara yang lebih positif.

Dengan terapi ini, penderita juga diharapkan dapat mengatasi ketidakmampuannya dalam mengendalikan pola makan.

2. Obat-obatan

Sesuai evaluasi hasil pemeriksaan dan pertimbangan dokter, pengobatan seperti dengan antidepresan mungkin bisa membantu penderita.

Selain dengan terapi dan obat-obatan, tim dokter yang juga terdiri dari spesialis gizi akan membantu pasien untuk mengatur pola makannya. Langkah ini akan menolong penderita mengembalikan berat badannya ke batas normal.

Penanganan binge eating disorder butuh waktu yang tidak sedikit, sehingga penderita harus sabar dan berkomitmen untuk menjalaninya. Dukungan dari keluarga dan orang terdekat pun diperlukan agar penderita tak patah semangat.

[alsoread]akibat-pola-makan-tidak-teratur[/alsoread][alsoread]gangguan-makan[/alsoread]

Mengingat dampaknya pada kesehatan tubuh dan jiwa, bahaya makan terlalu banyak yang berulang kali terjadi atau binge eating disorder tidak boleh diremehkan. Mulai dari obesitas, penyakit jantung, diabetes, bahkan depresi.

Oleh sebab itu, segera konsultasikan dan periksakan dirimu ke dokter apabila kamu merasa mengalaminya. Jangan menunggu sampai kondisimu semakin parah!

Berikan Komentar
Artikel Terkait
Psikologi
Begini Cara Mengatasi Bosan yang Menghampirimu!
Rabbani Haddawi
11 Nov 2018
Psikologi
5 Cara Membahagiakan Pasangan agar Langgeng Selamanya
Rabbani Haddawi
08 Nov 2018
Memuat...
Punya pertanyaan seputar Kesehatan?
Tanya Sekarang
Tanya Dokter
Bookmark telah disimpan
Memuat...